5 Cara Budidaya Udang Galah Bagi Kamu yang Masih Pemula, Pasti Untung

    Cara Budidaya Udang Galah

    Agrozine.id – Udang galah atau yang memiliki nama latin Macrobacrium rosenbergii merupakan salah satu jenis udang air tawar yang memiliki ukuran cukup besar jika dibandingkan dengan jenis udang lainnya. Tak hanya itu, udang galah memiliki nilai ekonomis penting karena sangat diminati baik di dalam maupun di luar negeri sehingga menjadikan udang ini menjadi salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

    Nah mengingat tingginya nilai ekonomis yang dihasilkan udang galah ini, banyak orang yang mulai mencoba untuk membudidayakannya. Bagi kamu yang masih pemula, tidak perlu khawatir. Dalam artikel ini akan diulas cara budidaya udang galah bagi kamu yang masih pemula supaya menghasilkan keuntungan yang berlipat.

    Baca Juga : Cara Budidaya Udang Vaname

    Sebelum memulai usaha budidaya udang galah, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu kandungan nutrisi yang dimiliki oleh udang ini. Berikut adalah kandungan nutrisi yang dimiliki udang galah:

    Cara Budidaya Udang Galah

    1. Kalsium
    2. Lemak
    3. Kalori
    4. Kalium
    5. Natrium
    6. Karbohidrat
    7. Protein
    8. Zat besi
    9. Magnesium
    10. Vitamin A, B6 dan Vitamin B12

    Udang galah memilikik daya tahan tubuh yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan. Faktor inilah yang menjadi salah satu pemicu udang galah banyak diminati konsumen. Rentang harga yang terbilang lumayan tinggi juga menjadi pendorong banyaknya usaha budidaya udang galah ini.

    Cara Budidaya Udang Galah

    Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan agar sukses dan untung menjalankan budidaya udang galah.

    1. Penentuan Lokasi Budidaya

    Udang galah dapat dibudidayakan menggunakan kolam tanah maupun kolam terpal. Kamu tinggal menyesuaikan saja dengan kebutuhanmu dan tentu saja kedua media ini memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing.

    Namun ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat kolam budidaya. Yang pertama, pastikan kolam yang akan kamu buat jauh dari kawasan industri, lalu sebisa mungkin pilihlah lokasi yang bebas dari banjir dan pencemaran baik tanah, air maupun udara. Nah yang ketiga kamu perlu memilih lokasi yang memiliki tanah dengan kandungan pasir dan juga tanah liat.

    Baca juga : Kenali Hatchery Udang yang Menjanjikan!

    Tak hanya itu, hal lain yang harus kamu perhatikan adalah ketersediaan air. Pastikan di lokasi yang akan kamu bangun kolam budidaya udang galah memiliki persediaan air yang cukup sepanjang tahun. Debit air yang dianjurkan adalah 0.5-1 liter per detik dengan pH 7,5-8,5.

    2. Persiapan Alat dan Bahan

    Selanjutnya kamu perlu menyiapkan alat dan bahan. Adapun alat yang perlu kamu siapkan adalah cangkul, serok, ember, seser, jaring, timbangan dan ayakan dari kain yang akan digunakan untuk mengangkut benih udang.

    Sedangkan bahan yang perlu kamu siapkan tentunya adalah bibit atau benih udang, pupuk dan kapur pertanian yang nantinya akan berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan udang galah peliharaanmu.

    3. Pembuatan Kolam Budidaya

    Jika kamu menggunakan kolam tanah, kamu bisa membuat kolam berukuran tinggi 70 hingga 100 meter dan lebarnya berkisar 300 sampai 1000 meter persegi. Buatlah parit dengan ukuran 50 x 30 cm untuk mencegah banjir.  Adanya parit juga berfungsi untuk mencegah genangan.

    Kolam yang sudah jadi sebaiknya didiamkan terlebih dahulu ketika sudah diisi dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang berfungsi membuat kolam berubah warna. Setelah didiamkan barulah benih udang bisa ditabur ke dalam kolam. Pemberian pupuk ke dalam kolam bertujuan sebagai pakan alami udang.

    4. Pembibitan

    Untuk mendapatkan udang galah yang berkualitas dilakukan pembibitan. Pembibitan udang galah bisa dilakukan dengan dua cara yaitu membeli langsung benih yang sudah jadi di toko atau melakukan pemijahan sendiri. Proses pemijahan bisa dilakukan sendiri dengan membeli indukan udang galah yang berkualitas dan lakukan pemijahan sendiri pada perut betina hingga telur atau larva udang keluar.

    5.Pengelolaan Air dan Pemberantasan Hama dan Penyakit

    Kebersihan air dan pengelolaan hama penyakit tidak kalah penting dalam budidaya udang galah. Untuk pengelolaan airnya, pastikan air mengalir agar sirkulasi udara menjadi bebas. Untuk meningkatkan kualitas air kolam, lakukan penggantian air setiap satu bulan sekali.

    Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan untuk mencegah adanya ikan lain yang masuk ke dalam kolam dan berpotensi menjadi hama bagi udang galah. Beberapa jenis ikan yang bisa menjadi hama udang galah seperti ikan lele, gabus, dan lain-lain.

    Jika perawatan sudah dilakukan dengan benar, maka tinggal menunggu waktu untuk memanen udang. Udang galah dapat dipanen setelah berumur 4-6 bulan sejak tanam.

    Itulah cara budidaya udang galah yang bisa kamu lakukan sebagai pemula. Usaha budidaya udang galah ini memang menjanjikan keuntungan yang tinggi, tapi jangan lupa untuk menjaga kualitas udang yang kamu budidayakan. (ira)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here