Home Perkebunan Antisipasi Dampak La Nina, Wilmar Lakukan Pendampingan Kepada Petani Kelapa Sawit

Antisipasi Dampak La Nina, Wilmar Lakukan Pendampingan Kepada Petani Kelapa Sawit

antisipasi dampak La Nina

Agrozine.id – Sebagai perusahaan perkebunan sawit, Wilmar Group terus berkomitmen dampingi para petani kelapa sawit yang merupakan lini terdepan industri perkebunan sawit. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya perusahaan untuk antisipasi dampak La Nina agar mencapai target produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tahun 2021 ini.

Wilmar lakukan pendampingan agronomi kepada para petani dan planters (pekebun) kelapa sawit secara daring pada Selasa (12/01/2021). Langkah pendampingan tersebut dilakukan guna antisipasi dampak La Nina yang diprediksi akan berlanjut di tahun ini. Sehingga, dampat terhadap produksi kelapa sawit dapat ditekan.

Baca juga: Melalui Kebijakan NDPE, Wilmar Dorong Pemasok Lindungi Kawasan Ekosistem Leuser

Head of Fertilizer Business Wilmar Group, Hendrogiarto Tiwow mengatakan, Pupuk Mahkota tidak hanya menjamin ketersediaan produk, tetapi juga turut mendampingi petani secara agronomi dalam meningkatkan produksi.

Ia melanjutkan, pendampingan dilakukan juga dalam bentuk analisa laboratorium tanah dan daun serta rekomendasi pemupukan secara gratis, terutama kepada perkebunan kelapa sawit rakyat.

Dengan berbagai pendampingan ini, perusahaan berharap produktivitas kelapa sawit rakyat dapat mendekati, bahkan setara dengan skala besar.

Baca juga: Petani Sawit Swadaya Indonesia Bersertifikat RSPO Meningkat 167%

Head of Agronomy and Technical Support Department PT Wilmar Chemical Indonesia Syaiful Bahri Panjaitan menambahkan, pendampingan secara virtual tersebut dilakukan sejak Maret 2020. Tingginya jumlah hari hujan dan curah hujan pada semester kedua 2020 diramalkan berlanjut hingga semester pertama tahun ini.

Hal itu akan mengurangi penyerbukan serbuk sari ke kepala putik akibat keterbatasan polen kering yang akan menyerbuki kepala putik yang siap dibuahi.

Jumlah rerata tandan yang terbentuk di pohon tahun ini tergolong cukup banyak tetapi kemungkinan rasio produksi brondolan terhadap tandan rendah pada semester satu sehingga produksi berpotensi turun.

Syaiful mengatakan jika penurunan produksi akan terjadi hampir merata dan diprediksi berlangsung hingga April 2021 nanti. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here