Home Peternakan Tips Budidaya Pembibitan Sapi Bali

Tips Budidaya Pembibitan Sapi Bali

Agrozine.id – Budidaya sapi Bali memang memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain lebih tahan terhadap kondisi lingkungan, sapi Bali juga memiliki persentase karkas yang lebih tinggi dibandingkan jenis sapi lainnya. Beberapa waktu lalu Tim Agrozine.id berkesempatan melihat langsung pembudidayaan sapi Bali yang berlokasi di Jl. Brigjen Ngurah Rai No.41 Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Dalam kesempatan tersebut, drh I Nyoman Tri Oka Sumarjaya atau yang akrab disapa sebagai dr Oka selaku pemilik peternakan sapi Bali menjelaskan tips budidaya pembibitan sapi Bali.

Budidaya sapi Bali terdiri dari dua jenis yaitu budidaya pembibitan dan penggemukan sapi. Dijelaskan dr Oka, sebelum dikawinkan sapi Bali harus diberikan perlakuan khusus mulai dari pakan, kandang dan pemilihan indukan sapi.

Terdapat tiga jenis indukan sapi Bali, yaitu induk kering susu adalah induk yang sudah pernah melahirkan dan sudah siap dikawinkan lagi, induk bunting dan induk melahirkan. Masing-masing indukan tersebut dikelompokkan dan diletakkan di kandang yang berbeda sesuai dengan fasenya masing-masing.

Untuk mengawinkan sapi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu kawin secara manual dan dengan bantuan IB (Inseminasi Buatan). Di peternakan sapi dr Oka terdapat 130 sapi betina dan 1 ekor sapi penjantan, sehingga dengan bantuan IB bisa lebih mempercepat proses mengawinkan sapi.

Adapun 1 ekor sapi jantan berfungsi untuk merangsang birahi sapi. Setelah birahi, sapi akan dikawinkan dan kemudian dicek kembali setelah 21 hari untuk melihat tanda-tanda birahi sapi. Dalam 2 atau 3 bulan setelah fase birahi dan dikawinkan, sapi Bali akan masuk dalam fase bunting. Sapi jantan memiliki fase bunting selama 9 bulan 7 hari sampai melahirkan.

Baca Juga : Budidaya Sapi Bali, Mengenal Morfologi dan Karakteristiknya

Untuk kandang induk bunting dan induk melahirkan sebaiknya dipisah sesuai dengan fasenya masing-masing. Setelah sapi melahirkan, kandang anakan dan induk sapi juga dipisahkan. Anakan sapi Bali yang masih berusia 0-6 bulan biasanya akan rentan terhadap penyakit, dimana penyakit yang paling sering menyerang anakan sapi ini adalah diare yang disebabkan oleh bakteri, protozoa, virus atau parasit.

Sapi Bali yang sudah berusia 7 bulan akan memasuki fase remaja. Sapi Bali remaja 7-10  bulan kemudian akan ditelusuk (disapih) atau dipindahkan ke kandang khusus untuk menyusui dengan indukan. Dalam fase ini dapat dilakukan dengan sistem buka tutup atau sistem biasa.

Dalam sistem buka tutup, anakan dan indukan sapi diletakkan di kandang yang berbeda dan pada jam-jam tertentu, indukan akan dimasukkan ke kandang anakan agar sapi anakan bisa menyusu dan setelahnya induk akan dipindahkan ke kandang lain. Sementara untuk sistem telusuk biasa, anakan dan indukan sapi diletakkan di dalam satu kandang yang sama. Perbedaan antara kedua sistem tersebut adalah dalam sistem buka tutup, induk sapi lebih rileks karena tidak terganggu oleh anakan yang berada di dalam kandang yang sama.

Baca Juga : Pria Ini Sukses Mengelola Peternakan Sapi Perah di Tengah Kota Bogor 

Dari segi pakan, terdapat perbedaan antara pakan sapi dewasa biasa dengan sapi yang sedang bunting. Sapi Bali yang bunting, pakannya harus dikurangi dari target pakan setiap hari untuk menghindari bobot tubuh sapi menjadi berlebih.

Tips untuk mengetahui sapi yang sedang bunting:

  • gerakan sapi melamban dari biasanya
  • ambing sapi mulai membesar
  • perut sapi membesar

Dalam budidaya pembibitan sapi Bali, pakan yang diberikan tergantung dari fase sapi. Namun secara umum, pakan sapi Bali adalah hijauan berupa rumput dan jerami sebagai pakan utama. Selain itu terdapat pakan tambahan berupa ransum yang terdiri dari dedak padi, dedak gandum, dedak jagung dan tepung jagung. Secara ideal, bobot pakan sapi adalah 1% dari berat badannya.

Selain paka, sapi Bali juga harus diberikan vitamin dan antibiotik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk sapi pembibitan, sapi yang sudah berusia 7-10 bulan sudah siap untuk dijual/ dipanen.

Demikianlah tips budidaya pembibitan sapi Bali. Budidaya sapi Bali memiliki keunggulan dari segi daya tahan tubuh terhadap lingkungan dan persentase karkas sapi lebih tinggi sehingga memiliki prospesk yang cukup menjanjikan. Semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here