Home Perkebunan Lumbung Pangan Nasional, Siap Perkuat Swasembada Pangan

Lumbung Pangan Nasional, Siap Perkuat Swasembada Pangan

Agrozine.id – Pandemi Covid-19 meluluhlantakkan berbagai sektor dan aspek kehidupan. Sektor pertanian tidak luput dari ancaman, ketahanan pangan tengah menjadi taruhan. FAO, Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia memperingatkan akan ancaman krisis pangan sebagai dampak penyebaran virus corona. Guna mencegah hal ini terjadi, pemerintah mengambil langkah untuk memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

Pada Kamis (9/7), Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai leading sector pengembangan lumbung pangan nasional. Program ini dibentuk untuk membuat pusat cadangan pangan dan mencegah kurangnya pasokan pangan dalam negeri. Pada hari yang sama, Jokowi dan Prabowo telah meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan sumber cadangan logistik nasional yakni Provinsi Kalimantan Tengah. Kalteng merupakan lokasi pertama lumbung pangan baru di luar pulau Jawa.

Ada dua titik yang ditinjau langsung presiden Republik Indonesia. Yang pertama, di Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Kabupaten ini memiliki lahan potensial seluas 20.704 hektare dan lahan fungsional mencapai 5.840 hektare. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan pemaparan sambil meninjau lahan di Kabupaten Kapuas. Selain itu, Jokowi dan rombongan mengunjungi saluran irigasi primer induk di UPT A.5 di Kecamatan Dadahup yang telah dibangun dalam dua pekan terakhir.

Beranjak dari Kapuas, tim pengelolaan lumbung pangan nasional melanjutkan perjalanan menuju Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten Pulang Pisau dipilih sebagai titik kedua dengan lahan potensial seluas 10.000 hektare. Selain meninjau lahan pertaniannya, Jokowi mengunjungi lokasi padat karya irigasi P3-TGAI. Dilansir dari kompas, kepala negara mengatakan “Dalam 1,5 sampai maksimal dua tahun akan ditambah lagi 148.000 hektare baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun Kapuas,”ujarnya.

Untuk melancarkan pengelolaan lumbung pangan tersebut dibentuk sebuah badan. Menteri Pertahanan Prabowo akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Jokowi berharap, program yang disebut juga food estate ini mendapat dukungan dari gubernur dan para bupati. Dalam peninjauan itu hadir pula Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran.

Program food estate merupakan tanggapan serius pemerintah terkait peringatan FAO. Dalam rapat Istana Kepresidenan sebelum kunjungannya ke Kalimantan Tengah, Jokowi menyebut krisis ekonomi global akibat pandemi ini mengerikan. Tidak hanya Jokowi, hal ini dirasakan hampir seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi hanya turun 2,5 persen tahun ini semakin memburuk.

Menurut Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), kontraksi ekonomi global tahun ini mencapai minus 6 hingga 7,6 persen. Pada Selasa (7/7) di Jakarta, kepala negara menyinggung kontraksi ekonomi yang sudah dialami Indonesia di kuartal pertama 2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia turun dari angka 5 persen, menjadi 2,97 persen. Menurutnya, nasib ekonomi Indonesia akan ada di kuartal ketiga dan menghimbau para menteri untuk memiliki sense of crisis yang sama. Jika keadaan membaik, ia optimis ekonomi di kuartal keempat serta tahun 2021 mendatang juga berjalan mulus, seperti dilansir dari kompas.

Saat ini pemerintah tengah serius menggarap masalah pangan. Presiden berharap, kedepannya Indonesia tidak akan kekurangan pasokan pangan di tengah pandemi dan pergantian musim yang tidak bisa diprediksi. “Akan dipasok dari sini entah padi, singkong, jagung, cabai, semua dimanajemen,” kata Jokowi, seperti dilansir dari katadata. Program lumbung pangan nasional akan dilaksanakan di kawasan aluvial dengan lahan potensial seluas 165.000 hektare. Lahan eks gambut yang digunakan ini memiliki lahan fungsional seluas 85.500 hektare dan sudah digunakan untuk produksi setiap tahunnya.

“Target nya proyek lumbung pangan ini dapat ditanami pada musim kedua, yakni mulai Oktober 2020 sampai Maret 2021,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah menargetkan lumbung dapat beroperasi penuh pada tahun 2022 mendatang. Lahan seluas 28.321 hektare tengah menjadi prioritas pemerintah sebagai tahap awal untuk mengejar musim tanam tahun ini.

Pengembangan kedua kawasan Kalimantan Tengah untuk program lumbung pangan nasional dilakukan oleh basis korporasi petani. Tak hanya pertanian, pengembangan secara terintegrasi akan mencakup perkebunan dan peternakan. Para petani penggarap lahan dan peternakan akan terkonsolidasi dalam kelompok tani. Dengan begitu, pemerintah akan memfasilitasi kelompok tani baik dari sarana maupun prasarana guna mendukung jalannya program ini.

Program lumbung pangan nasional erat kaitannya dengan swasembada pangan. Berdasarkan ketetapan FAO pada tahun 1999, suatu negara dapat dikatakan swasembada apabila produksinya mencapai 90 persen dari kebutuhan nasional. Di Indonesia, swasembada pangan merupakan program pembangunan pertanian yang selama ini fokus pada satu komoditas utama yakni padi. Program swasembada pangan menjadi target pembangunan nasional agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dan tidak lagi mengimpor bahan pangan dari luar negeri.

Pangan merupakan komoditas strategis yang berkontribusi pada ketahanan bangsa. Ketersediaan pangan dalam jumlah cukup dan mutu bahan pangan yang baik berdampak pada perekonomian. Dalam program food estate, tidak hanya komoditas padi yang menjadi target pemerintah. Juru Bicara Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar menegaskan food estate bukanlah program cetak sawah. “Tidak hanya fokus pada beras tapi komoditi-komoditi lainnya yang bermanfaat untuk pengembangan pangan dan kebutuhan pangan di seluruh Indonesia,”kata Dahnil seperti dilansir dari detik.

Kementrian Pertanian mengatakan, berbagai komoditas pangan akan ditanam di lahan proyek food estate. Mulai dari padi, buah-buahan, sayur-sayuran hingga peternakan akan menjadi fokus pemerintah pada lumbung pangan tersebut. Selain itu, sejalan dengan program swasembada pangan, pemerintah akan membantu petani dan peternak hasilkan kualitas pangan yang baik melalui penyediaan bibit, pupuk, sarana prasarana pertanian hingga tahap pasca panen.

Melalui program lumbung pangan nasional, terselip pula asa untuk memperkuat swasembada pangan. Perum Bulog berencana membangun gudang penyimpanan beras pada 14 wilayah termasuk lahan food estate Kalimantan Tengah. “Bulog juga sudah mempersiapkan. Salah satunya di Kabupaten Pulang Pisau, kami baru membangun gudang,”kata Direktur Utama Bulog, Budi Waseso pada Selasa (14/7). Dilansir dari katadata, Bulog memperkirakan rata-rata produksi beras di wilayah lumbung pangan mencapai empat ton per hektare.

Dengan produksi sebesar itu, ada potensi swasembada pangan dari daerah ini. Terlebih, provinsi Kalimantan Tengah memiliki lahan sawah seluas 48 hektare yang aktif digunakan untuk produksi. Pembangunan gudang beras Bulog akan membuat beras yang disimpan bertahan lama, mengingat sampai saat ini belum ada penyimpanan khusus beras. Selain gudang, Bulog telah mempersiapkan mesin penggilingan beras (rice milling plant) dan berkoordinasi dengan bupati setempat. Perihal musim tanam, Bulog memperkirakan mulai menanam di lahan lumbung pangan nasional mulai Oktober tahun ini.

 

Ditulis oleh Rachmabiyati Chairini Putong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here