Home Hortikultura Anggrek Tebu, Si Ratu Anggrek Berharga Puluhan Juta Rupiah

Anggrek Tebu, Si Ratu Anggrek Berharga Puluhan Juta Rupiah

www.socfindoconservation.co.id

Agrozine Anggrek tebu yang bernama ilmiah Grammatophyllum speciosum disebut juga ratu anggrek, anggrek raksasa, dan anggrek harimau. Spesies ini  adalah anggrek terbesar di dunia yang merupakan spesies anggrek asli Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia (Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi).

Anggrek ini tercatat dalam Guinness Book of World Records sebagai anggrek tertinggi di dunia, dengan spesimen setinggi 7,62 meter. Batangnya mempunyai ukuran yang besar, sepintas mempunyai kemiripan dengan tanaman tebu sehingga disebut anggrek tebu.

Anggrek tebu merupakan tanaman epifit dan juga litofit (tumbuh pada batu-batuan dan tahan terhadap cahaya matahari penuh), akarnya berbentuk bundel tebal. Pseudobulbs silindernya dapat tumbuh hingga sepanjang 2,5 m dan berkembang menjadi kelompok raksasa dengan berat mulai dari ratusan kilogram hingga lebih dari satu ton.

Pada tahun 2000, ahli biologi Tim Laman dan Phil Atkinson menemukan anggrek ini di Kalimantan dengan lebar 7,6 meter dan berbunga antara 2.500 dan 5.000 bunga. Tanaman itu benar-benar mengelilingi pohon inang 46 meter di atas tanah. Tumbuhan anggrek tebu tertua ditanam di Singapore Botanic Garden pada tahun 1861 oleh Garden Director Lawrence Niven dan stafnya. Tanaman ini memiliki lebar lima meter. Anggrek tebu paling besar pernah tercatat dalam pameran tahun 1851 di Hyde Park di London. Beratnya dua ton dalam satu rumpun.

Setiap raceme (tandan) dapat tumbuh setinggi 3 m, menghasilkan hingga delapan puluh bunga, masing-masing selebar 10 cm. Bunganya berwarna kuning dengan bintik merah marun atau merah tua. Bunga terendah tidak memiliki bibir dan bunga-bunga ini berfungsi sebagai osmofor (kelenjar aroma) untuk seluruh perbungaan dan terus mengeluarkan aroma kimiawi untuk menarik penyerbuk saat bunga terbuka secara berurutan. Bunganya mekar hanya sekali setiap dua hingga empat tahun. Anggrek ini dapat tetap mekar hingga dua bulan. Setiap bunga dapat tetap segar selama enam minggu. Selain itu, tanaman ini telah ditemukan memiliki potensi manfaat pengobatan; misalnya penelitian Harikarnpakdee dan Chowjarean menemukan bahwa secara khusus anggrek tebu membantu penyembuhan luka pada manusia.

Tanaman ini kini menjadi primadona yang banyak diminati masyarakat. Dalam sebuah pameran Flora dan Fauna di Jakarta tahun 2023 ini, anggrek ini laku dijual seharga Rp 60 juta. Namun sayang, anggrek tebu saat ini langka di habitat aslinya. Hal tersebut karena rusaknya habitat, akibat penebangan hutan, dan alih guna lahan. Eksploitasi anggrek ini di alam juga akan mengakibatkan kepunahan.

Demikian informasi tentang anggrek tebu. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here