Home Perikanan Blockchain Bersiap Untuk Peluncuran Akuakultur Bangladesh

Blockchain Bersiap Untuk Peluncuran Akuakultur Bangladesh

Agrozine.id – ByteAlly dan Bangladesh Aquaculture and Nutrition Activity (BANA) menjalin kerjsama mitra untuk menerapkan sistem berbasis blockchain untuk melacak perjalanan varietas ikan mas baru dengan hasil tinggi dari pertanian ke piring. Proyek ini akan secara aktfi mempromosikan sistem keterlacakan makanan dan manfaatnya bagi para pemangku kepentingan makanan laut di Bangladesh. Sistem blockchain bersiap untuk peluncuran akuakultur Bangladesh.

“Dengan mengurangi jangka waktu untuk melacak asal makanan tertentu dalam hitungan detik, kami dapat menyelesaikan tiga masalah utama konsumen yang menghalangi mereka menikmati makanan laut. Kami lacak mulai dari keamanan, keberlanjutan dan keaslian”, jelas Rao selaku Manajer Umum IBM Food Trust.

Pada tahun 2018, proyek BANA senilai $ 24 juta telah diluncurkan untuk mengembangkan varietas ikan mas baru dengan hasil tinggi sesuai ukuran pasar dalam waktu sekitar 18 bulan, yang mengarah pada peningkatan pendapatan substansial bagi petani yang meningkatkan varietas baru.

BANA ingin menggunakan sistem blockchain untuk melacak perjalanan ikan mas melalui rantai nilai untuk membangun kepercayaan, mengelola resiko, dan memastikan kualitas produk.

Teknologi Dalam Peluncuran Akuakultur Bangadesh

ByteAlly akan menggunakan sistem bolckchain IBM Food Trust yang dikombinasikan dengan komponen yang dibuat sendiri. Digunakan ERP berbasis cloud untuk menggantikan proses berbasis kertas dan mengelola operasi pertanian.

Ini akan bertindak sebagai sumber data dan akan diunggah ke blockchain. GS1 EPCIS digunakan untuk memformat data yang diterima dari berbagai sumber untuk interoperabilitas dalam rantai pasokan. IBM Food Trust Blockchain mengharuskan data yang diunggh berada dalam standar GS1 EPCIS.

“Ini adalah blockchain penelusuran pangan skala besar pertama yang berfokus pada akuakultur di wilayah tersebut. Ini akan menunjukkan kemampuan untuk melacak asal muasal ikan dan memastikan kualitas makanan, sehingga menghasilkan harga jual yang lebih tinggi bagi para pembudidaya ikan,” Anand Sukumaran, VP pertumbuhan di ByteAlly, menjelaskan.

Tahap pertama dari proyek ini akan melibatkan pembenihan, pembenihan dan operasi pembesaran ikan dari distrik Jessore di Bangladesh. Tahap kedua dalam peluncuran akuakultur Bangladesh akan melibatkan stakeholder mulai dari distributor, pengolah dan pengecer. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here