Home Hortikultura Bunga Alamanda, Tanaman Hias Cantik Antibakteri

Bunga Alamanda, Tanaman Hias Cantik Antibakteri

Tanaman Bunga Alamanda (Sumber foto: buy-rare-seeds.com)

Agrozine.id – Tanaman bunga alamanda yang bernama llmiah Allamanda cathartica adalah tanaman hias yang sering disebut juga sebagai bunga terompet emas, bunga lonceng kuning, atau bunga buttercup. Daerah Amerika Tengah dan Selatan merupakan habitat asal bunga alamanda berasal, khususnya banyak ditemukan di Brasil dan digunakan sebagai hiasan karena bentuknya yang indah.

Tanaman alamanda termasuk dalam golongan tanaman perdu berkayu dengan tinggi dapat mencapai 2 meter. Tanaman ini bersifat evergreen alias hijau sepanjang tahun. Batang alamanda yang sudah tua berwarna cokelat karena pembentukan kayu, sedangkan tunas mudanya berwarna hijau. Daunnya memiliki bentuk yang melancip di ujung dengan permukaan yang kasar dengan panjang 6 cm hingga 16 cm. Umumnya, daun alamanda  berkumpul sebanyak tiga atau empat helai. Bunga alamanda menyerupai terompet,  berwarna kuning, dengan ukuran diameter 5 cm hingga 7.5 cm. Bunganya beraroma harum.

Alamanda dapat dijumpai pada daerah sekitar sungai atau tempat terbuka yang terkena banyak sinar matahari dengan hujan yang cukup dan kelembapan tinggi sepanjang tahun. Tanaman ini tidak mampu tumbuh pada tanah yang bergaram atau terlalu basa dan tidak tahan suhu rendah. Suhu -1 °C dapat mematikan tanaman ini karena sangat sensitif terhadap suhu dingin.

Alamanda tumbuh optimal dan menghasilkan bunga pada intensitas cahaya matahari penuh. Jika diberi halangan, produksi bunganya menurun. Tanaman ini tumbuh baik pada kondisi tanah berpasir, kaya bahan organik, serta beraerasi baik. Tanaman ini mudah tumbuh pada kondisi yang sesuai sehingga terkadang dipandang sebagai gulma.

Iklim yang tepat untuk pertumbuhan alamanda adalah beriklim tropis. Pada iklim tropis, tanaman ini dapat tumbuh hampir di sebagian besar wilayah dengan pertumbuhan yang cepat. Di habitat aslinya, alamanda hidup pada ketinggian nol hingga 700 meter dari permukaan laut dengan curah hujan 1.000 hingga 2.800 mm per tahun.  Tanaman bunga ini biasa dimanfaatkan sebagai ornamen untuk menghias pagar dan tembok karena pertumbuhannya yang cepat.

Alamanda berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini dapat berkembangbiak dengan biji, tetapi perbanyakan yang umum dilakukan yaitu dengan setek batang. Alamanda  harus sering dilakukan pemangkasan untuk menjaga penampilannya karena tergolong tanaman yang tumbuhnya cepat.

Daun tanaman alamanda mengandung senyawa alkaloid. Buahnya mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol. Kulit batangnya mengandung saponin dan tanin. Getahnya memiliki sifat antibakteri. Kandungan-kandungan tersebut sangat bermanfaat sebagai bahan pengobatan tradisional.

Bunga alamanda diketahui memiliki beberapa khasiat obat, salah satunya dapat dipakai sebagai laksatif atau obat pencahar untuk mengatasi susah buang air besar. Bunganya memiliki sifat antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus. Bunga alamanda juga dimanfaatkan sebagai obat untuk menawar racun, mencegah komplikasi dari malaria, dan pembengkakan limpa. Selain itu, akar tanaman alamanda juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kuning. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here