Home Pertanian Bekatul, Bagian Dari Padi Yang Kaya Kandungan Gizi

Bekatul, Bagian Dari Padi Yang Kaya Kandungan Gizi

Agrozine.id – Bagi kamu generasi milenial, terlebih yang berada di perkotaan, mungkin tidak mengenal bekatul. Maklum, bagian dari padi ini memang biasanya dijumpai di pedesaan yang terdapat penggilingan padi. Bekatul atau dalam bahasa Inggris disebut bran adalah lapisan luar dari beras yang terlepas saat proses penumbukan atau penggilingan gabah.

Kandungan gizi bekatul dikenal luas sejak ditemukannya vitamin B1 (tiamin) dari beras yang belum disosoh, yang bila dikonsumsi terbukti menekan frekuensi penyakit beri-beri. Kandungan gizi lainnya adalah serat pangan, pati, protein, serta mineral. Selain kaya dengan kandungan gizinya, bekatul dikenal juga dengan berbagai banyak manfaat untuk kesehatan kita.

Bekatul adalah bagian terluar dari bagian bulir yang terbungkus oleh sekam. Bulir adalah buah sekaligus biji berbagai tumbuhan serealia sejati, seperti padi, gandum, dan jelai. Di Indonesia, istilah bekatul terutama disematkan kepada padi karena serealia inilah yang dikenal dalam budaya Nusantara. Sekilas, bekatul mirip dengan dedak karena sama-sama memiliki warna krem atau cokelat muda. Namun, keduanya sebenarnya berbeda. Bekatul merupakan kulit padi bagian dalam atau bisa disebut selaput biji, sedangkan dedak adalah hasil samping proses penggilingan padi yang terdiri atas lapisan luar butiran padi dengan sejumlah lembaga biji.

Seiring dengan perkembangan teknologi, sedikit demi sedikit kebiasaan menumbuk padi di masyarakat kian ditinggalkan. Banyak petani kini cenderung memanfaatkan keberadaan huller atau penggilingan bermesin karena proses pembersihan gabahnya lebih cepat. Akibatnya, pengonsumsian beras yang masih mengandung bekatul sudah mulai ditinggalkan. Saat ini hampir bisa dipastikan tidak ada lagi bekatul yang tersisa atau menempel di beras yang dihasilkan dari proses penggilingan dengan bantuan mesin.
Bekatul yang menumpuk di tempat penggilingan biasanya diperjualbelikan oleh pemilik huller sebatas untuk keperluan pakan ternak. Padahal, jika dikonsumsi masyarakat, bekatul ini memiliki sejumlah manfaat kesehatan.

KANDUNGAN GIZI DAN KHASIAT DARI BEKATUL

Vitamin B15

Bekatul kaya akan kandungan vitamin B15 atau asam pangamik. Konsentrasi vitamin B15 pada bekatul bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan lain, seperti jagung, havermout, maupun dedak gandum. Dalam 100 g bekatul, terkandung vitamin B15 mencapai 200 mg atau lebih banyak 50 mg dibanding 100 g jagung.
Vitamin B15 memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, seperti menambah sirkulasi darah perifer, menambah oksigenisasi jaringan dan otot jantung, meningkatkan glikogen dalam otot dan hati, meningkatkan pemasukan oksigen ke dalam otak, meningkatkan stamina, memperbaiki fungsi hati pada penderita sirosis dan alkoholik hepatitis, mengobati atau menghentikan kecanduan alkohol dan obat terlarang, meningkatkan metabolisme protein, terutama pada otot dan jantung

Kalium

Kalium bersama natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi jantung, sebagai pengantar pesan saraf ke otot, menurunkan tekanan darah, dan mengirim oksigen ke otak.

Kalsium (Ca)

Kalsium pada bekatul bermanfaat untuk mengurangi insomnia, mendukung sistem saraf dan kontraksi otot, mengatur detak jantung, dan mencegah penggumpalan darah.

Magnesium (Mg)

Kandungan mineral ini berguna untuk mengaktifkan enzim yang berperan dalam produksi energi, formasi protein, dan replikasi sel. Selain itu, magnesium juga bisa meningkatkan kelarutan kalsium dalam enzim sehingga dapat mencegah terbentuknya batu ginjal, batu empedu, dan batu saluran kemih.

Mangan (Mn)

Mangan berperan dalam beberapa sistem enzim, terutama enzim yang terlibat dalam pengontrolan gula darah, metabolisme energi, dan hormon tiroid. Mangan juga Berperan dalam enzim super oxide dismutase (SOD) sehingga sel tidak mudah rusak, mencegah epilepsi, mengurangi risiko serangan jantung secara mendadak, dan berperan dalam fungsi otak.

Seng (Zn)

Zat mineral ini sangat penting untuk pertumbuhan sel, sintesis protein, dan pemanfaatan vitamin A.

Zat besi (Fe)

Zat besi berperan dalam mengatur molekul hemoglobin (sel darah merah), sebagai transportasi oksigen dari paru ke jaringan dan transportasi karbondioksida dari jaringan ke paru. Zat besi juga sangat diperlukan selama perkembangan janin, masa remaja, serta selama kehamilan dan menyusui.

(Sumber foto : Indonesian.Alibaba.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here