Home Perkebunan 6 Produk Turunan Sawit Asal Riau Mampu Bersaing di Pasar Global

6 Produk Turunan Sawit Asal Riau Mampu Bersaing di Pasar Global

Agrozine.id – Riau merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia dan menjadi sentra industri sawit saat ini. Sawit bagi masyarakat Riau adalah mata pencaharian utama dan menjadi tanaman primadona untuk meningkatkan perekonomian. Banyak produk turunan sawit yang dihasilkan di Riau dan sudah mampu bersaing di pasar global.  Kali ini kita akan membahas 6 produk turunan sawit asal Riau yang mampu bersaing di pasar global.

Kementerian Pertanian mencatat adanya peningkatan permohonan fasilitasi ekspor yang cukup signifikan khususny komoditas sub sektor perkebunan. Berikut ini adalah 6 produk turunan sawit asal Riau yang mampu bersaing di pasar global:

1. RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Olein

2.Palm Karnel Oil

3.RBD Palm stearin

4.RBD Palm oil

5.Bungkil sawit (Pal kernel expeller), dan

6.Cangkang kelapa sawit

Pada triwulan pertama tahun 2020, ekspor kelapa sawit telah menghasilkan 1.253.521 ton produk kelapa sawit dengan nilai ekonomis mencapai 6,7 juta triliun.

Jumlah ini meningkat 150 persen dibanding periode sebelumnya pada tahun 2019 yang hanya berhasil membukukan sebanyak 829,593 ton sawit dengan perolehan nilai ekonomis 5,5 triliun dan kenaikan yang signifikan justru terjadi pada saat ekonomi melemah akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga : Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Kepala karantina pertanian Pekanbaru, Rina Delfi mengatakan bahwa ekspor komoditas sawit asal Riau ini memberikan kabar menggembirakan pada tahun 2020 dan dari tahun ke tahun ekspor ini semakin meningkat sehingga mampu bersaing di pasar global.

Keberhasilan produk kelapa sawit ini yang mampu bersaing di pasar global menjadi pencapaian penting mengingat negara tujuan ekspor menerapkan persayaratan yang ketat dalam ekspor yaitu memenuhi persayaratan Import Healthy Standard (IHS). Yang membanggakan adalah produk kelapa sawit asal Riau ini mampu memenuhi dan menembus persyaratan tersebut.

Menurut data lalu lintas eskpor Karantina Pertanian Pekanbaru untuk produk sawit memiliki 25 tujuan negara ekspor dan yang paling banyak melakukan impor produk sawit Indonesia diantaranya adalah New Zealand, Turki, Cina, Ukraina, Estonia, Brasil, Uni Emirat Arab, Meksiko, Belanda, Jepang dan Korea Selatan.

Untuk itu Rina Delfi mengatakan untuk mempertahankan ekspor produk sawit asal Riau ini tetap eksis di pasar global dibutuhkan dukungan teknis pemerintah dan secara rutin Karantina Pertanian Pekanbaru memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure yang dipersyaratkan oleh negara-negara tujuan ekspor.

Hal ini mengajarkan bahwa seharusnya kita berbangga karena peningkatan permohonan fasilitasi eskpor yang terus meningkat menunjukkan bahwa produk-produk turunan sawit Indonesia mampu bersaing di pasar dunia. (ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here