Home Biodiversitas Burung Pelatuk, Salah Satu Burung Paling Unik di Dunia

Burung Pelatuk, Salah Satu Burung Paling Unik di Dunia

ebird.org

Agrozine Burung pelatuk menjadi terkenal karena film kartun Woody Woodpecker yang dibuat oleh Walter Lantz. Burung ini ialah burung dari ordo Piciformes. Burung berparuh kuat ini populasinya tersebar di seluruh dunia, kecuali di Australia, Selandia Baru, dan Madagaskar.

Ada sekitar 216 spesies burung pelatuk yang dalam bahasa asing disebut sebagai woodpeckers, flameback, yellownape, goldenback, atau piculet. Dari total jumlah tersebut, puluhan jenis burung ini hidup di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya merupakan burung endemik Indonesia.

Hal yang paling populer dari burung pelatuk adalah kebiasaannya yang selalu mematuk benda-benda, seperti kayu dan pohon. Burung ini dapat mematuk hingga dua puluh kali tiap detik. Setiap harinya, burung ini bisa mematuk hingga 10-12 ribu kali. Perilaku tersebut digunakannya untuk berkomunikasi, mencari makanan, atau membuat rongga untuk bersarang. Saat mematuk, biasanya burung ini mengeluarkan bunyi-bunyi yang menarik, seperti sedang berceloteh atau membuat bunyi seperti alarm.

Awalnya, burung pelatuk mencari terowongan dengan menyadap batang. Begitu terowongan itu ditemukan, burung ini memahat kayu sampai menciptakan pembukaan ke terowongan. Kemudian, ia menjulurkan lidahnya ke terowongan untuk mencoba mencari tempayak. Tempayak adalah anak serangga penyengat (lebah, semut, dan sebagainya) yang masih berupa lundi (larva). Lidah burung ini panjang dan berujung kait. Dengan lidahnya, burung ini menusuk tempayak dan menariknya keluar dari batang.

Burung pelatuk juga menggunakan paruhnya untuk membuat lubang yang lebih besar sebagai sarangnya sekitar 15-45 cm di bawah permukaan yang dibuka. Sarang-sarang itu hanya dilapisi dengan keping-keping kayu dan menyimpan 2-8 telurnya yang berwarna putih. Karena tersembunyi, sarang ini tidak terlihat pemangsa sehingga telurnya tidak perlu dikamuflase.

Rongga yang dibuat oleh burung pelatuk akan digunakan kembali sebagai sarang oleh burung-burung lain, seperti beberapa bebek dan burung hantu, serta mamalia seperti tupai pohon. Burung ini lebih suka hidup di hutan belantara dengan banyak pohon dan kayu yang menjadi tempat favoritnya.

Makanan burung ini terdiri dari semut, rayap, kumbang, ulat, laba-laba, satwa pengerat berukuran kecil, dan biawak yang berada di pohon. Burung ini juga memakan buah-buahan, kacang-kacangan, dan getah pohon.

Lidah burung ini biasanya memiliki panjang 10 cm atau tiga kali lipat dari panjang paruhnya. Struktur lidah dari kebanyakan spesies burung ini memiliki tekstur seperti duri dan lengket yang berguna untuk menangkap serangga di lubang pepohonan.

Burung pelatuk termasuk jenis hewan yang hanya memiliki satu pasangan untuk berkembang biak. Sepasang burung ini tinggal di sarang yang sama. Sang betina dapat bertelur 3-5 butir dan membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk menetaskan semua telur tersebut. Setelah berumur 20-30 hari, anak burung ini akan siap meninggalkan sarang untuk berburu makanan.

Jika dibandingkan dengan jenis burung pada umumnya, burung pelatuk memiliki tengkorak kepala yang paling kokoh dan kuat. Walaupun kepala mereka terguncang akibat getaran patukan sebanyak ribuan kali setiap harinya, burung ini tidak pernah memiliki masalah pada bagian kepala mereka.

Beberapa burung pelatuk memiliki kaki zigodaktil, dengan 2 jari kaki mengarah ke depan, dan 2 lainnya ke belakang. Kaki-kaki itu, meski beradaptasi untuk berpegangan di permukaan vertikal, bisa digunakan untuk menggenggam atau bertengger. Beberapa spesies burung ini hanya memiliki 3 jari kaki.

Di antara banyaknya spesies burung pelatuk, ada beberapa spesies yang paling terkenal, seperti pileated, downy dan red-headed. Namun, keberadaannya saat ini terancam punah karena terusiknya habitat dan polusi udara.

Demikianlah informasi tentang burung pelatuk. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk turut serta menjaga kelestarian burung yang unik ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here