Home Kampus Ampas Tahu Pakan Tambahan Sapi Pedaging Bergizi Tinggi

Ampas Tahu Pakan Tambahan Sapi Pedaging Bergizi Tinggi

pakan tambahan sapi pedaging

Agrozine.id – Ampas tahu untuk sebagian orang mungkin masih dianggap sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan padahal dibalik ampas tahu yang mungkin berbau terdapat manfaat yang sangat besar bagi para peternak terutama untuk peternak sapi pedaging, kenapa hal itu bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena ampas tahu bisa dijadikan sebagai pakan tambahan sapi pedaging dan dapat mempercepat proses penggemukan untuk sapi pedaging tersebut.

Ampas tahu adalah hasil samping dalam proses pembuatan tahu yang berbentuk padat. Di dalam ampas tahu masih terkandung banyak karbohidrat dan protein yang masih relative tinggi karena pada saat pembuatan tahu tidak semua kandungan dapat terestrak, apalagi jika hanya menggunakan proses penggilingan sederhana dan tradisional.

Baca juga:  Berikut 3 Pilihan Pakan untuk Sapi Potong

Terdapat 2 jenis ampas tahu yaitu ampas tahu basah dan ampas tahu kering, ampas tahu basah cenderung akan lebih mudah busuk dibandingkan dengan ampas tahu kering, karena ampas tahu basah memiliki kandungan air yang cukup tinggi yaitu sekitar 80% sehingga hanya bisa bertahan paling lama 3 hari.

Biasanya ampas tahu digunakan sebagai konsentrat pada ternak untuk proses penggemukan terutama pada sapi potong karena ampas tahu memiliki kandungan protein kasar yang sangat baik untuk pertumbuhan ternak sehingga penggemukan sapi potong dengan memanfaatkan ampas tahu akan memiliki pertambahan berat badan lebih cepat dan dapat menghasilkan karkas mencapai 60% dari berat sapi hidup.

Nilai gizi dan potensi yang terdapat pada ampas tahu untuk dijadikan pakan ternak cukup tinggi hal ini dikarenakan kacang kedelai di Indonesia tercatat pada tahun 1999 sebanyak 1.306.253 ton, dan untuk wilayah Jawa Barat sendiri sebanyak 85.988 ton. Bila 50% kacang kedelai tersebut digunakan dalam pembuatan tahu dengan konversi kacang kedelai menjadi ampas tahu sebesar 100-112%, maka jumlah ampas tahu yang tercatat yaitu 731. 501. 5ton secara nasional dan 48.153ton untuk wilayah Jawa Barat. Potensi ini cukup menjanjikan sebagai pakan ternak.

Dalam ampas tahu terdapat protein yang cukup tinggi yaitu mencapai 23,55%, di dalam protein ampas tahu juga mengandung zat gizi lainnya seperti karbohidrat yang mencapai 26,92%, lemak sebesar 5,54% serat sebesar 16,53%, abu sebesar 17,03, dan air sebesar 17,03%.

Dalam pemberian ampas tahu pada ternak terutama sapi potong untuk penggemukan dapat diberikan sebanyak 5-7 kg ampas tahu setiap harinya, untuk kebutuhan setiap ekor sapi perbanyak air didalam olahan ampas tahu tersebut, biasanya pemberian ampas tahu dicampur dengan bekatul lalu diberi air dan lebih baik lagi jika dicampur dengan ketela yang telah di cacah maka pertambahan atau pertumbuhan akan optimal.

Dikarenakan kadar air dalam ampas tahu basah cukup tinggi yaitu sekitar 80% sehingga menyebabkan ampas tahu basah mudah busuk dan hanya bertahan paling lama 3 hari ampas tahu dapat diawetkan dengan mengubahnya menjadi tepung, selain dijadikan tepung ampas tahu juga dapat dijadikan silase dimana dengan ampas tahu yang dijadikan silase dapat memperpanjang daya simpan menjadi cukup lama.

Teknik dalam pembuatan silase juga lebih aman dan dapat memberikan nilai nutrisi yang jauh lebih baik. Karena kadar air dalam pakan ternak tidak boleh melebihi 9%. Hal ini sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan mengenai pembuatan pakan ternak sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan hewan ternak dengan maksimal. Karena apabila dalam pakan ternak tersebut mengandung kadar air yang cukup tinggi akan menyebabkan kerusakan pada pakan ternak tersebut yang ditandai dengan adanya jamur yang tumbuh pada pakan ternak.

Selain dengan dibuat silase ampas tahu juga dapat diawetkan dengan cara fermentasi, fermentasi ampas tahu yaitu dimulai dengan menyiapkan ampas tahu sebanyak 20kg lalu peras hingga kadar airnya berkurang, kemudian larutkan cairan EM4 sebanyak 15 ml, 6 sendok makan larutan gula, dan air matang 1 liter dalam bak, kemudian aduk hingga rata dan diamkan selama 2-4 jam.

Baca juga: USU: Pemanfaatan Ampas Tahu Fermentasi sebagai Pakan Ternak

Selain itu untuk memperpanjang daya simpan ampas tahu dapat dikeringkan, pengeringan ampas tahu dilakukan setelah proses pengukusan selesai ampas tahu kemudian dikeringkan dengan oven (dengan pengaturan suhu) selama ± 150 menit pada suhu antara 110-140oC. Pada saat proses pengeringan ampas tahu disarankan untuk dibolak balik agar proses pengeringan merata. Setelah kering ampas tahu kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender selama 15-20 menit.

Penggunaan ampas tahu sebagai pakan tambahan sapi pedaging memiliki cukup banyak keunggulan diantaranya yaitu ampas tahu yang mudah didapatkan, harga ampas tahu yang cukup murah, serta nilai gizi yang cukup baik dengan kandungan protein sebesar 23,55% sebagai pakan tambahan ampas tahu dapat berfungsi untuk melengkapi protein pada hijauan.

Namun banyak sekali yang belum mengetahui bahwa ampas tahu dalam bentuk aslinya yaitu ampas tahu basah dapat menimbulkan dampak atau permasalahan bagi lingkungan karena hasil degradasinya yang dapat menimbulkan persenyawaan yang berbau busuk dan jika ampas tahu tidak dimanfaatkan dan ampas tahu akan menjadi limbah. (ran)

 

Ditulis oleh: Dea Prada

Mahasiswa Polbangtan Bogor

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here