Home Pertanian 6 Cara Mudah Menanam Bawang Merah dalam Pot

6 Cara Mudah Menanam Bawang Merah dalam Pot

cara menanam bawang merah

Agrozine.id – Kamu sudah tau cara menanam bawang merah? ternyata menanam bawang merah tidak harus dilakukan di lahan yang luas lho. kamu bisa menanamnya di dalam pot. Yuk simak cara menanam bawang merah dalam pot berikut ini.

Bawang merah merupakan bahan masakan yang wajib ada di dapur. Pasalnya, umbi ini hampir selalu ada di tiap masakan Indonesia untuk menambah cita rasa. Kandungan vitamin C, asam folat, kalsium, serta zat besi yang terkandung dalam bawang merah baik untuk kesehatan tubuh. Selain menurunkan kolestrol, menurunkan kadar gula dalam darah, dan menyembuhkan maag, bawang merah bisa mengobati kencing manis.

Baca juga: Budidaya Lengkuas di Dalam Pot, Gampang Banget!

Sebagai bumbu pokok, harga bawang merah cenderung fluktuatif di pasaran. Itulah sebabnya, banyak ibu-ibu yang menanam bawang merah di rumah untuk mengontrol pengeluaran dan mempermudah keperluan masak. Selain itu, untuk menanam bawang merah sangat mudah. Kamu dapat memanfaatkan pot ataupun wadah plastik yang ada di rumah. Sebelum semakin penasaran, simak langkah mudah berikut untuk menanam bawang merah dalam pot di rumah!

  1. Pemilihan Bibit

Sebelum mulai menanam bawang merah dalam pot, siapkanlah dulu bibit yang akan ditanam. Kamu dapat menggunakan bawang dari sisa bahan masak ataupun membeli di toko pertanian. Pastikan bibit tersebut merupakan bawang merah yang sudah tua, dengan warna yang lebih gelap dari bawang yang masih muda dan tidak memiliki keriput dan anakan. Bibit bawang merah yang ideal untuk ditanam memiliki tunas di bagian atas dan akar di bagian bawahnya.

  1. Menyediakan Pot

Untuk menanam bawang merah, penting untuk memilih pot yang berlubang agar siraman air tidak menggenangi pot dan merusak tanaman. Kamu dapat menggunakan pot dari bahan plastik, keramik, ataupun tanah liat. Perhatikan ukuran pot agar menyesuaikan dengan tanaman dan luas pekarangan rumah.

  1. Media Tanam

Langkah berikut ini termasuk penting karena media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuh bawang merah. Media tanam harus bisa menyerap air dan memiliki drainase yang baik. Gunakanlah campuran tanah pasir, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingannya masing-masing 1:1:1.

  1. Menanam Bibit

Setelah melakukan langkah diatas, masukkan media tanam yang telah disiapkan ke dalam pot hingga terisi 2/3 bagiannya. Diamkan media tanam selama 2 hari sebelum memasukkan bibit agar lebih merata. Selama menunggu, potong bagian ujung bawang merah hingga terlihat dagingnya. Namun jika bawang sudah memiliki tunas, tidak perlu dipotong lagi. Untuk menanam bibit, buatlah lubang sedalam 5 cm dan biarkan bagian leher umbi terlihat. Beri jarak sekitar 10 cm antar umbi dan timbun lubang dengan tanah.  Jangan lupa untuk menyiram media tanam dengan air secukupnya dan pastikan pot terkena cukup sinar matahari.

  1. Pemeliharaan

Setelah menanam bibit bawang merah, lakukan beberapa langkah berikut ini agar pertumbuhannya optimal.

  • Penyiraman: Lakukan penyiraman pada bibit bawang merah sebanyak 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari. Jika usia umbi menginjak 2 bulan, kurangi intensitas penyiraman menjadi sekali sehari.
  • Penyiangan: Bersihkan rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar pertumbuhan bawang merah tidak terganggu.
  • Pemupukan: Berikan pupuk NPK pada masing-masing pot sebanyak 1 gram dengan cara disiram pada tanaman dengan frekuensi seminggu sekali. Lakukan hingga tanaman bawang merah berusia 6 minggu.
  1. Panen

Tanaman bawang merah dapat dipanen saat berusia sekitar 55 hingga 70 hari setelah tanam. Bawang merah yang siap panen memiliki ciri daun yang tinggi dan 90 persen sudah merunduk. Biasanya, petani akan menjemur bawang merah di bawah matahari selama 7 sampai 14 hari setelah panen. Hal ini dilakukan agar kadar air yang terkandung dalam bawang merah tersisa 85 persen dan awet disimpan.

Baca juga: Begini Cara Budidaya Temu Putih di Dalam Pot

Wah, ternyata mudah sekali langkah menanam bawang merah dalam pot. Setelah panen, kamu dapat mengonsumsinya sendiri ataupun dipasarkan. (rin)

 

Tonton video menarik berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here