Home Populer 5 Destinasi Populer Ekowisata di Sulawesi

5 Destinasi Populer Ekowisata di Sulawesi

Agrozine – Ekowisata atau ecotourism merupakan konsep travelling yang sedang digandrungi masyarakat. Selain mengekspolarasi tempat wisata, kamu dapat mempelajari ekosistem setempat. Pada dasarnya, ekowisata merupakan kegiatan wisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta pembelajaran dan pendidikan. Saat ini, pemerintah sedang menggalakkan konsep ini di berbagai wilayah Indonesia. Yuk, langsung kita simak 5 destinasi populer ekowisata di Sulawesi!

 

  • Taman Nasional Wakatobi

Destinasi ekowisata satu ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu kawasan cagar biosfer dunia. Taman Nasional Wakatobi terletak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan memiliki luas area hingga 1,39 juta hektare. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim dari empat pulau utamanya, yakni WAngiwangi, KAledupa, TOmia, dan BInongko. Kawasan ini menyimpan keanekaragaman hayati laut dan karang dan sudah terkenal hingga mancanegara. Di Taman Nasional Wakatobi, kamu dapat menemukan ratusan spesies terumbu karang dan ikan seperti baronang, pogo-pogo, dan argus bintik. Satwa lain yang dapat kamu temukan adalah burung laut seperti angsa batu coklat, cerek melayu, dan juga raja udang erasia. Di Wakatobi, kamu dapat melakukan ragam aktivitas seperti snorkeling, menyelam, dan menyaksikan Wakatobi Wave Festival yang diadakan tahunan setiap bulan November.

 

  • Cagar Alam Tangkoko Batuangus

Kawasan ekowisata ini terletak di Kota Bingung, Sulawesi Utara. Cagar Alam Tangkoko Batuangus memiliki lahan seluas 3.196 hektare yang menjadi habitat satwa seperti monyet hitam, tarsius, kuskus, burung maleo, dan burung enggang. Tarsius sendiri merupakan primata terkecil di dunia yang berukuran sebesar kepalan tangan dan hanya ditemukan di Sulawesi. Kawasan ini dikelola langsung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara dan juga menjadi habitat reptil seperti ular sanca kembang, kobra, biawak indicus, soa-soa, dan satwa laut penyu hijau serta penyu sisik. Selain itu, di kawasan ini kamu dapat menjumpai pantai dengan pasir hitam yakni Pantai Tangkoko yang menjadi tempat penetasan telur maleo.

  • Taman Nasional Taka Bonerate

Taman laut ini merupakan kawasan atol atau cincin karang yang terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Taman Nasional Taka Bonerate memiliki luas total 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km2 dan memiliki lima belas pulau. Taman Nasional Taka Bonerato terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di kawasan ini, kamu dapat melakukan aktivitas seperti diving, menyaksikan tradisi sorong lopi, dan bermain bersama bayi hiu. Pada hari jadi Kepulauan Selayar, pemerintah setempat mengadakan festival bertajuk Sail Taka Bonerate.  Taman Nasional Taka Bonerate menyimpan beragam spesies flora seperti pandan laut, cemara laut, dan ketapang. Selain itu, terdapat ratusan jenis ikan karang seperti batulaga, kima sisik, kerang mutiara, dan cakalang.

 

  • Taman Nasional Bunaken

Destinasi ekowisata ini resmi didirikan pada tahun 1991 sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Taman Nasional Bunaken terletak di Segitiga Terumbu Karang dan menjadi habitat bagi 390 spesies terumbu karang. Kawasan seluas 890.65 km2 ini terletak di daerah Manado, Sulawesi Utara. Selain terumbu karang, saat diving kamu dapat menemui jenis ikan seperti kuda gusumi, ila gasi, goropa, dan lolosi ekor kuning. Ada juga beberapa pohon yang meneduhkan di sekitar pantai seperti pohon palem, sagu, silar, dan woka. Menariknya lagi, terdapat beberapa spesies langka yang hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Bunaken seperti Penyu Sisik Hawksbill. Kawasan ini telah terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sayangnya, taman nasional ini mulai mengalami degradasi akibat penambangan terumbu karang dan penggunakan bom untuk penangkapan ikan.

 

  • Taman Nasional Kepulauan Togean

Taman laut ini berada di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah yang telah diresmikan sejak tahun 2004. Taman Nasional Kepulauan Togean memiliki kawasan perairan laut seluas 336.773 hektare dan kawasan darat seluas 25.832 hektare. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan turis antara lain menyelam, snorkeling, memancing, mengunjungi gunung Colo di Pulau Una-una dan melihat langsung pemukiman orang Bajo. Di Taman Nasional Kepulauan Togean, terdapat 66 pulau seperti pulau Unauna, Batudaka, Talatakoh, dan Waleabahi. Kawasan ini menyimpan 4 tipe terumbu karang yakni karang tepi, karang penghalang, karang tompok, dan karang cincin. Selain menjadi ekosistem terumbu karang, Togean menjadi habitat tumbuhan penyusun Padang Lamun.

 

Wah, keren ya! Itulah 5 destinasi populer ekowisata di Sulawesi yang dapat menjadi referensi dan tujuan liburan kamu selanjutnya. Sudah menentukan pilihan? (rin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here