Home Kampus Aku Petani Indonesia: Gerakan Regenerasi Penerus Pertanian Indonesia

Aku Petani Indonesia: Gerakan Regenerasi Penerus Pertanian Indonesia

Aku Petani Indonesia
Adhitya Herwin - Salah satu founder Aku Petani Indonesia

Agrozine.idAku Petani Indonesia merupakan sebuah social movement yang berfokus pada bidang sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian, khususnya yaitu regenerasi penerus pertanian. Pada artikel kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang Aku Petani Indonesia yang berawal dari gerakan sosial hingga bertransformasi menjadi sebuah agro sociopreneur di Indonesia.

Awal mulanya Aku Petani Indonesia merupakan sebuah gerakan sosial. Didirikan oleh Adhitya Herwin Dwiputra bersama dengan rekannya yang bernama Iftikar pada bulan Juli 2016. Selepas lulus dari Fakultas Pertanian UGM jurusan Agronomi, Adhitya menemukan sebuah fenomena dimana sangat sedikit anak muda yang melirik pentingnya sektor pertanian. Sehingga, ia memutuskan untuk membuat “Aku Petani Indonesia” dengan tujuan meningkatkan peran pemuda dalam sektor pertanian.

Baca Juga : Kisah Usaha Kebun Mini Anggur

“Awalnya kita ini merupakan gerakan sosial yang mengcampaignkan tentang problem yang ada di sektor pertanian secara khusus yaitu tentang krisis regenerasi petani,” ungkap Adhit.

Aku Petani Indonesia
Aku Petani Indonesia dalam acara Green Fest

Adhit melihat saat ini banyak sekali masalah di bidang pertanian, baik itu on farm maupun off farm. Bersama dengan rekannya, Adhitya berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia di 27 provinsi dan 150 kota untuk belajar dan memahami terkait masalah-masalah yang kerap kali terjadi di lapangan. Ia menemukan masalah terkait penggunaan benih yang tidak unggul, pengolahan lahan yang kurang optimal, adanya tengkulak yang merusak harga, dan masih banyak lagi.

Dengan segala masalah yang ada, Aku Petani Indonesia memiliki visi untuk memberikan inspirasi, motivasi dan skill kepada penerus pertanian melalui kolaborasi kreatif, digital campaign & pengembangan SDM penerus pertanian yang mampu bersaing di kancah dunia.

“Kami concern kepada sektor sumber daya manusia, jadi lebih kepada kegiatan-kegiatan edukasi, penyuluhan, dan juga pendampingan,” ujar pria kelahiran Bandar Lampung ini.

Belajar dari pengalaman yang ada, seluruh tim Aku Petani terus merumuskan berbagai macam program yang diharapkan memberikan dampak positif bagi petani terlebih bagi para millenial agar lebih tertarik untuk terjun di bidang pertanian.

Adhitya Herwin sebagai pembicara dalam sebuah acara talkshow

Beberapa programnya antara lain yaitu Kelas Pemuda Tani yang merupakan sebuah kegiatan belajar yang menginspirasi pemuda untuk bertani. Program ini diselenggarakan di salah satu pondok pesantren yang ada di Mojokerto.

Kemudian pada tahun 2019, Aku Petani Indonesia melakukan sebuah campaign besar dengan nama Aku Petani Indonesia Goes To Campus. Lalu, ada program lain bernama KulWa (Kuliah Whatsapp) yang bekerjasama dengan berbagai pihak yang ahli dalam bidangnya.

“Karena kita kan concern ke edukasi dengan peningkatan skill dan knowledge, jadi selama 1 bulan kita bikin kuliah melalui Whatsapp dengan membuat sebuah grup,” jelas Adhit.

Baca Juga : Tips Memulai Usaha Pertanian, Konsisten dan Ketekunan Menjadi Modal Utama

Selain itu, Aku Petani Indonesia juga membuat sebuah forum diskusi keilmuan terkait peran pemuda dalam bidang pertanian di berbagai titik di Indonesia. Seperti contohnya yang sudah dilakukan yaitu di Jakarta, Banten, Yogyakarta, Gresik, dan lainnya.

Program Kelas Pemuda Tani di sebuah pondok pesantren di Mojokerto

Di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia saat ini, Adhit mengungkapkan bahwa ia merasakan beberapa kendala dalam menjalankan program. Sehingga, ia bersama timnya berinovasi dengan memanfaatkan media sosial untuk membuat program bernama Ngangsu Ilmu.

Lalu untuk kegiatan on farm yang saat ini sedang dilakukan yaitu dengan menerapkan konsep corporate farming pada komoditi tanaman porang di Madiun, Jawa Timur. Lebih lanjut, Adhit menjelaskan bahwa konsep korporasi ini bertujuan untuk mencari jalan keluar terhadap sebuah problem yang saat ini terjadi di sektor pertanian yaitu ketidakstabilan harga dengan membangun sebuah payung kerjasama langsung dengan market.

Dengan tidak melupakan tujuan awal pendiriannya, kini Aku Petani Indonesia sedang bertransformasi ke sebuah agro sociopreneur untuk mengembangkan bisnisnya. Adapun produknya ada 2, yaitu, media pertanian dan juga penyedia konsultan SDM yang ahli di bidang pertanian.

Secara umum, kedua produk tersebut ditargetkan untuk seluruh stakeholder yang memiliki konsentrasi ataupun keterlibatan dalam dunia pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Saat ini, Aku Petani Indonesia terus berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti perguruan tinggi, komunitas maupun organisasi kemahasiswaan, organisasi pemuda, dan juga perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

Adhit berharap kedepannya apa yang ditawarkan oleh Aku Petani dapat menjadi solusi bagi pertanian Indonesia. lebih dari itu, Indonesia dapat bertumbuh secara kuantitas dan meningkat secara kualitas SDM penerus pertanian Indonesia yang memiliki ilmu dan keahlian yang baik dan bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Kami harapkan berbagai anak muda dengan background dan keahliannya dapat berbondong-bondong terjun ke dunia pertanian,” pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here