Home Teknologi Atasi Abrasi Pantai dengan Teknologi Hybrid Engineering (HE)

Atasi Abrasi Pantai dengan Teknologi Hybrid Engineering (HE)

teknologi Hybrid Engineering (HE)

Agrozine.id – Saat ini, banyak ditemukan pantai di Indonesia yang mengalami abrasi. Konversi hutan mangrove menjadi tambak ikan atau udang telah menyebabkan hilangnya fungsi perlindungan pesisir. Maka dari itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara intensif melakukan pembangunan struktur pelindung pantai, salah satunya yaitu dengan teknologi Hybrid Engineering (HE).

Dilansir dari laman Instagram Kementerian Kelautan dan Perikanan (@kkpgoid) , pesisir Indonesia mengalami abrasi dengan laju rata-rata 1.950 Ha/tahun. Dan panjang rata-rata pantai yang terabrasi 420 km/tahun. Belum lagi sedimentasi yang terjadi secara alamiah maupun buatan dengan laju akresi 895 Ha/tahun.

Teknologi HE atau cara modern untuk mengatasi pesisir pantai dari abrasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi pantai yang hilang. Selain itu teknologi ini juga dapat membentuk tanah timbul yang dapat dimanfaatkan, khususnya untuk konservasi lingkungan.

Dengan adanya teknologi ini sedimen yang terbawa oleh gelombang laut akan terkumpul. Dengan begitu, gelombang akan lebih tenang dan sedimen juga lebih sedikit.

Perlu diketahui bahwa material dari teknologi HE itu terbuat dari kayu dan ranting-ranting yang didesain khusus oleh engineer asal Belanda. HE tersebut sangat memungkinkan dilalui oleh air dan lumpur, mampu memecah tapi tidak memantulkan gelombang air laut, dan yang paling menarik adalah pasir yang terbawa bersama ombak akan tersisih di dalamnya.

Bagaimana dengan Indonesia, apakah sudah menerapkan teknologi ini? Ada. Teknologi pemecah ombak ini ternyata sudah digunakan di Kabupaten Serang sepanjang 2.000 meter, Kabupaten Cirebon sepanjang 1.250 meter, Kabupaten Demak 3.500 meter, Kabupaten Rembang 1.000 meter dan Kabupaten Gresik 1.200 meter.

Perlu diketahui bahwa rahasia aplikasi teknologi Hybrid Engineering (HE) di beberapa pesisir Jawa Barat dan Jawa Tengah ini mengadopsi struktur akar mangrove, dengan begitu laju abrasi pantai dapat dikurangi dan upaya rehabilitasi kawasan pesisir bisa diakselerasi. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here