Home Peternakan Burung Anis Merah, Istimewa Karena Bisa “Teler”

Burung Anis Merah, Istimewa Karena Bisa “Teler”

twitter.com/worldbirds32

Agrozine – Burung Anis merah cukup terkenal di kalangan pencinta burung karena suara kicauannya yang merdu dan gayanya yang menarik saat berkicau.  Anis merah disebut juga punglor bata karena warna merahnya seperti batu bata, disebut juga punglor cacing karena suka sekali makan cacing seperti di habitat alaminya. Burung yang bernama ilmiah Geokichla citrina ini termasuk jenis burung penyanyi dari keluarga Turdidae dan Genus Geokichla.

Burung ini bersifat omnivora, memakan berbagai macam serangga, cacing tanah, dan buah. Anis merah dapat dijumpai di beberapa daerah Sub-benua India dan Asia Tenggara yang berlahan basah. Burung anis merah harganya cukup fantastis. Harga yang ditawarkan beraneka ragam, terkait dari kualitasnya.
Burung anis merah berukuran sedang (20–23 cm) dengan berat tubuh antara 47–67 g, dan berkepala jingga. Burung dewasa warna  kepala, tengkuk, dan tubuh bawah jingga terang, tungging putih, tubuh atas abu-abu kebiruan dengan bercak putih di sayap atas. Burung muda bercoret dan bersisik di punggung. Iris cokelat, paruh hitam, dan kaki cokelat. Burung ini sulit dibedakan jenis kelaminnya karena anis merah jenis burung monomorfik, alias tidak memiliki perbedaan secara fisik antara jantan dan betinanya.

Keistimewaan burung anis merah adalah ketika sudah “teler”. Inilah alasan utama para pencinta burung memelihara burung ini dan rela membayar mahal untuk mendapatkannya. Kondisi “teler” ini disamakan dengan orang yang sedang mabuk karena gayanya yang doyong kanan kiri seperti orang teler. Karakter ini adalah perilaku alami dari burung ini untuk menarik pasangan nya.

Jika kita mengetahui sifat burung anis merah, relatif mudah memeliharanya. Ada beberapa sifat burung ini yang perlu diperhatikan agar burung tidak stres. Anis merah menyukai tempat tempat yang sejuk dan rindang. Selain itu, burung ini tidak menyukai suasana berisik karena bukan burung petarung. Burung ini juga suka sekali berpindah tempat, gampang bosan jika mendiami satu tempat saja.

Di alam, terdapat sekitar 11 sub-spesies burung anis merah, yaitu:

  • Albogularis : Pulau Nicobar.
  • Andamanensis: Pulau Andaman.
  • Aurata: Pulau kalimantan bagian utara (wilayah Malaysia dan Brunei Darrusalam, yaitu di daerah pegunungan kapur GunungKinabalu dan Gunung Trus Madi).
  • Aurimacula: Indochina bagian tengah dan Pulau Hainan.
  • Citrina: Bagian timur Himalaya sampai timur laut India, dan di bagian barat dan utara Myanmar. Pada musim dingin bermigrasi ke India bagian selatan sampai Sri langka.
  • Courtoisi: Anhui (China bagian timur).
  • Cyanota: India bagian tengah dan selatan.
  • Gibsonhilli: Myanmar bagian tengah dan tenggara, Thailand bagian barat daya. Pada musim dingin bermigrasi ke semenanjung malaysia dan Singapura. Diduga juga bermigrasi sampai Sumatra.
  • Innotata: China bagian selatan, Myanmar bagian timur, Thailand bagian utara dan tenggara, Indochina bagian barat laut dan selatan. Pada musim dingin bermigrasi ke semenanjung Malaysia.
  • Melli: China bagian selatan.
  • Rubecula: Jawa dan Bali.

(das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here