Home Populer Bagaimana Pangsa Pasar Benih Lobster di Luar Negeri ?

Bagaimana Pangsa Pasar Benih Lobster di Luar Negeri ?

Agrozine.id – Keran ekspor benih lobster yang telah dibuka sejak 5 Mei 2020 disambut gembira oleh beberapa perusahaan eksportir di Tanah Air. Pasalnya, setelah empat tahun dilarang, kini eskpor benih lobster dilegalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dengan menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020. Lalu, bagaimanakah pangsa pasar (market share) benih lobster di luar negeri setelah kebijakan anyar ini diberlakukan?

Ekspor Benih Lobster Dibuka, Pemerintah Butuh Uang 'Fresh ...

Alasan kuat Menteri Edhy untuk kembali membuka ekspor benih lobster adalah permintaan benih lobster ke Vietnam yang sangat tinggi. Berdasarkan kajian ilmiah  yang ia paparkan, hanya 1% benih yang mampu bertahan hidup hingga dewasa di alam liar. Maka dari itu, benih-benih lobster harus dibudidayakan dan dijual. Selain itu juga karena penyelundupan benih lobster semakin banyak sejak pelarangan ekspor pada era Menteri Susi Pudjiastuti.

Dilansir dari Mongabay, Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KKP Sjarief memberikan penjelasan tentang aktivitas budidaya dan ekspor benih lobster yang sebelumnya dilarang menjadi diperbolehkan oleh KKP. Menurutnya, Pemerintah memiliki pertimbangan yang matang dengan berdasar pada hasil kajian yang dilakukan para pakar yang kompeten di bidangnya masing-masing.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh BRSDM KP ada potensi benih lobster yang paling besar yaitu jenis lobster mutiara dan lobster pasir. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai lebih dari 200 juta ekor yang tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanaan Indonesia.

Kendati demikian, aktivitas ekspor benih lobster tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tahapan perizinan yang diberlakuakan KKP sangat ketat. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan teknis, benih lobster yang diekspor harus diperoleh dari nelayan kecil yang terdaftar pada kelompok nelayan di lokasi penangkapan benih. Kemudian eksportir benih lobster harus melakukan budidaya lobster di dalam negeri dan melibatkan nelayan lokal. Serta, eksportir wajib melakukan restocking sebanyak 2% dari hasil budidaya dengan ukuran sesuai hasil panen. Hingga, Selasa (7/7/2020) lalu, KKP telah menetapkan 33 perusahaan sebagai eksportir benih lobster.

Saat ini, perdagangan benih lobster di pasar internasional memang mempunyai nilai yang sangat tinggi. Negara yang selalu menjadi sasaran target perusahaan eksportir benih lobster adalah Vietnam yang sampai sekarang dikenal sebagai negara penghasil ekspor terbesar di dunia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memperdagangkan benih lobster melalui kegiatan ekspor  ke Vietnam. Didukung  letak geografisnya yang sangat menjanjikan, benih lobster dari perairan Papua Nugini dan Pulau Christmas, Australia terbawa arus ke perairan Indonesia. Sehingga, potensi benih lobster di Indonesia bisa mencapain miliaran ekor.

Berbeda dengan Indonesia yang memiliki banyak benih lobster, Vietnam lebih terampil dalam teknologi pembudidayaan, salah satunya soal pakan. Mereka menggunakan ikan rucah yang pasokannya melimpah, lantaran para nelayan di sana boleh menggunakan jaring pukat untuk menangkap ikan kecil tersebut.

Vietnam membudidayakan benih lobster hingga dewasa, kemudian diekspor kembali dalam bentuk lobster dewasa. Nilai tambah lobster pun menjadi keuntungan mereka. Pada 2014, Vietnam mengimpor benih lobster dari seluruh dunia senilai US$ 6,2 juta. Di tahun yang sama, negara ini mengekspor lobster yang sudah dewasa dengan mencapai US$ 13,59 juta.

Ternyata Vietnam cukup mengandalkan impor benih lobster dari Indonesia. Diketahui bahwa 80% dari total lobster yang dibudidayakan di Vietnam, benihnya berasal dari Indoneisia. Celakanya, benih tersebut tidak langsung dikirim dari Indonesia, melainkan melewati Singapura.

Hal itu membuat pihak perantara memperoleh untung paling besar. Pasalnya, benih lobster dari Indonesia hanya dijual seharga Rp 3-5 ribu per benih. Ketika dijual kembali ke Vietnam, harganya bisa mencapai Rp 139 ribu per benih. Di duga masih terjadi kasus penyelundupan benih lobster yang melibatkan mafia internasional.

Pasca Revisi Aturan Ekspor, Puluhan Ribu Benih Lobster Selundupan ...

Seperti yang disampaikan Menteri Edhy sebelumnya, terjadi peningkatan penyelundupan sejak adanya  larangan ekspor benih lobster. Meski demikian, ada kabar baiknya ternyata pelarangan ekspor benih ini malah membuat total ekspor lobster Indonesia meningkat. Bahkan, Indonesia menduduki posisi 12 negara pengekspor lobster terbesar dunia.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, M Zulficar Mochtar mengatakan, komoditas lobster saat ini mengalami kenaikan produksi di seluruh dunia. Dari catatan Organisasi Pangan dan Agrikultur Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) yang dirilis pada tahun 2019, produksi lobster dunia tumbuh rerata 2,30 persen per tahun. Sedangkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019, nilai ekspor lobster pada periode 2014-2018 mengalami pertumbuhan rerata 20,42 persen per tahun.

Syarat Menjadi Nelayan Penangkap Benur

Terkait regulasi KPP mengenai ekspor benih yang dibuka kembali dan terlepas dari polemik yang tengah berlangsung, demi mencapai keuntungan dan kesejahteraan bersama, perlu adanya peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap pengeluaran benih lobster ke luar negeri. Agar benih lobster di Indonesia tetap terjaga keberlanjutannya.

 

Ditulis oleh Rane Lida

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here