Home Perkebunan Budidaya Tanaman Kelor Kini Merambah Pangsa Mancanegara

Budidaya Tanaman Kelor Kini Merambah Pangsa Mancanegara

Budidaya Tanaman Kelor

Agrozine – Tanaman kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman tropis asal India Utara yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Dikenal pula dengan nama moringa, tanaman ini berasal dari suku Moringaceae dan memiliki julukan sebagai The Miracle Tree. Pasalnya, tanaman kelor dapat dimanfaatkan seluruh bagiannya, mulai dari daun, bunga, biji, buah, kulit, hingga batangnya. Dengan ragam khasiat dan manfaatnya, tak heran bila budidaya tanaman kelor alias moringa kini juga mulai merambah pangsa mancanegara.

Daunnya berbentuk oval dengan ukuran kecil yang tersusun rapi dalam satu tangkai. Pohon kelor dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 7-11 meter, berhiaskan bunga cantik berwarna putih kekuning-kuningan yang mengeluarkan aroma semerbak. Budidaya tanaman ini juga banyak diminati karena proses penanaman hingga perawatannya tergolong mudah. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai olahan masakan, moringa juga dimanfaatkan untuk produk obat dan kecantikan.

Bahkan, di Sulawesi Selatan, hampir semua rumah tangga menanam tanaman yang disebut juga keloro sebagai bahan pangan. Daun kelor merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi tubuh. Dalam 20 gram daunnya, terdapat kandungan protein, vitamin B6, vitamin C, vitamin A, zat besi, vitamin B2, dan magnesium. Karena kandungan asam amino nya, tanaman kelor digunakan untuk mengatasi malnutrisi dan dapat meningkatkan berat badan.

Daun kelor dapat dikonsumsi dalam kondisi segar, direbus, bahkan diolah menjadi tepung. Bahkan sekarang daun tanaman ini telah dikembangkan menjadi produk pangan seperti kerupuk, kue, permen, dan teh untuk diseduh. Selain daunnya, buah moringa juga diolah menjadi ragam menu sayuran seperti sayur bening atupun dicampur dengan santan. Ada pula yang menyerut buah moringa untuk dicampurkan bersama santan dan kacang hijau.

Iklim Indonesia sangat cocok untuk tanaman kelor tumbuh dan berkembang. maka tak heran, produsen dari luar negeri mulai mengambil bibit kelor untuk dibudidayakan di negara asalnya. Hal ini menguntungkan bagi pelaku usaha perkebunan kelor, karena permintaan ekspor yang melimpah dan sejauh ini hanya 20 persen yang dapat dipenuhi.

Pada masa pandemi, masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan budidaya tanaman untuk memenuhi peluang ekspor hingga 100 persen. Dilansir dari Antara, sejumlah pekerja pada perusahaan budidaya tanaman kelor di Palu, Sulawesi Tengah terlihat menyiangi tanaman pada Selasa (22/9). Budidaya kelor kian digencarkan guna memenuhi permintaan tanaman beserta produk turunannya dari luar negeri. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here