Home Kehutanan Agrisilvikultur: Kolaborasi Kehutanan dengan Pertanian

Agrisilvikultur: Kolaborasi Kehutanan dengan Pertanian

Agrisilvikultur

Agrozine.id – Pernahkah sebelumnya kamu mendengar istilah Agrisilvikultur? Jika belum, tepat sekali, karena tim Agrozine.id akan memberikan informasi mengenai apa itu agrisilvikultur dan bagaimana penerapannya.

Hutan merupakan potensi atau kekayaan alam yang apabila dikelola dengan baik dan bijak akan memberikan manfaat yang besar bagi hidup dan kehidupan. Alih-alih hutan dikonversi menjadi areal perkebunan skala besar dengan sistem monokultur, agroforestri menjawab tantangan jaman untuk pengelolaan hutan berwawasan kerakyatan.

Agroforestri diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek sesuai dengan perspektif dan kepentingannya. Pengklasifikasian ini dimaksudkan untuk membantu dalam menganalisis setiap bentuk implementasi agroforestri yang dijumpai di lapangan secara lebih mendalam, guna mengoptimalkan fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat atau para pemilik lahan.

Berdasarkan komponen penyusunnya, agrofosrestri dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu agrisilvikultur, silvopastura, dan agrosilvopastura. Nah, yang akan kita bahas pada artikel kali ini yaitu mengenai agrisilvikultur.

Agrisilvikultur (Agrisilvicultural systems) adalah sistem agroforestri yang mengkombinasikan komponen kehutanan (tanaman berkayu/ woody plants) dengan komponen pertanian (tanaman non-kayu).

Dalam sistem agrisilvikultur ini, hutan tetap dipertahankan ekosistemnya, tetapi dengan memberi ruang bagi pengelolaan intensif melalui  introduksi jenis-jenis tanaman yang memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat pemukim yang hidup di pinggir hutan.  Hasilnya introduksi ini mampu untuk mengurangi laju deforestasi terutama di daerah-daerah dataran tinggi.

Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa dengan sistem agrisilvikultur telah turut dalam mendukung peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim, sumber pangan alternatif, konservasi keanekaragaman hingga perlindungan wilayah penting proteksi sumber air.

Sistem Agrisilvikultur ini dapat diterapkan dengan berbagai macam cara diantaranya yaitu:

  • Pohon dengan tanaman semusim (Plantation Crop Combination)
  • Kebun pekarangan (Home-gardens)
  • Tumpangsari (Taungya systems)
  • Perlandangan berpindah tradisional (Taditional Shifting Cultivation)
  • Kebun rotan (Rattan Cardens)
  • Kebun campuran (Mixed Cropping)
  • Tajar hidup (Life poles)
  • Sistem tebas bakar (Slash and burn agriculture)
  • Sistem pertanaman semusim (Mixed annual-tree cropping)
  • Budidaya lorong (Alley cropping system)
  • Kebun campuran (Mixed tree-gardening)

Karena merupakan perpaduan antara berbagai spesies sebagai komoditas, agrisilvikultur dapat menjadi jawaban bagi keberlangsungan hidup petani.  Keseimbangan cash income, untuk menghindarkan kolapsnya harga komoditas tertentu, menjadi keunggulan komoditas agrisilvikultur.  Jika suatu komoditas turun, petani masih bisa mengandalkan kepada komoditas lain dari kebun wanataninya.  Demikian petani juga memperoleh non cash income yang ia peroleh untuk dikonsumsi sendiri sebagai strategi ketahanan pangan.  Intinya keragaman akan lebih baik daripada menggantungkan hanya kepada satu komoditi tertentu. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here