Home Teknologi Automatic Identification System, Alat Deteksi Kapal Penunjuk Arah Dan Keberadaan

Automatic Identification System, Alat Deteksi Kapal Penunjuk Arah Dan Keberadaan

Agrozine.id – Automatic Identification System (AIS) adalah alat deteksi kapal sebagai penunjuk arah dan keberadaan, tak hanya itu, keberadaan perangkat ini juga mampu memberikan informasi terlihatnya ikan laut melalui sonar radar.

Selain menjadi alat pengaman untuk kapal laut ketika berlabuh untuk menangkap ikan, AIS juga dirancang bisa memberikan informasi akurat mengenai identitas kapal, lokasi, kecepatan hingga arah tujuan kapal.

Pemanfaatan sistem informasi keberadaan ini diadopsi oleh Indonesia untuk pemantauan perikanan di seluruh wilayah pengelolaan perikanan yang dapat diakses oleh publik.

Fungsi Alat Deteksi Kapal

  • Meningkatkan keselamatan pelayaran dengan adanya informasi radar dalam perangkat AIS
  • Meningkatkan keamanan maritim
  • Memudahkan pencarian dan penyelamatan SAR jika terjadi sesuatu
  • Memudahkan unvestigasi ketika terjadi kecelakaan
  • Alat deteksi penangkap ikan laut

Mengingat fungsi yang dimiliki cukup banyak maka untuk pemasangan perangkat ini terdapat beberapa ketentuan yang harus dijalankan yaitu; pertama, wajib memasang AIS Klas B di kapal penangkap ikan minimal 60 GT, kemudian kedua adalah, dikenakan sanksi jika terdapat pelanggaran absennya pemasangan AIS

Adapun sanksi yang akan diterima jika terdapat pelanggaran absennya pemasangan AIS di kapal adalah sebagai berikut:

  • Penundaan keberangkatan kapal oleh Syahbandar
  • Pencabutan sementara sertifikat pengukuhan bagi nahkoda yang tidak mengaktifkan AIS atau memberikan informasi AIS yang tidak benar

Pengembangan perangkat AIS ini didasarkan pada tiga permasalahan utama yang kerap dialami nelayan yaitu kurangnya kesiapan operasi nelayan dalam menguasai informasi, kondisi meteorologi ,dan area target penangkapan ikan.

Baca Juga : Rekomendasi Asuransi Untuk Nelayan

Kedua, dirasa perlunya peningkatan peningkatan pemantauan armada nelayan tradisional oleh otoritas di darat untuk mendukung Sumber Daya Alam berkelanjutan dan sekaligus juga menjadi data penting dalam proses rescue jika ada nelayan yang mengalami musibah di laut.

Yang ketiga, selama ini nelayan tradisional mengalami kesulitan untuk mengabarkan kondisi darurat yang dialaminya di laut akibat kurangnya alat komunikasi yang kerap kali menyebabkan terjadinya keterlambatan dalam proses penyelamatan.

Baca juga : Wikraluga, Robot Bawah Air Penyapu Ranjau

Lebih lanjut alat deteksi kapal atau Automatic Identification System ini mempermudah pemantauan lalu lintas kapal yang biasa terdapat pada pelayaran dan pelabuhan. (ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here