Home Pet Cara Beternak Burung Walet Untuk Pemula

Cara Beternak Burung Walet Untuk Pemula

Cara Beternak Burung Walet

Agrozine.id -Burung walet tak hanya dapat hidup di alam bebas tetapi telah banyak dibudidayakan. Salah satu penyebab tingginya minat budidaya terhadap burung walet adalah manfaat yang dihasilkannya terutama manfaat air liur walet yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Untuk kamu yang masih pemula dalam urusan ternak, berikut ini adalah cara beternak burung walet yang mudah untuk pemula.

Burung walet memiliki ciri fisik bagian ekor yang panjang dan sayapnya yang agak meruncing dengan bagian bawah tubuh berwarna cokelat dan bagian atasnya berwarna hitam.

Ternak Burung Walet

Sarang burung walet dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan,sehingga membuatnya banyak digemari untuk budidaya.

Baca Juga : Cara Membesarkan Ikan Arwana, Gak Sulit Kok?

Manfaat Burung Walet

Berikut adalah manfaat sarang burung walet yang bisa dikonsumsi setelah melalui pengolahan tertentu dan siap untuk disajikan:

  1. melancarkan metabolisme
  2. menjaga kesehatan sel kulit
  3. mempercepat regenerasi sel
  4. menjaga sistem pencernaan, dan
  5. menjaga sistem kekebalan tubuh

Cara Beternak Burung Walet

Untuk kamu yang masih pemula, pahami langkah budidaya burung walet di bawah ini:

1. Sediakan lahan, kandang atau ruangan

Untuk budidaya burung walet sebenarnya cukup mudah. Kamu bisa menggunakan ruangan kosong sebagai sarangnya.

Baca Juga : Tips-Tips Budidaya Jamur, Modal Utama Adalah Niat

Namun ada syarat yang harus dipenuhi untuk ruangan yang akan dijadikan sarang burung walet yaitu lingkungan yang terpencil, sepi dan memiliki suhu antara 24-26 derajat celcius.

2. Pembibitan

Selanjutnya adalah melakukan pembibitan burung walet. Untuk mendapatkan indukan burung walet kamu bisa menggunakan rekaman suara burung walet ke sarang dan mengecat sarang atau ruangan yang dijadikan sarang dengan warna putih dan hitam.

3. Perawatan burung walet

Langkah cara beternak burung walet ketiga adalah perawatan burung walet. Setelah telur menetas, anakan burung walet tidak bisa dibawa keluar sarang selama 2-3 hari Anakan yang baru menetas belum bisa makan sendiri dan biasanya diberi pakan berupa kroto selama 3 hari sekali.

Baca Juga : Mengenal Konsep Urban Farming untuk Lahan Terbatas

Pakan alami burung walet bisa berupa rayap, semut dan kumbang. Karena burung walet membutuhkan asupan protein dan karbohidrat yang tinggi, selain pakan diatas juga bisa diberikan pakan lain berupa biji-bijian.

Usahakan juga untuk memberikan pakan secara teratur dan rutin untuk mempercepat proses pertumbuhan burung walet.

4. Perhatikan suhu dan kelembapan

Dalam beterna burung walet, suhu dan kelembapan adalah faktor penting yang harus diperhatikan. Walet terbiasa hidup di lingkungan yang bersuhu antara 24-26 derajat dan kelembapan antara 80-95%.

Baca Juga : Manfaat Kopi Bagi Pekerja di Industri Kreatif seperti Doping, Betulkah?

Selain itu burung walet juga menyukai tempat yang gelap. Oleh karena itu buatlah sarang atau rumah walet dalam kondisi gelap.

5. Hama dan penyakit

Faktor ini juga perlu diperhatikan dalam beternak burung walet,karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kesehatan burung walet. Biasanya hama yang menyerang burung walet adalah tokek, semut dan cicak. Perhatikan juga kebersihan kandang atau sarang walet agar terhindar dari penyakit.

6. Panen

Tahapan terakhir adalah panen. Ada tiga cara pemanenan burung walet yaitu cara rampasan,panen buah telur dan panen penetasan yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda-beda.

Baca Juga : 5 Cara Budidaya Udang Galah Bagi Kamu yang Masih Pemula, Pasti Untung

Itulah cara beternak burung walet untuk pemula. Beberapa cara ini bisa dilakukan sebagai rangkaian untuk melakukan ternak sarang burung walet. Semoga informasi ini bermanfaat. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here