Home Kampus BEM KM UGM Kembangkan Potensi Desa dengan Pendampingan UMKM

BEM KM UGM Kembangkan Potensi Desa dengan Pendampingan UMKM

BEM KM UGM

Agrozine.id – Kementerian Pengembangan Desa Mitra BEM KM UGM memiliki sebuah program utama yaitu melakukan pelatihan dan pendampingan kepada desa-desa mitra BEM KM dengan berbagai program yang bertujuan untuk pengembangan potensi daerah. Saat ini tim Pengembangan Desa Mitra BEM KM UGM sedang melakukan pendampingan UMKM masyarakat di Desa Ngargoretno, Salaman, Magelang.

Timothy Rhema selaku mahasiswa Fakultas Peternakan UGM ini mengatakan kepada Agrozine.id bahwa, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah ingin mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat secara real dan mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama di bangku kuliah di dalam kehidupan masyarakat.

Perlu diketahui, Desa Ngargoretno dikenal memiliki potensi hasil pertanian dan peternakan yang besar. Namun masalahnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebutlah yang mendorong mereka melakukan pendampampingan khususnya terkait pengemasan dan pemasaran produk.

Sebelumnya tim Pengembangan Desa Mitra BEM KM telah melakukan pendampingan desa mitra di daerah Kalasan tepatnya di Desa Tirto Martani. Namun, seiring berjalannya waktu karena adanya pandemi dan juga keinginan masyarakat lebih kepada penyediaan infrastuktur, dan karena beberapa faktor lainnya, Rhema bersama timnya tidak dapat memenuhinya.

Hingga pada akhirnya mereka bertemu dengan tim Andromeda Learning Centre  yang sudah berpengalaman dalam hal melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pendampingan desa wisata. Disana ia bersama anggota tim dari Pengembangan Desa Mitra BEM KM UGM belajar mengenai pemberdayaan masyarakat yang baik dan benar.

“Jadi kita bertemu dengan tim dari Andromeda. Kita belajar disana dan akhirnya disarankan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Ngargoretno ini,” ungkap Rhema, pria kelahiran Samarinda 25 Februari 2000 itu.

Pada bula Juni lalu, Rhema mengatakan jika tim Pengembangan Desa Mitra BEM KM UGM mengikuti sebuah lomba yakni Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diadakan oleh Kemendikbud. Berbekal dengan proposal pengabdian di Desa Ngargeretno, akhirnya mereka lolos mewakili UGM dan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 33 juta.

“Sebenarnya lomba itu bukan menjadi tujuan utama kita, tapi lebih untuk menjadi semangat kita belajar pengabdian,” ujar Rhema.

Lebih lanjut Rhema menjelaskan mengenai inti dari program yang dilaksanakan di Desa Ngargoretno ini yaitu terkait penerapan konsep wisata desa. Dimana kearifan lokal masyarakat yang ada itulah yang ingin diangkat menjadi daya tarik wisata. Dengan harapan dapat diimplementasikan juga di wisata-wisata lainnya.

“Kita disini belajar sekaligus membantu mempoles apa yang menjadi kekurangan disini. Kebetulan, di Wisata Desa Ngargoretno ini yang kurang yaitu soal packaging dan marketing produknya,” imbuhnya.

Saat ini, progres yang sudah dilakukan oleh tim PHP2D UGM sudah sampai tahap sampling produk yang nantinya akan disesuaikan dengan design packaging yang cocok. Kemudian setelah itu akan diurus perijinan sertifikasi P-IRT.

Adapun produk-produk hasil budidaya peternakan dan pertanian/perkebunan yang menjadi fokus untuk dikembangkan yaitu madu, jamu, teh, dan kopi. Lalu rencana pemasaran untuk produk-produk tersebut, Rhema mengatakan akan menggunakan konsep B2C dan B2B. Dengan model Business to Customer yang artinya produk dijual langsung ke pembeli melalui online.

Rhema bersama timnya merencanakan akan membuat sebuah website resmi yang berisi narasi mengenai desa wisata Ngargoretno itu sendiri dengan narasi setiap produknya. Kemudian akan dihubungkan ke sebuah marketplace yang sudah banyak orang gunakan saat ini. Sehingga pembeli dapat langsung membeli produk yang diinginkannya.

Kemudian untuk model offlinenya, direncanakan akan menggunakan model Business to Business, yaitu dengan menjualnya ke para pelaku usaha kuliner.

“Kami berharap dari program kami mengenai packaging, digital marketing dan pemasaran itu dapat memberikan dampak untuk masyarakat,” ungkap Rhema.

Menurutnya, ilmu yang didapatkan mahasiswa dikampus itu luas tapi ketika diimplementasikan kepada masyarakat hasilnya nol. Jadi tidak melulu pemberian bantuan itu harus yang berwujud, tapi dengan cara sederhana pun juga bisa memberikan dampak yang besar untuk pertumbuhan UMKM.

Rhema mengatakan kegiatan pendampingan masyarakat di Desa Ngargoretno ini dapat berjalan tidak hanya 1 sampai 2 tahun saja tapi selamanya. “Kita disini mendapatkan keluarga baru, diberikan kesempatan untuk tinggal dirumah-rumah warga, hal itu menjadi sesuaitu yang menyenangkan dan menjadi pengalaman berharga karena tidak banyak orang dapat menikmati hal seperti ini,” pungkasnya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here