Home Perkebunan Budidaya Tanaman Pinang, Komoditas Ekspor Menjanjikan

Budidaya Tanaman Pinang, Komoditas Ekspor Menjanjikan

Budidaya Tanaman Pinang

Agrozine.id – Budidaya tanaman pinang. Tanaman ini banyak tumbuh di wilayah tropis yang populer di Indonesia. Tersebar di wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jambi.

Memang bukan komoditas utama, namun tanaman pinang telah lama menjadi komoditas ekspor penyumbang devisa negara. Pinang yang berasal dari keluarga palem-paleman juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan karena itu telah banyak dibudidayakan.

Cara Budidaya Tanaman Pinang

Untuk pemula yang ingin menanam tanaman bernilai jual tinggi ini, simak beberapa cara yang tepat untuk proses pengembangan hingga menuai panen.

Pemilihan Benih

Kamu perlu menyiapkan benih dari buah yang dapat disesuaikan dari varietasnya. Buah pinang yang dipilih sebagai benih baiknya memiliki ukuran besar dan seragam, serta memiliki potensi untuk menghasilkan keturunan dengan ukuran yang besar.

Berat buah yang dapat dijadikan benih sekitar 35 gram per butirnya dan berasal dari pohon yang berumur diatas 10 tahun dan tetap stabil berproduksi. Buah pinang yang baik sebagai benih berwarna oranye, telah berumur kurang lebih 12 bulan, serta tidak terserang hama dan penyakit.

Persiapan Lahan

Sebelum memulai budidaya tanaman pinang, kamu perlu menyiapkan lahan yang akan digunakan. Kondisi lahan harus sesuai dengan syarat tumbuh dari tanaman ini agar pinang dapat tumbuh optimal.

Lahan yang cocok untuk budidaya tanaman pinang adalah dataran rendah dengan ketinggian 600-1000 meter diatas permukaan laut. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang membutuhkan iklim dengan curah hujan serta kelembaban yang tinggi. Sediakan tanah dengan tingkat keasaman (pH) sekitar 4 sampai 8.

Pastikan tempat yang digunakan untuk budidaya mendapat cukup sinar matahari, karena pinang memerlukan penyinaran selama 6-8 jam per hari agar batangnya kuat. Buatlah bedengan dengan lebar 1 meter yang panjangnya dapat disesuaikan dengan lahan.

Perkecambahan Bibit

Susunlah buah pinang yang telah dipilih pada bedengan dengan posisi horizontal. Pastikan jarak antar buahnya rapat sehingga daya tampung bedengan maksimal.

Tutup buah pinang tersebut dengan tanah berpasir, serta berikan naungan pada bedengan agar kelembaban terjaga dan terhindar dari sinar matahari langsung. Proses perkecambahan bibit dapat berlangsung sekitar 1,5 hingga 3 bulan. Setelah itu, akar atau tunas dari buah akan mulai bermunculan.

Pembibitan Pinang

Jika sudah menyiapkan lahan penanaman dan melakukan proses perkecambahan, maka dapat dilanjutkan pada proses pembibitan.

  • Pembibitan pertama: Siapkan polybag berukuran tinggi sekitar 15 cm. Isilah media tanah hingga terisi ¾ bagiannya lalu tanamlah bibit pinang di dalam polybag dan tunggu tanaman mencapai umur 5 bulan.
  • Pembibitan kedua: Pindahkan tanaman pinang ke dalam polybag baru dengan volume 6 kg dan telah diisi tanah subur hingga terisi ¾ bagiannya. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman dan pemupukan tipe NPK secara rutin dengan dosis 20 kg per polybag.

Penanaman

Dalam budidaya tanaman pinang, jika bibit pinang telah berusia sekitar 12 hingga 18 bulan, memiliki minimal 5 helai daun, dengan tinggi sekitar 60-75 cm maka sudah dapat ditanam di lahan yang telah disiapkan.

Baca juga : Membuat Vertical Farming Dengan Pipa Plastik

Pastikan bibit tidak terserang hama dan penyakit serta memiliki lingkar batang yang kekar. Jarak tanam ideal antar bibit tanaman pinang adalah 2,7 x 2,7 meter. Lakukan penyiraman dengan air secukupnya setelah penanaman.

Pemeliharaan Pinang

Agar budidaya berjalan dengan optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas, lakukanlah beberapa langkah pemeliharaan berikut.

  • Penyulaman: Gantilah tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit dengan yang baru.
  • Penyiraman: Tanaman sebaiknya disiram dengan frekuensi sekali dalam 4-7 hari yang disesuaikan dengan jenis tanah dan iklim.
  • Pemupukan: Pemberian dosis pupuk disesuaikan dengan umur tanaman. Pada umur tanaman 1-3 tahun, berikan dosis Urea sebanyak 55 gram, TSP 40 gram, dan KCl sebanyak 180 gram. Sedangkan pada tanaman yang telah berusia diatas 4 tahun, berikan dosis Urea sebanyak 220 gram, TSP 80 gram, dan KCl sebanyak 240 gram. Lakukan pemupukan selama 2 kali dalam setahun.

Nah, itulah langkah budidaya tanaman pinang yang mudah dipraktikkan oleh pemula. Pastikan di sekitar lahan pertanian juga tidak terdapat rumput liar atau gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Baca Juga : Budidaya Tanaman Brokoli Air

Satu pohon pinang dapat menghasilkan sekitar 20 kg setiap bulannya saat panen. Tanaman ini juga dapat bertahan hingga 150 tahun bila langkah perawatannya tepat. (rin)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here