Home Pertanian Bagaimana Menghindari Penyimpangan Penyemprotan Drone?

Bagaimana Menghindari Penyimpangan Penyemprotan Drone?

Agrozine.id – Penyemprotan drone semakin umum dan dikenal di seluruh dunia. Perkembangan teknologi yang canggih membuat perkembangan alat bantu untuk memudahkan kinerja pertanian juga ikut meningkat. Salah satunya adalah teknik penyemprotan menggunakan drone. Namun karena masih dalam tahap awal pengembangan teknologi,muncul beberapa kekhawatiran mengenai penyimpangan yang bisa terjadi saat mengoperasikan drone untuk melakukan penyemprotan. Bagaimana menghindari penyimpangan penyemprotan drone? Mari kita lihat pembahasan berikut ini.

Bisa Bantu Petani, Ini Drone Pintar Penyiram Sawah

Dan Martin,seorang insinyur riset di Unit Riset Teknologi Aplikasi Udara Aerial Departemen Pertanian di Texas melihat bahwa penggunaan drone sangat potensial untuk kegiatan pertanian namun,dia juga belum berani memastikan kinerjanya karena teknologi ini masih baru. Masih banyak elemen yang kurang efisien dalam hal keseragaman deposisi sprayer dan kemanjuran aplikasi yang perlu diteliti lebih lanjut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemanjuran aplikasi dan cara terbaik mengatasi masalah ini,Dan mendirikan sebuah proyek penelitian dengan rekannya Dr.Wayne Woldt dari Departemen Teknik Sistem Biologi Universitas Nebraska. Mereka melakukan studi praktis berbasis ilmiah untuk mencermati berbagai elemen yang mempengaruhi semprotan.

Mengurangi dan Menghindari Penyimpangan

Penelitian berawal dengan cara melihat peralatan yang terdapat pada drone öff the shelf”untuk melihat perbedaan ukuran dan posisi nozzle serta ketinggian dan kecepatan operasi yang berdampak pada kualitas semprotan nantinya. Dengan demikian maka bisa diprediksi langkah yang perlu dilakukan untuk menghindari penyimpangan penyemprotan.

Wayne Woldt memasok sendiri DJI Agras MG 1. Drone berkapasitas 10 liter yang populer ini cukup tipikal yang digunakan di banyak daerah. Para peneliti juga beralih ke HSE-UAV yang berbasis di Florida, yang memasok empat semprotan drone dengan berbagai ukuran dan kapasitas, yang mewakili yang kebanyakan digunakan di AS. Cara menghindari penyimpangan penyemprotan drone dapat dilakukan dengan langkah berikut.

1.Kalibrasi sangat penting

Tahap awal yang dilakukan Dan dalam penelitiannya untuk menghindari penyimpangan penyemprotan pada drone adalah dengan mengkalibrasi penyemprot. Namun alat ini belum dilengkapi dengan pengukur tekanan sehingga dia membuat adaptor dan quick coupler untuk masuk ke dalam sistem pipa drone. Tekanan yang ditemukan cukup bervariasi dari 33psi (2.27 bar) sampai 72 psi (5 bar).

Kalibrasi sangat penting dilakukan dengan benar untuk mengurangi berat pada drone dan untuk semua alat penyemprot perlu diketahui tekanan dan kecepatan maju sehingga dibutuhkan alat ukut tekanan berupa transduser kecil yang menampilkan tekanan [ada terminal operator, saran Dan.

Dan dan tim mengatur tekanan yang sesuai dan mengukur laju aliran dengan mengumpulkan output dari setiap nozzle dalam cangkir selama waktu yang ditentukan. Ini adalah prosedur terkenal untuk operator penyemprot boom konvensional.

2. Tingkat aplikasi 2gal/acre

Aplikasi 2gal/acre,setara dengan 20 liter/ha digunakan untuk percobaan. Penting untuk mengetahui keluaran pompa drone. Ada berbagai variasi dan model yang bisa ditemukan. Model terkecil adalah V6A,namun model ini tidak dapat melakukan penyemprotan sampai 20 liter/ha.Kecepatan maju juga merupakan faktor kalibrasi yang penting, dan untuk penelitian ini tim menguji masing-masing pada empat kecepatan gerak – 1m / dtk, 3m / dtk, 5m / dtk dan 7m / dtk.

3. Lebar kerja aktual

Untuk menghindari penyimpangan saat penyemprotan drone,operator juga harus memahami lebar kerja aktual untuk menentukan area yang akan disiram.Lebar petak tidak hanya ditentukan oleh  jarak nosel tetapi juga jenis drone yang digunakan. Selain itu ketinggian kerja dan kecepatan juga berpengaruh pada ketepatan penyemprotan. Dalam penelitiannya Dan membuat lebar kerja aktual pada tiga ketinggian  2m, 3m dan 4m.

Kecepatan yang lebih lambat tidak berpengaruh banyak pada petak tapi sangat mempengaruhi tingkat aplikasi. Ketinggian 2m dan 3m memungkinkan pola semprotan menjadi sangat matang. Pengujian Dan menunjukkan bahwa petak efektif paling banyak dipengaruhi oleh nozzle (halus,sedang dan kasar) serta ukuran drone.

Rekomendasi pengaturan penyemprotan drone

-Pilih nosel menengah dan kasar yang cocok untuk memotong drift

-Drone yang lebih besar menawarkan lebar kerja yang lebih besar

-Posisi nozzle tidak selalu mempengaruhi kinerja

-Tinggi penyemprotan optimal adalah 2m hingga 3m di atas tanaman

-Kecepatan maju optimal adalah 3m / detik untuk DJI dan 5m / detik untuk drone HSE yang lebih besar

Demikianlah cara menghindari penyimpangan penyemprotan drone. Semoga informasi ini bermanfaat.(ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here