Home Perkebunan Berkenalan dengan Lahung Durian, Buah Endemik Indonesia Mirip Durian

Berkenalan dengan Lahung Durian, Buah Endemik Indonesia Mirip Durian

Lahung Durian

Agrozine – Indonesia merupakan negara tropis yang dikenal menyimpan keanekaragaman flora dan fauna.  Keberadaan flora dan fauna ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di kawasan hutan hujan Kalimantan. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih lanjut lahung yang merupakan tanaman endemik asal Indonesia. Disebut lahung durian, buah ini memiliki bentuk yang menyerupai durian dengan tekstur kulit berduri dan berbau tajam. Simak ulasan karakteristik dan kandungan buah lahung berikut ini!

 

Karakteristik Buah

Tanaman lahung menghasilkan buah yang berwarna merah kehitama dan bila dilihat sekilas, memiliki bentuk yang sangat mirip dengan raja buah, yakni durian. Hanya saja, lahung memiliki kulit buah yang lebih lancip, panjang, dan tajam bila dibandingkan dengan durian. Biasanya, kulit buah lahung berwarna merah dengan ujung duri berwarna hitam. Namun, ada pula buah lahung yang memiliki kulit berwarna kehijauan. Ketika dibuka, buah lahung pun terlihat sangat mirip dengan durian. Yang membedakan buah lahung dengan durian adalah warna dagingnya. Bila durian memiliki daging berwarna putih atau kuning yang cenderung pucat, daging buah lahung berwarna merah pekat atau kuning cerah. Selain itu, pohon lahung berukuran lebih tinggi dari pohon durian, dengan garis tengah yang besar.

Kandungan Buah 

Buah eksotis ini memiliki tingkat konsumsi yang masih rendah. Selain karena periode tumbuhnya hingga berproduksi mencapai puluhan tahun, lahung belum banyak dibudidayakan secara komersil. Area pertumbuhan tanaman ini berada pada pedalaman yang sulit dijangkau oleh masyarakat umum. Padahal, buah lahung memiliki kandungan nilai gizi yang tidak kalah bila dibandingkan dengan jenis buah lainnya. Dilansir dari laporan berjudul “Proximate, Dietary fiber and Fatty Acid Composition of Sabah Indigenous Durian (Durio dulcis Becc.)” buah ini memiliki kandungan kadar air (56,1%), protein (3,5%), lemak (2,8%), karbohidrat (36,26%), dan serat (6,6%).

 

Sulit Ditemukan di Pasaran

Selain karena periode tumbuhnya yang memakan waktu puluhan tahun, terdapat beberapa alasan buah lahung sulit ditemukan di pasaran. Pertama, buah lahung memiliki rasa yang terbilang hambar dan tidak semanis buah durian. Selain itu, daging buahnya juga tergolong tipis dengan nilai jual yang tidak terlalu tinggi. Karena buahnya dianggap kurang menguntungkan untuk dijual, masyarakat sekitar lebih banyak memanfaatkan pohon lahung yang berukuran besar. Pohon lahung ditebang dan dimanfaatkan kayunya, dan biasanya diolah menjadi papan kayu.

Nah, sekarang kita telah mengenal lebih lanjut tanaman lahung  yang merupakan tanaman endemik dari hutan Kalimantan. Ternyata, buah ini juga banyak tersebar hingga ke Sabah, Malaysia. Meskipun dikenal dengan nama lahung di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, masyarakat Kalimantan Barat mengenalnya dengan nama buah tembranang. (rin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here