Home Perikanan KKP: Masa Depan Budidaya Ikan Hias Laut Melalui RAS (Recirculating Aquaculture System)

KKP: Masa Depan Budidaya Ikan Hias Laut Melalui RAS (Recirculating Aquaculture System)

Agrozine.id – Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) menggelar webinar bertajuk masa depan cerah budidaya ikan hias laut. Dalam kegiatan tersebut, Slamet Soebjakto selaku Jenderal Perikanan Budidaya KKP menyebutkan bahwa budidaya merupakan langkah menjaga plasma nutfah ikan hias laut agar tidak terjadi lagi eksploitasi di alam.

Disebutkannya, sebelum ada pembudidayaan ikan hias seperti ikan nemo mengalami eksploitasi yang cukup tinggi di alam sehingga ikan semakin langka dan habitatnya di alam pun ikut terganggu karena ikan hias tersebut bersimbiosis dengan terumbu karang.

Pembudidayaan ikan hias menjadi langkah untuk kembali ke alam ” Jadi benih yang dihasilkan kita harapkan sebagian juga bisa direstocking di alam sehingga berdampak positif sekali untuk bisa memperbanyak kembali plasma nutfah dan biota-biota laut yang sudah semakin berkurang”, tutur Slamet.

Selain itu, dijelaskan pula oleh Slamet bahwa ikan hias laut menjadi salah satu andalan untuk devisa ekspor dan budidaya ikan hias ini juga dapat menyerap tenaga kerja masyarakat sehingga sekaligus bisa menjadi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu Slamet mengharapkan kegemaran memelihara atau budidaya ikan hias di era pandemi covid dapat meningkatkan imunitas dan berdampak positif terhadap sosial, ekonomi dan lingkungan.

Baca Juga : Master Seed Vaksin Hydrogalaksi, Vaksin Khusus Ikan Air Tawar KKP

Menurut catatan BPS sejak tahun 2015 produksi ikan hias mengalami kenaikan sebanyak 7,34 persen di tahun 2019 dari 1,31 miliar ekor ikan menjadi 1,67 miliar ekor ikan. ” Khusus untuk ikan hias laut memang masih skala kecil jika dibandingkan dengan total produksi ikan hias secara umum sehingga kami mohon juga untuk ikan hias ini budidayanya dapat diperluas sampai lapisan masyarakat paling bawah”,tutur Slamet.

Satu teknologi yang dikembangkan oleh BPBL Ambon adalah sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) yang harus terus diseminasi bukan hanya di daerah Ambon saja tapi juga di kawasan potensial budidaya laut seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Lampung juga daerah potensial lainnya di wilayah Papua dan Maluku.

Selain itu dengan adanya teknologi budidaya, diharapkan masyarakat pesisir dan nelayan  atau nelayan yang menangkap ikan hias beralih menjadi pembudidaya.

Baca Juga : Keunggulan Autofeeder eFishery Pemberi Pakan Otomatis Untuk Tingkatkan Produksi Ikan Budidaya

Dalam kesempatan yang sama, NM Juniyanto selaku Kepala BPBL Ambon mengatakan bahwa pembudidayaan ikan hias laut sudah dilakukan di Ambon lebih dari 10 tahun. ” Kami telah berhasil mengembangkan lebih dari 25 varian ikan hias nemo yang nilainya yang paling murah sampai yang paling mahal”, sebutnya.

Selain itu budidaya tersebut sudah menerapkan sistem RAS dalam budidaya ikan hias laut tersebut yang efisien dari penggunaan tempat dan ekonomis dari segi pembiayaan operasional dan sangat aplikatif. Sistem RAS dapat meningkatkan 100 kali lipat produktivitas dibanding budidaya konvensional. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here