Home Perikanan Bermodalkan Perahu Kecil Warni Kembangkan Bisnis Ikan Asin dan Raih Omset 19...

Bermodalkan Perahu Kecil Warni Kembangkan Bisnis Ikan Asin dan Raih Omset 19 Juta Per Bulan

Agrozine.id – Salah satu warga desa Bandengan Kecamatan Mundu Cirebon yang sukses mengembangkan bisnis pengolahan ikan asin hanya bermodalkan perahu kecil.Dilansir dari Kompas.com, sosok wanita tangguh berusia 45 tahun ini sudah memulai pengolahan ikan asin di rumahnya sejak 10 tahun lalu. Warni kembangkan bisnis ikan asin dengan modal perahu kecil dan duit pinjaman dari anaknya.

Hanya dengan sisa ikan asin dan terik matahari menjadi modal pertama Warni dalam menjalankan usaha pengolahan pengasinan ikan.

Di awal memulai usahanya Warni bercerita bahwa dirinya mendapat pinjaman uang dari dua orang anaknya yang sudah bekerja. Namun uang tersebut tidak cukup untuk membelikan perahu kecil yang akan ia gunakan untuk mencari ikan. Saat itu Warni memberanikan diri meminjam uang kepada tengkulak.

Sebagai gantinya, hasil tangkapan Warni harus dijual kepada tengkulak dengan harga yang sangat rendah.

Ditambah dengan kondisi keuangannya saat itu yang tidak memiliki tabungan, membuat Warni sulit untuk mengembangkan usahanya mengolah ikan asin sehingga penghasilan yang diperoleh Warni sangat kecil.

Di tahun 2016,Warni mendapatkan pinjaman modal sebesar 2 juta dari Bank BTPN Syariah. Pinjaman tersebut tanpa jaminan, hanya saja dalam dua pekan sekali Warni diwajibkan mengikuti pertemuan dengan agenda penyampaian materi-materi pengembangan usaha mikro.

Perlahan usaha Warni membuahkan hasil dan kini ia memiliki penghasilan 19 juta per bulan dan tiga orang karyawan. Produksinya juga bertambah.Namun jika sedang musim hujan pasokan ikan sering berkurang karena banyak nelayan yang tidak melaut.

“Sehari dapat 10 sampai 15 ember dan satu ember itu kurang lebih 7 kg.Kalau ikannya lagi banyak sekali bisa sampai 30 ember.Tapi kalau cuaca hujan,banyak yang tidak melaut”, ucap Warni kepada tim Kompas.com

Saat ini Warni telah memiliki sebuah warung makan yang ia bangun di samping halaman tempat penjemuran ikan asin. Warung makan itu ia bangun dari keuntungan yang didapatkannya dengan bisnis pengasinan ikan.

Biasanya Warni menjual 4 macam ikan asin. Ada ikan sirik yang dihargai Rp.8.000 sampai Rp.9.000 per kg. ikan tanjan dengan harga Rp.10.000-Rp.12.000 per kg, ikan teri asin dengan harga Rp.25.000-30.000 per kg dan ikan tawar dengan harga Rp.65.000 per kg.

Tahun ini Warni mengajukan top up tambahan modal Rp.8 juta. Dengan tambahan modal tersebut dia berharap bisa meningkatkan produksi ikan asin, menambah perahu dan melebarkan pasarnya hingga ke luar kota. Dengan adanya tambahan modalnya Warni kembangkan bisnis ikan asing dan dengan adanya peningkatan keuntungan yang diperolehnya Warni berharap bisa pergi umrah. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here