Home Pertanian 4 Fokus Kementan Wujudkan Pertanian Modern dan Berkoporasi

4 Fokus Kementan Wujudkan Pertanian Modern dan Berkoporasi

Pertanian modern dan berkoporasi

Agrozine.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan kebijakan dalam pembangunan pertanian 2020 untuk mewujudkan pertanian yang modern dan berkoporasi. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada 4 aspek yang perlu dijadikan fokus perhatian. Keempat fokus Kementan dalam mewujudkan pembangunan pertanian modern dan berkoporasi tersebut antara lain yaitu:

Pertama, melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi (ProPaktani) yang telah dijalankan sejak tahun 2019 lalu. Melalui ProPaktani diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian, kesejahteraan petani, dan komoditas berbasis ekspor. Pada tahun ini Kementan terus mengembangkan program tersebut dalam rangka mendorong terbentuknya klaster-klaster pertanian sehingga mudah memonitor kegiatan pertanian mulai dari hulu sampai hilir.

Untuk menjamin sinergi dan kesatuan gerak pembangunan pertanian di setiap lini agar fokus dalam mencapai sasaran, Kementan juga membangun kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada di setiap kecamatan. Langkah awal yang dilakukan yaitu mencanangkan Komando Strategi Pembangunan Penggilingan Padi (Kostraling). Adanya Kostraling ini diharapkan dapat mengamankan produksi dan menekan kehilangan hasil panen. Kemudian untuk upaya penanganan pascapanen yang lebih baik, Kementan membentuk Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) sebagai sarana menampung dan memasarkan hasil panen petani.

Gapoktan di Gowa Sukses Dengan Program Kostraling Kementan

Kedua, menurunkan biaya pertanian menuju pertanian berbiaya rendah. Hal ini dilakukan melalui peningkatan efisiensi dan pengembangan wilayah berbasis korporasi, serta bantuan atau subsidi pertanian yang tepat sasaran.

Maka dari itu Kementan menargetkan pembiayaan sektor pertanian dapat terserap Rp 50 triliun melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam satu tahun. Serapan KUR ini berasal dari empat subsektor pangan, yaitu sektor tanaman pangan sebesar Rp 14,23 triliun, sektor hortikultura sebesar Rp 6,39 triliun, sektor peternakan sebesar Rp 9,01 triliun, serta untuk sektor perkebunan sebesar Rp 20,37 triliun.

Ketiga, Kementan melakukan demonstrasi farming (demfarm) Korporasi Petani di beberapa wilayah.  Konsep pertanian yang berkoporasi ini sebelumnya telah di uji coba di Tuban, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Keberhasilan model pertanian berkoporasi di beberapa daerah tersebut, diaharapkan dapat menjadi contoh atau tempat pembelajaran daerah lainnya.

Keempat, karena dalam masa uji coba di beberapa daerah tersebut telah membuktikan kinerja yang baik, Kementan akan menyebar luaskan konsep pertanian berkoporasi ini ke 130 kabupaten lainnya. Dengan melakukan ekspansi pertanian melalui perluasan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan sub optimal lainnya, serta penyediaan air berupa irigasi, embung, dan bangunan air lainnya. (ran)

 

Dilansir dari Instagram Kementerian Pertanian, Selasa (01/09/2020) 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here