Home Perikanan Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (2)

Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (2)

Perpaduan Budidaya Ikan dan Tanaman (Sumber foto: www.youtube.com)

Agrozine.id – Artikel Sebelumnya : Aneka Teknik Budidaya Ikan Ramah Lingkungan (1)”

Pakan Terapung

Teknik budidaya ikan pakan terapung adalah metode pemberian pakan pada ikan yang menggunakan pakan berbentuk pelet terapung. Dengan demikian, dapat lebih mudah mengontrol jumlah pakan yang diberikan karena pakannya terapung sehingga dapat dilihat. Namun, teknik ini hanya sesuai untuk ikan-ikan yang makan di permukaan saja, tidak untuk tipe demersal yang mencari makan di dasar seperti udang.

Sistem ini lebih hemat karena pakan terapung tidak mudah larut dalam air sehingga tidak terbuang percuma. Pakan terapung memungkinkan ikan untuk memakan pakan secara perlahan dan sesuai dengan kebutuhannya.  Teknik pakan terapung menghasilkan limbah yang lebih sedikit dibandingkan dengan sistem pakan tradisional sehingga lebih ramah lingkungan.

Protein Sparring

Sistem protein sparring adalah teknik budidaya ikan yang menggabungkan dua jenis ikan dengan kebutuhan protein yang berbeda. Ikan dengan kebutuhan protein tinggi (karnivora) dipelihara bersama dengan ikan dengan kebutuhan protein rendah (herbivora). Ikan karnivora akan memanfaatkan sisa pakan dan kotoran ikan herbivora sebagai sumber protein. Ikan herbivora akan membantu menjaga kualitas air dengan memakan alga dan organisme lain yang tumbuh di kolam. Contohnya, ikan nila dan lele atau ikan mas dan patin.

Sistem protein sparring memungkinkan penggunaan pakan yang lebih efisien karena sisa pakan dari ikan karnivora dimanfaatkan oleh ikan herbivora. Sistem ini menghasilkan limbah yang lebih sedikit dan ramah lingkungan karena kotoran ikan karnivora dimakan oleh ikan herbivora. Sistem ini juga dapat meningkatkan produktivitas panen karena kedua jenis ikan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Re-circulating Aquaculture System (RAS)

Sistem Akuakultur Resirkulasi (RAS) adalah teknik budidaya ikan inovatif yang menggunakan kembali air kolam secara terus menerus.  Ini dicapai melalui sistem penyaringan dan pengolahan air yang canggih.  RAS menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan metode budidaya ikan tradisional, menjadikannya pilihan menarik bagi petambak modern.

Air kolam yang mengandung limbah ikan seperti amonia dan nitrat akan dipompa keluar dari kolam. Air kemudian melewati serangkaian biofilter yang berfungsi untuk menghilangkan padatan tersuspensi, amonia, dan nitrat.

Biofilter adalah filter yang sangat penting dalam sistem RAS karena mengandung bakteri menguntungkan yang memecah amonia menjadi nitrit, kemudian nitrit menjadi nitrat. Nitrat selanjutnya dapat digunakan oleh tanaman. Setelah difilter, air yang sudah bersih dikembalikan ke kolam budidaya ikan.

RAS menggunakan kembali air kolam secara terus menerus sehingga penggunaan air secara keseluruhan jauh lebih efisien dibandingkan metode tradisional. Ini sangat bermanfaat di daerah dengan sumber air terbatas. Sistem ini menghasilkan lebih sedikit limbah ke lingkungan karena amonia dan nitrat diolah dalam sistem. RAS memungkinkan kontrol kualitas air yang lebih baik dan stabil sehingga mengurangi risiko penyakit ikan. Lingkungan budidaya yang terkontrol dengan baik dalam RAS dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan, serta memungkinkan kepadatan tebar yang lebih tinggi.

Tambak Organik

Budidaya tambak organik adalah teknik budidaya ikan atau udang di tambak yang menggunakan bahan-bahan organik dan ramah lingkungan, seperti kompos, pupuk kandang, dan mikroorganisme lokal (MOL), untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas air.

Budidaya tambak organik tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan pupuk anorganik sehingga lebih aman bagi lingkungan dan organisme di sekitarnya. Udang atau ikan yang dibudidayakan secara organik umumnya lebih sehat dan memiliki rasa yang lebih baik karena terbebas dari residu bahan kimia. Budidaya tambak organik dapat meningkatkan keuntungan bagi petambak karena biaya produksi yang lebih rendah dan harga jual produk yang lebih tinggi.

Yumina (sayur dan ikan) dan Bumina (buah dan ikan)

Yumina dan Bumina adalah dua sistem budidaya yang mengintegrasikan tanaman dan hewan air untuk menghasilkan produk yang lebih berkelanjutan dan efisien. Teknologi ini dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan kelautan dan Perikanan.

Yumina menggabungkan budidaya sayuran dengan budidaya ikan. Sayuran ditanam di atas kolam ikan, memanfaatkan air kolam yang kaya nutrisi. Limbah dari sayuran menjadi sumber makanan bagi ikan. Ikan membantu menjaga kualitas air dan menyediakan nutrisi bagi sayuran.

Bumina menggabungkan budidaya buah dengan budidaya ikan. Buah ditanam di sekitar kolam ikan, memanfaatkan air kolam untuk irigasi. Limbah dari buah menjadi sumber makanan bagi ikan. Ikan membantu menjaga kualitas air dan menyediakan nutrisi bagi buah.

Yumina dan Bumina mengoptimalkan penggunaan lahan dengan menanam tanaman dan memelihara ikan di area yang sama. Limbah dari satu sistem menjadi sumber daya bagi sistem lainnya. Sistem ini mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia dan menjaga kualitas air.

90% Satiation Feeding

Teknologi ini dikembangkan oleh ASA (American Soybean Association). Teknologi tersebut diambil dari negeri Tiongkok. Logikanya adalah ikan tidak diberikan pakan kenyang setiap hari, tetapi hanya pada level 90 % saja. Jadi, tidak ada makanan yang tersisa karena tidak dimakan dan metabolisme ikan lebih baik. Teknologi ini pernah dicoba di Indonesia pada ikan mas dan nila yang dipelihara di kolam arus deras dan karamba jaring apung.

Demikian aneka teknik budidaya ikan ramah lingkungan. Setiap teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Pemilihan teknik yang tepat tergantung pada jenis ikan yang dibudidayakan, kondisi lingkungan, dan sumber daya yang tersedia. Selamat berbudidaya ikan dan semoga sukses! (das)

Yuk, tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here