Home Perikanan Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal, Cocok untuk Pemula

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal, Cocok untuk Pemula

Agrozine – Ikan patin sudah lazim disantap dengan nasi. Rasanya yang lembut, gurih, dan khas memang menambah selera makan. Tidak hanya itu, ikan patin dikenal dengan kandungan protein yang tinggi dan rendah kolestrol. Ikan ini berkhasiat menaikkan trombosit dalam darah, meningkatkan kinerja saraf, dan membantu pertumbuhan tulang.

Dengan ragam manfaatnya, ikan patin diminati berbagai kalangan usia dan memiliki pasar yang menjanjikan. Budidaya ikan patin tergolong mudah untuk pemula dan dapat dilakukan di pekarangan rumah. Dengan memanfaatkan kolam terpal, kamu dapat menambah pemasukan. Simak cara budidaya ikan patin di kolam terpal berikut yang cocok untuk pemula!

  1. Pembuatan Kolam

Kolam jenis ini memang terkenal efisien dan hemat untuk budidaya ikan patin. Kolam yang tidak digunakan lagi dapat langsung dibongkar tanpa meninggalkan kerusakan pada tanah. Untuk membuatnya, gunakan terpal plastik berkualitas dengan ketebalan A5/A6 yang dapat bertahan hingga lima tahun. Ukuran panjang terpal yang digunakan yakni 8-12 m dengan lebar 6- 8 m. Dengan ukuran ini, kita akan menghasilkan kolam terpal dengan panjang 8-10 m, lebar 4-6 m dan tinggi sekitar 1 m. Ratakan lahan yang akan digunakan sebagai alas kolam menggunakan cangkul dan tebarkan pasir dengan ketebalan 10 cm. Sebagai penyangga agar tetap kokoh, gunakan tiang ataupun anyaman bambu pada pojok kolam terpal. Kemudian, pasang terpal pada penyangga tersebut berbentuk persegi panjang.

 

  1. Pemilihan Benih

Langkah dalam budidaya ikan patin ini akan menentukan kualitas dan lama waktu panen. Kamu dapat menemukan benih ikan patin unggul di Balai Benih Ikan terdekat dari rumah. Jika lokasi terlalu jauh, dikhawatirkan benih akan mati di perjalanan. Pilihlah benih ikan patin yang berukuran seragam dan warnanya cerah mengkilap. Pastikan pula benih bergerak lincah, sehat, dan terhindar dari hama dan penyakit. Letakkan benih ikan patin dalam kantong plastik dan perhatikan kadar oksigen di dalamnya.

 

  1. Penebaran Benih

Tahapan selanjutnya dalam budidaya ikan patin adalah penebaran benih dalam kolam terpal. Pastikan air kolam telah ditumbuhi plankton sebagai pakan alami ikan patin dan pertahankan kedalaman 50 cm dari dasar kolam. Sebelum menebar benih, masukkan kantong plastik berisi benih dalam kolam selama 15 hingga 20 menit untuk menyesuaikan suhu. Kemudian, bukalah ikatan kantong secara perlahan dan pastikan kolam tidak terlalu padat. Lakukan penebaran benih di sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik.

 

  1. Pemeliharaan

Agar ikan patin tumbuh dan berkembang dengan sehat dalam kolam terpal, kamu dapat melakukan pemeliharaan melalui pemberian pakan dan pengelolaan air. Berikan pakan pelet pada ikan patin dengan komposisi ¾ dari bobot tubuh ikan. Untuh benih ikan patin, berikan pakan sebanyak 4-5 kali dan berikan 3 kali sehari pada ikan patin dewasa. Taburkan pakan secara merata dan bertahap pada permukaan kolam. Tambahkan pakan jika ikan masih bersikap agresif dan kurangilah saat ikan tidak lagi responsif.

 

Pengelolaan air juga perlu dilakukan untuk budidaya ikan patin dalam kolam terpal. Gantilah air secara rutin dengan frekuensi sekali dalam 2-3 minggu untuk membuang sisa kotoran makanan dan kotoran ikan. Penggantian air dilakukan secara bertahap dengan membuang 1/3 bagian dasar kolam, lalu tambahkan air bersih secara perlahan. Segera tambahkan air saat volume mulai berkurang dan lakukan pengelolaan air secara intensif pada musim kemarau, air akan lebih cepat menguap pada musim ini.

 

Nah, berikut cara budidaya ikan patin di kolam terpal yang cocok untuk pemula. Ikan patin dapat dipanen setelah berusia 5 hingga 6 bulan setelah benih ditebar. Gunakan jaring untuk menangkap ikan dan segera masukkan hasil panen ke dalam air segar. (rin)

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here