Home Perkebunan APRIL Group Dukung Pengelolaan Lahan Gambut Indonesia

APRIL Group Dukung Pengelolaan Lahan Gambut Indonesia

pengelolaan lahan gambut Indonesia

Agrozine.id – Indonesia merupakan salah satu negara dengan lahan gambut terluas di dunia yakni sebesar 13,43 juta hektar. Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah untuk memperbaiki pengelolaan lahan gambut Indonesia yaitu dengan kerjasama yang baik berbagai pihak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong saat membuka webinar bertajuk “Pengelolaan Gambut secara Berkelanjutan untuk Pengembangan Ekonomi, Lingkungan dan Masyarakat”.

Alue mengatakan, Indonesia memiliki kemampuan sumber daya yang kuat dalam mengelola kawasan gambut berkelanjutan. Tidak hanya itu, dalam mengelola gambut perlu juga secara bertanggung jawab dan bijaksana.

Baca juga: Kemajuan dan Tantangan Restorasi Lahan Gambut di Indonesia

Menurutnya, gambut tidak hanya sebagai aset lingkungan tetapi juga aset ekonomi dalam rangka peningkatan kesejahteraan bangsa dan negara. Semua harus seiring sejalan atau ada keseimbangan antara ekonomi, lingkungan dan sosial.

“Perlu ditekankan tata dan kelola secara bertanggung jawab bijaksana dan berkelanjutan di dalam bingkai sinergisitas, spirit kerja kolaboratif, multipihak dan multiguna sesuai karakterisitik dan fungsi gambut. Tidak boleh berpikir sektoral tapi juga lintas sektoral, tidak hanya lintas kementerian tetapi juga lintas kepentingan,” terangnya.

Maka dari itu, dengan pengalaman, pengetahuan, teknologi, informasi dan inovasi dengan pendekatan multipihak dalam pengelolaan lahan gambut Indonesia, diharapkan kedepannya dapat mensejahterakan bangsa.

Sementara itu, perusahaan yang bergerak di bidang pulp and paper, Grup APRIL menerapkan pendekatan proteksi-produksi dalam pengelolaan hutan tanaman industri (HTI) serta menginisiasi program Restorasi Ekosistem Riau seluas 150.693 hektar sebagai upaya mendukung konservasi dan restorasi ekosistem gambut di Provinsi Riau.

“Grup APRIL juga berpartipasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan lahan gambut tropis yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengelolaan lahan gambut global. Ini merupakan komitmen dari sektor swasta dalam berkolaborasi bersama multipihak lainnya dalam mendukung praktik pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan,” kata Deputy Director Sustainability & Stakeholder Engagement APRIL Group, Dian Novarina yang turut menjadi pembicara dalam webinar.

Baca juga: Strategi Restorasi Lahan Gambut Melalui Perhutanan Sosial

Dian juga menggarisbawahi bahwa aspek sosial sangat penting dan tidak boleh terlupakan dalam pengelolaan gambut yang berkelanjutan. Ia menyatakan, pemanfaatan gambut berkelanjutan berarti juga kemajuan yang inklusif untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami melakukan pemberdayaan masyarakat melalui prakarsa transformati dalam APRIL 2030. Salah satu targetnya nol kemiskinan ekstrem pada radius 50 km dari wilayah operasional kami,” katanya

Selain itu, APRIL juga terus mendorong serangkaian program pemberdayaan masyarakat di lahan gambut, salah satunya pengembangan one village one commodity (OVOC) yang telah menghasilkan komoditas unggulan seperti Nanas Penyengat yang menjadi sumber penghasilan masyarakat disekitar daerah operasional. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here