Home Perikanan Apa itu Teknik Budidaya Semi Intensif pada Ikan? Untung Maksimal

Apa itu Teknik Budidaya Semi Intensif pada Ikan? Untung Maksimal

Semi Intensif

Agrozine – Sistem semi insentif merupakan teknik budidaya peralihan, antara budidaya ekstensif (alami) dan budidaya intensif (buatan).  Sistem ini dinilai cocok untuk budidaya ikan dan udang di tambak karena dampaknya terhadap lingkungan relatif lebih kecil. Selain itu, sarana dan prasarana produksi dinilai jauh lebih murah dibandingkan tambak intensif. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih lanjut teknik budidaya semi intensif yang memberikan kelangsungan produksi dan usaha berkelanjutan. Simak ulasannya!

Manajemen Budidaya Semi Intensif

Manajemen pengelolaan tambak semi intensif tergolong lebih mudah dibandingkan dengan tambak intensif, karena pada penebaran benur atau benih tidak terlalu tinggi, begitu pula kebutuhan pakan yang tidak sepenuhnya mengandalkan pakan buatan.

Penurunan kualitas air juga tidak sedrastis tambak intensif, karena tumpukan limbah organik berasal dari sisa pakan dan kotoran udang. Kualitas air dapat dipertahankan dengan dengan cukup baik hingga menjelang panen.

Penerapan Pola Budidaya Semi Intensif

Terdapat beberapa faktor yang membedakan sistem semi insentif dengan sistem budidaya ikan lainnya.

  1. Petak pada tambak. Pemeliharaan biota lebih sedikit dibandingkan dengan sistem ekstensif dan ekstensif plus.
  2. Padat penebaran lebih tinggi. Misalnya, 1-2 ekor ikan bandeng dan 5-20 ekor udang windu per meter persegi.
  3. Kegiatan pengelolaan wadah pemeliharaan semakin banyak. Pada tambak, kegiatan budidaya dimulai dari pengelolaan tanah, pengapuran, dan pemupukan. Pada proses pemeliharaan, ikan dan udang akan diberi pakan buatan dengan tambahan secara teratur yakni 1-2 kali sehari.
  4. Pergantian air tambak dilakukan 5-20 persen setiap hari.

Keunggulan Budidaya Semi Intensif

Besarnya keuntungan yang diperoleh dari tambak semi intensif tidak terlepas dari biaya kebutuhan sarana dan prasarana yang jauh lebih murah. Penerapan tingkat teknologi budidaya ini juga berpengaruh terhadap hasil produksi pada proses pemeliharaan berikutnya. Untuk itu, penetapan teknologi budidaya ini akan lebih menguntungkan. Hal ini didasari oleh perhitungan ekonomis yang memberikan tingkat keuntungan paling optimal dengan jangka waktu paling lama.

Nah, sekarang kita telah mengenal lebih lanjut teknik budidaya semi insentif pada ikan dan udang yang tergolong praktis, murah, dan mudah untuk diterapkan oleh pelaku usaha dan petani. Semoga bermanfaat, jangan lupa membaca artikel lainnya pada website Agrozine untuk memperbarui wawasan sehingga dapat menerapkannya secara langsung. (rin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here