Home Perkebunan 7 Langkah Praktis Budidaya Mangga dalam Pot

7 Langkah Praktis Budidaya Mangga dalam Pot

cara menanam mangga

Agrozine.id – Siapa bilang tanam mangga harus di lahan luas? Kamu juga bisa kok, tanam mangga di pekarangan rumah. Dengan memanfaatkan wadah pot, kamu bisa menghasilkan tanaman berbuah banyak.  Artikel ini akan membantu kamu yang akan memulai budidaya tabulampot mangga alias tanaman buah dalam pot dengan cara mudah dan efisien. Ikuti 7 langkah praktis budidaya mangga berikut agar tanaman mangga cepat berbuah.

Pemilihan Bibit

Langkah praktis budidaya mangga yang pertama adalah memilih bibit. Untuk pemula, sebaiknya kamu pilih varietas yang gampang berbuah seperti arumanis, manalagi, golek, dan gedong.

Sebaiknya, gunakan bibit hasil cangkokan atau okulasi karena rasanya paling mendekati aslinya dan cepat berbuah dibanding yang berasal dari biji. Pilih bibit dengan tinggi antara 50 – 70 cm dan diameter batang 1 – 1,5 cm.

Siapkan Media Tanam dan Pot

Langkah praktis budidaya mangga selanjutnya adalah dengan menyiapkan media tanam dan pot. Pilihlah media tanam yang memiliki tekstur gembur, remah, dan kaya unsur hara. Media tanam yang sering dipakai untuk budidaya mangga adalah campuran tanah, humus, kompos atau pupuk kandang, dan serbuk gergaji dengan perbanding masing-masing 1:1:1:1.

Pohon mangga dapat tumbuh dengan tinggi hingga 1,5 meter. Untuk itu sebaiknya gunakan pot berdiameter 60 cm dan dibuat lubang pada bagian bawah untuk membuang air berlebih.

Penanaman

Pertama-tama budidaya mangga dalam pot, masukkan potongan batu bata ke dasar pot yang tingginya sekitar 5 cm. Fungsinya untuk bisa menyerap air sehingga tidak tergenang dalam pot. Kemudian, masukkan campuran media tanam ke dalam pot disusul dengan memasukkan bibit buah mangga. Tutup bagian yang kosong dengan media tanam hingga mendekati bibir pot. Siramlah media tanam dengan air secukupnya. Letakkan tabulampot mangga pada tempat teduh. Apabila tunas baru bermunculan, pindahkan ke halaman yang terpapar sinar matahari.

Perawatan

Untuk perawatan tabulampot mangga, lakukan penyiraman setiap sore hari terutama pada awal penanaman dan musim kemarau. Setelah agak dewasa, penyiraman dilakukan tiga kali dalam seminggu.

Lakukan penyiangan dengan mencabut gulma atau rumput liar menggunakan tangan. Saat tanaman setinggi 70 – 80 cm, lakukan pemangkasan pada batas bidang hijau dan cokelat untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.

Pemupukan

Pada umur satu bulan, budidaya mangga dalam pot dilanjutkan dengan diberikan pupuk NPK mutiara dengan komposisi 25:7:7 dan konsentrasi 10 gram/liter air. Saat tanaman berumur 3 bulan, berikan pupuk NPK mutiara dengan komposisi 16:16:16 dan konsentrasi 10 gram/liter air.

Pemberian kedua pupuk ini dilakukan dengan frekuensi 3 bulan sekali dengan volume pemupukan 1-3 liter, disesuaikan dengan ukuran tanaman.

Pembungkusan

Tahap pembungkuasan buah dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit tanaman mangga. Biasanya, digunakan kantong plastik untuk membungkus buah mangga berusia muda. Selain itu, pembungkusan ini dapat menambah peluang buah berukuran besar dan memiliki rasa yang manis.

Panen

Untuk tanaman mangga hasil cangkok, biasanya akan berbuah dalam 4 tahun. Sedangkan mangga hasil okulasi berbuah di umur 5 – 6 tahun. Pada panen pertama, mungkin hanya akan ada 10 – 15 buah. Namun, produksi mangga akan terus meningkat seiring pertambahan umur. Lakukan panen dengan hati-hati dan disarankan menggunakan pisau.

Demikian budidaya mangga dalam pot yang bisa dilakukan di pekarangan yang tak terlalu besar. Sediakan masing-masing penunjang agar hasil panen lebih maksimal dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selamat mencoba. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here