Home Perikanan 4 Jenis Pemijahan Ikan Lele dan Caranya

4 Jenis Pemijahan Ikan Lele dan Caranya

Agrozine.id – Dalam beternak lele, langkah satu ini tidak boleh dilewatkan. Agar ikan lele terus menghasilkan, dilakukan pemijahan yaitu pembuahan yang bertujuan menghasilkan telur ikan. Saking pentingnya, ikan lele akan melakukannya secara alamiah tanpa bantuan manusia saat memasuki waktu pemijahan. Walaupun begitu, kamu perlu mengetahui 4 jenis pemijahan ikan lele dan caranya yang tepat. Simak artikel berikut ini baik-baik, ya.

  1. Pemijahan Alami

Siapkanlah terlebih dulu sepasang indukan ikan lele jantan dan betina yang sudah matang gonad dan memiliki ukuran yang sama. Pemilihan ukuran dilakukan untuk mengurangi rasa takut salah satu pasangan dan mempengaruhi keberhasilan prosesnya. Kemudian, siapkan kolam pemijahan yang terbuat dari semen dengan panjang 2-3 meter, lebar 1-2 meter, dan kedalamannya 1 meter. Jemur dan keringkan kolam tersebut terlebih dulu sebelum diisi dengan air bersih yang memilik kadar oksigen tinggi. Jangan lupa, berikan aerasi pada kolam dan atur debit air sebanyak 3 liter/detik sampai kolam terisi air sedalam 30-40 cm.

Baca Juga: Bintik Putih Pada Lele, Yuk Cek Faktanya!

Pasanglah kakaban yang terbuat dari ijuk yang dijepit, lalu berikan beban agar tidak terapung di permukaan air. Pemasangan kakaban dilakukan agar telur yang dihasilkan pasangan ikan lele tidak berantakan. Idealnya, kolam pemijahan dimasukkan ikan lele pada sore hari. Ikan lele akan melakukan pemijahan pada jam 11 malam hingga jam 5 pagi. Agar tidak ada ikan lele yang loncat, tutup kolam selama proses berlangsung. Telur hasil pemijahan yang ideal akan berwarna transparan. Setelah bertelur, segera angkat induk ikan dari kolam agar tidak menyantap telur tersebut. Dalam 24 jam, telur akan menetas dan berubah menjadi larva. Setelah ini, kamu memasuki proses pembesaran larva dan pembudidayaan ikan lele.

  1. Pemijahan dengan Suntik Hipofisa

Langkah pada metode ini sama seperti langkah pemijahan alami. Namun, induk ikan lele harus disuntik hipofisa terlebih dulu sebelum dimasukkan ke kolam. Hal ini dilakukan untuk mematangkan sel telur dan merangsang pertumbuhan ikan lele. Penyuntikkan hipofisa pada ikan lele dapat dilakukan pada induk jantan ataupun betina. Agar pemberian dosis tak berlebih, carilah kelenjar hipofisa dari ikan donor yang memiliki bobot sama dengan indukan.

Baca Juga: Vaksin Ikan Budidaya dan Isolat Lokal Inovasi Guru Besar IPB University
  1. Pemijahan dengan Hormon Perangsang

Metode satu ini tergolong lebih mudah dan praktis karena tidak perlu mencari ikan donor. Hormon perangsang yang biasa disuntikan pada ikan lele yaitu chorulon dan ovaprim. Jika menggunakan hormon ovaprim, encerkan dengan akuadestilata terlebih dulu sebanyak tiga kali lipat, dengan dosis 0,3-0,5 ml per bobot induk. Kamu bisa menyuntikkan hormon perangsang pada ikan lele jantan maupun betina yang telah matang gonad sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

  1. Pemijahan dengan In Vitro

Metode pemijahan ikan lele satu ini dilakukan di dalam tabung. Dengan metode in vitro, ikan lele betina akan disuntik hipofisa dan diurut perutnya agar sel telur keluar. Sel telur yang keluar ditampung dan dicampurkan dengan sperma yang diambil dari ikan lele jantan. Aduk campuran secara perlahan hingga merata dengan bulu ayam. Lalu, masukkanlah campuran sel telur dan sperma ke dalam kolam.

Baca Juga: 5 Cara Budidaya Udang Galah Bagi Kamu yang Masih Pemula, Pasti Untung

Berikut adalah jenis dan cara pemijahan pada ikan lele secara alami maupun buatan. Dari keempat jenisnya, pilihlah yang menurut kamu paling mudah. Semoga berhasil! (ira)

Tonton video menarik ini:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here