Home Biodiversitas Keunikan Ayam Hutan, Leluhur Ayam Masa Kini #2

Keunikan Ayam Hutan, Leluhur Ayam Masa Kini #2

Agrozine.id – Pada artikel sebelumnya yang berjudul “Keunikan Ayam Hutan, Leluhur Ayam Masa Kini #1” kamu telah mengenal Ayam Hutan Merah dan Ayam Hutan Sri Langka. Berikutnya, kamu akan dikenalkan dua jenis ayam hutan lainnya, yaitu ayam hutan hijau dan ayam hutan kelabu. Langsung disimak saja ya.

Ayam Hutan Hijau (Gallus varius)

Ayam ini diyakini pula sebagai nenek moyang ayam peliharaan di masa ini. Di Indonesia, ayam ini mempunyai banyak istilah, seperti canghegar di Sunda, ayam alas di Jawa, ajem allas atau tarattah di Madura. Dalam bahasa Inggris, ayam ini diketahui dengan nama Green Junglefowl, Javan Junglefowl, Forktail, ataupun Green Javanese Junglefowl.

Panjang tubuh ayam hutan hijau jantan 60 centimeter, sedangkan ayam betina 42 cm. berbeda dengan ayam hutan merah, ayam hutan hijau mempunyai jengger yang tidak bergerigi. Jenggernya membulat pada bagian tepi, bercorak merah serta kebiruan di bagian tengah.

Bulu pada leher, tengkuk, dan mantel bercorak hijau mengkilap dengan tepi kehitaman seperti sisik ikan. Pinggul tertutupi oleh bulu- bulu panjang meruncing kuning keemasan, dan pada bagian tengahnya berwarna hitam.

Bulu bagian dasar berwarna gelap dan ekornya berwarna hitam kehijauan mengkilap. Ayam hutan hijau betina badannya berdimensi lebih kecil, bulunya berwarna kuning kecokelatan, bergaris, serta berbintik gelap.

Ayam hutan hijau menyukai habitat terbuka, semacam padang rumput, tepi hutan serta wilayah perbukitan rendah dekat tepi laut. Ayam ini tersebar secara terbatas di wilayah Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.

Di wilayah Jawa Barat, ayam hutan hijau hidup di daerah dengan ketinggian 1. 500 mdpl, di Jawa Timur sampai ketinggian 3. 000 mdpl, dan di Lombok sampai 2. 400 mdpl. Ayam ini hidup berkelompok, yang terdiri dari 2 sampai 7 ekor.

Ayam hutan hijau mempunyai keahlian terbang vertikal sampai 7 m yang tidak dipunyai tipe ayam kampung. Kemampuan terbang lurusnya bisa menempuh jarak hingga ratusan meter.

Ayam ini mempunyai karakteristik khas suara yang unik. Suara kokoknya pendek, tetapi nyaring. Suara kokokan ayam akan disambut oleh ayam lain yang mendenganrya. Sedangkan kotekan ayam hutan hijau betina sama dengan kotekan ayam kampung betina.

 Ayam Hutan Kelabu (Gallus sonneratii)

Ayam ini tersebar secara endemik di hutan tropis India bagian tengan, barat, dan selatan. Ayam hutan kelabu jantan panjangnya sekitar 80 cm. Ayam betinanya berukuran sekitar 38 cm. Mukanya berwarna merah dengan bercak putih pada bagian kuping. Paruhnya kuning kecokelatan dan iris matanya kuning.

Bulu pada bagian leher, tengkuk, serta mantel bercorak kelabu berbintik gelap putih.  Bulu ekornya gelap keunguan dengan bulu tengah panjang dan melengkung ke bawah. Kaki ayam hutan kelabu berwarna kuning kemerahan dengan satu taji pada tiap kaki ayam jantan. Ayam betinanya tidak mempunyai taji, bulunya lebih pendek, bercorak cokelat tua dengan bulu semacam sisik putih kecokelatan pada bagian dasar.

Ayam hutan kelabu mempunyai kebiasaan seperti ayam hutan merah, yaitu hidup secara berkelompok dan bersarang di atas pohon. Pada pagi dan sore hari, ayam ini keluar mencari makan berupa biji-bijian, pucuk daun, rerumputan, serta serangga dan dan hewan kecil lainnya.

Ayam hutan kelabu betina biasanya menghasilkan 3 sampai 5 telur. Waktu pengeraman sama dengan ayam pada umumnya, yaitu sepanjang 3 pekan. Setelah menetas, anak-anak ayam ini diasuh oleh induknya hingga kuat dan dapat mencari makan sendiri. (das)

(Sumber Foto: zoochat.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here