Home Pertanian Buah Bisbul, Buah Langka Khas Kota Bogor

Buah Bisbul, Buah Langka Khas Kota Bogor

Agrozine.id – Buah  bisbul dikenal juga dengan nama buah mentega, buah lemak (bahasa Melayu, sembolo (Bahasa Jawa), kamagong, tabang atau mabolo (Tagalog), marit (Bahasa Thai), dan velvet apple (Inggris). Di Indonesia, buah bisbul bisa ditemukan di Pulau Jawa dan Papua. Buah ini bukan buah asli dari Negara Indonesia, melainkan berasal dari Negara Filipina. Di Indonesia sendiri buah ini telah ada dan menjadi populer di daerah Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor. Adanya buah ini di Bogor diduga sejak didirikannya Kebun Raya Bogor pada tahun 1817 M. Itulah mengapa buah bisbul ini menjadi buah khas kota Bogor.

Buah yang bernama latin Diospyros blancoi ini berwarna merah kecokelatan dengan bulu-bulu halus di permukaan kulitnya. Salah satu keunikan dari buah yang disebut mirip bola baseball tersebut adalah cita rasa buahnya yang cenderung sedikit manis, bertekstur legit, dan sedikit gurih layaknya mentega.

Pada saat masih kecil, kulit buah bisbul ini berwarna hijau muda dan ditumbuhi bulu bulu halus di permukaan kulitnya. Saat buah ini mulai masak, warna kulitnya akan berubah menjadi warna hijau kecokelatan atau cokelat kemerahan, dan pada saat sudah masak, warnanya kulitnya akan berubah menjadi merah terang dan agak kusam. Daging buahnya berwarna keputihan, dengan tekstur daging agak keras dan padat, serta agak kering. Baunya harum menyengat mirip durian. Dalam satu buah bisbul, terdapat 10 butir biji di dalamnya, berkulit kecokelatan, berbentuk baji, agak mirip keping buah jeruk.

Pohon bisbul juga miliki karakter yang khas. Pada bagian kayunya, pohon bisbul memiliki warna kayu cokelat sedikit kemerahan hingga kehitaman. Selain itu, strukturnya memiliki bentuk yang lurus dan bertekstur halus, namun kokoh dan keras. Kayu dari pohon bisbul sangat cocok jika dijadikan bahan untuk kerajinan dan peralatan rumah tangga.

Buah bisbul masih satu famili dengan buah kesemek. Bentuk dan warnanya pun tidak jauh berbeda. Keduanya berbentuk bulat sedikit lonjong dengan beberapa corak putih di permukaan kulitnya. Hal yang membedakan buah bisbul dan kesemek, yaitu bisbul biasanya akan tumbuh di daerah rendah dan berhawa  panas, sedangkan kesemek  biasanya akan tumbuh di dataran tinggi yang cuacanya berhawa sejuk. Namun, perbedaan mencolok bisa ditemui dari tekstur daging buahnya. Buah bisbul memiliki tekstur yang lembut mirip dengan sawo, sedangkan kesemek memiliki tekstur sedikit keras mirip buah apel.

Selain memiliki rasa yang unik, buah bisbul juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Buah ini memiliki zat gizi yang lengkap. Dalam setiap 100 gram buah bisbul mengandung 2.8 gram protein, 0.2 gram lemak, 11.8 gram karbohidrat, 1.8 gram serat, 46 mg kalsium, 18 mg fosfor, dan 0.6 mg zat besi. Selain itu, buah bisbul juga mengandung berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin C, tiamin, riboflavin, dan energi sebagai pembangun tubuh. Buah yang memiliki daun berwarna hijau gelap sedikit panjang tersebut juga merupakan buah yang bagus bagi penderita jantung. Kandungan kalium yang melimpah dapat membantu merenggangkan pembuluh darah, mengurangi stres pada sistem kardiovaskular, dan menurunkan tekanan darah. Kandungan zat besinya mampu menjaga sirkulasi darah, membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan pencernaan, merangsang pertumbuhan rambut hingga meringankan disentri.

Saat ini, buah bisbul telah menjadi buah yang langka karena buah ini tidak dibudidayakan. Di Bogor, Anda dapat menemukan buah ini di Kebun Raya Bogor.  Tanaman ini berbuah sepanjang tahun dan membutuhkan waktu sekitar empat bulan dari berbunga sampai berbuah. Musim panen raya buah ini biasanya antara bulan Maret sampai Mei. (das)

(Sumber Foto: blibli.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here