Home Perikanan Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (1)

Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (1)

Teknik Budidaya Ikan Sistem Bioflok (Sumber foto: dkpp.bulelengkab.go.id)

Agrozine.id – Perkembangan zaman menuntut berbagai industri semakin ramah lingkungan, termasuk industri budidaya ikan. Oleh karena itu, beragam teknik untuk meminimalisir limbah budidaya pun mulai bermunculan. Banyak upaya yang dapat dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk meminimalisir limbah sisa pakan atau mengolahnya. Berikut aneka teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang bisa kamu terapkan:

Aquaponik

Teknik budidaya ikan ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu area. Budidaya ikan dan tanaman saling terkoneksi dan memberi manfaat satu sama lain. Ikan mendapatkan pakan langsung dari pembudidaya. Sayuran mendapatkan nutrisi dari  sisa pakan yang sudah terurai dan kotoran ikan sehingga bermanfaat untuk sintesis protein tanaman.

Air yang berasal dari kolam ikan harus melalui sistem penyaringan dan sistem nitrifikasi sebelum dialirkan ke tanaman. Hal ini bertujuan untuk mengendapkan kotoran ikan dan mengubah unsur nitrogen yang dominan dari kolam ikan seperti urea dan amonia menjadi ion nitrogen. Sebab, tanaman hanya menyerap unsur nitrogen dalam bentuk ion. Nitrifikasi mencegah tanaman mengalami keracunan akibat dominasi unsur nitrogen.

Bioflok

Teknik budidaya ikan ini memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah ikan menjadi pakan alami. Mikroorganisme tersebut membentuk gumpalan-gumpalan kecil yang disebut bioflok. Bioflok membutuhkan sumber karbon, seperti molase atau tepung sagu, untuk berkembang biak. Sistem bioflok juga membutuhkan aerasi yang cukup untuk menyediakan oksigen bagi mikroorganisme dan ikan. Bioflok membantu menjaga kualitas air dan meningkatkan pertumbuhan ikan.

Teknologi yang menerapkan keseimbangan unsur organik dalam air ini sudah banyak dipraktikkan, baik pada udang di tambak maupun ikan air tawar . Teknik bioflok ini dapat menekan konversi pakan ikan sehingga mengurangi buangan limbah ke lingkungan.

Budikdamber

Budikdamber adalah singkatan dari Budidaya Ikan dalam Ember, sebuah metode inovatif untuk memelihara ikan dan menanam sayuran dalam satu wadah, yaitu ember. Sistem ini memanfaatkan simbiosis mutualisme antara ikan dan tanaman, di mana air kolam ikan yang kaya nutrisi dialirkan ke tanaman, dan tanaman membantu membersihkan air dan menyediakan oksigen bagi ikan.

Budikdamber hanya membutuhkan sedikit air dan ruang, sehingga cocok untuk diterapkan di lahan yang terbatas. Budikdamber tidak memerlukan banyak pupuk dan pestisida sehingga dapat menghemat biaya produksi. Budikdamber mudah diterapkan dan tidak memerlukan banyak keterampilan khusus. Dengan sistem yang optimal, budikdamber dapat menghasilkan panen ikan dan tanaman yang berlimpah. Budikdamber merupakan sistem yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Busmetik (Budidaya Udang Skala Mini Empang Plastik)

Ini merupakan teknik budidaya udang vanamei (Litopenaeus vannamei) yang inovatif dan ramah lingkungan, dikembangkan oleh Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Serang. Udang dibudidayakan dalam empang plastik yang dilapisi terpal. Teknik budidaya ini diterapkan dengan memperkecil petakan tambaknya, sekitar 1/5  hingga 1/4 dari ukuran tambak pada umumnya. Dengan demikian, pengontrolan lebih mudah dan  penggunaan pakan menjadi lebih efisiensi. Busmetik menggunakan air yang lebih sedikit dibandingkan dengan budidaya udang tradisional. Busmetik tidak mencemari lingkungan karena air limbahnya diolah terlebih dahulu. Air limbah dari empang plastik dialirkan ke biofilter untuk diolah. Probiotik ditambahkan ke dalam air untuk membantu menguraikan limbah dan meningkatkan kualitas air.

Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA)

Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) adalah teknik budidaya ikan berkelanjutan yang menggabungkan beberapa spesies dari tingkat trofik (tingkatan makan) berbeda dalam satu sistem perairan. Kamu dapat memelihara ikan yang memakan pakan buatan (tingkat trofik tinggi), rumput laut yang menyerap nutrisi dari air (tingkat trofik rendah), dan kerang yang menyaring materi organik (tingkat trofik menengah). Dengan menggabungkan spesies ini, produk sampingan dari satu spesies menjadi makanan atau sumber daya bagi yang lain. Sistem loop tertutup ini mengurangi polusi dan mendorong keseimbangan yang lebih alami. Petani berpotensi memanen berbagai produk (ikan, rumput laut, kerang) dari satu sistem sehingga meningkatkan hasil dan pendapatan.

Karamba Jaring Apung (KJA)

Budidaya ikan dengan Keramba Jaring Apung (KJA) adalah teknik budidaya ikan yang dilakukan di perairan terbuka, seperti danau, waduk, laut, dan sungai, dengan menggunakan jaring apung sebagai wadah pemeliharaannya.

KJA memanfaatkan perairan terbuka yang luas sehingga tidak memerlukan lahan yang luas di darat. KJA memberi ruang yang lebih luas bagi ikan untuk bergerak dan berenang sehingga tingkat stres ikan berkurang dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup. KJA memungkinkan pemeliharaan ikan dalam jumlah yang banyak, sehingga potensi panen lebih tinggi. KJA memanfaatkan air yang kaya akan oksigen dan nutrisi dari perairan terbuka sehingga pertumbuhan ikan lebih optimal. (das)

Artikel Selanjutnya: “Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (2)”

Yuk, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here