Home Peternakan 6 Masalah Pada Kaki Sapi Perah Yang Umum Ditemui

6 Masalah Pada Kaki Sapi Perah Yang Umum Ditemui

Masalah Kaki Pada Sapi Perah

Kerugian ekonomi dalam produksi susu sapi sering dikaitkan dengan masalah pada kaki sapi. Masalah pada kaki sepertinya hanyalah masalah kecil. Namun, ternyata dampaknya dapat mempengaruhi penurunan berat badan dan produksi susu, asupan pakan, dan efisiensi reproduksi.

Berikut ini 6 masalah pada kaki sapi perah yang umum ditemui.

  1. Kaki Keras dan Lunak

    Infeksi kaki, abses, atau borok dapat terjadi akibat adanya retakan yang terjadi karena kaki lunak ataupun keras. Kaki lunak lebih mungkin terjadi dalam kandang sistem freestall karena sapi menginjak-injak kotoran dan urin. Adanya celah atau retakan pada tumit, kuku, atau tapak kaki, dapat menyebabkan kuman-kuman masuk sehingga menimbulkan penyakit seperti bisul, abses, ataupun infeksi.

    Kaki yang keras biasanya terjadi dalam kandang tipe stall barn, terutama bila serutan atau serbuk gergaji kering digunakan untuk alas tidur. Ini dapat menyebabkan retakan di bagian atas kaki sehingga memungkinkan infeksi yang relatif tinggi.

  2. Penyakit Kuku Busuk (Foot Rot)

    Infeksi kaki yang berbau, umumnya terjadi di antara kuku atau jari sapi, disebut penyakit kuku busuk atau foot rot. Biasanya, penyakit tersebut hanya menyerang satu kaki sehingga sapi berjalan pincang. Pembengkakan terjadi di antara celah kuku dan tumit. Jika tidak dirawat, dapat menjalar ke ruang sendi atau selubung tendon yang menyebabkan kerusakan permanen.

  3. Erosi Tumit

    Erosi tumit dimulai dari sebuah lubang di permukaan tumit yang dapat berkembang menjadi alur paralel yang diisi oleh kotoran dan bakteri. Kondisi ini biasanya terlihat pada sapi yang dikurung di tempat yang basah dan kotor. Kuku yang tumbuh terlalu besar menggeser beban ke arah tumit, membuat tumit tergerus.

  4. Laminitis

    Laminitis dapat menyebabkan kaki atau jari kaki menjadi panjang, tumbuh terlalu besar, dan cacat. Sapi tampak lumpuh dan diam, juga kesulitan naik turun. Perdarahan bisa ditemukan di tapak dan dinding kaki. Kejadian laminitis tertinggi sering terjadi selama 100 hari pertama pascapersalinan.

  5. Sole Ulcer

    Sole ulcer adalah luka yang terjadi di sisi bawah tapak kaki sapi. Bentuknya menonjol seperti jaringan granular yang menempel di tapak kaki. Penyakit ini biasanya dikaitkan dengan manifestasi klinis laminitis – jika 10 persen dari populasi ternak telah terjangkit sole ulcer, ternak tersebut layak dicurigai mengalami laminitis. Faktor-faktor lain dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini, seperti kelembapan dan kotoran, keausan berlebihan, dan pemotongan kuku yang buruk. Sole ulcer biasanya terjadi pada kedua kaki belakang.

  6. Digital Dermatitis

    Nama lain penyakit ini, yaitu kutil tumit, kutil berbulu, kaki stroberi, tumit raspberry, papillomatosis digital, dan mortellaro. Sapi yang terkena penyakit digital dermatitis jalannya menjadi pincang dan menghabiskan banyak waktu berbaring. Sapi betina lebih sering terkena penyakit ini daripada sapi jantan, umumnya pada kaki belakangnya, dan ada sedikit pembengkakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here