Home Pertanian Cara Budidaya Jamur dari Bonggol Jagung, Murah dan Mudah

Cara Budidaya Jamur dari Bonggol Jagung, Murah dan Mudah

Budidaya Jamur

Agrozine – Siapa sangka bonggol jagung dapat digunakan sebagai bahan utama media tanam jamur? Selama ini bonggol jagung atau janggel hanya dikenal sebagai limbah dari tanaman jagung.  Bonggol jagung juga mudah diperoleh dengan harga yang murah, sehingga petani tidak memerlukan modal yang besar dalam membudidayakan jamur. Jamur dapat tumbuh secara alami tanpa menambahkan bibit jamur, sehingga menarik bila kita mempelajari cara budidaya jamur dari bonggol jagung. Simak ulasannya!

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai budidaya jamur, kamu perlu beberapa alat dan bahan yang dapat dengan mudah ditemukan seperti bonggol jagung, 5 butir ragi, 5 kg bekatul, 1 kg urea, karung goni, terpal plastik, dan papan. Pilihlah bonggol jagung yang tidak terlalu kering ataupun basah serta tidak terkominasi penyakit. Sebab dalam budidaya jamur dari bonggol jagung tidak melalui proses sterilisasi sehingga kualitasnya perlu diperhatikan.

 

  1. Penentuan Lokasi

Budidaya jamur biasanya dilakukan dalam sebuah kumbung atau tempat khusus. Namun, dengan menggunakan bonggol jagung, kamu dapat memanfaatkan ruangan yang ternaungi seperti gudang bekas ataupun pekarangan rumah. Untuk membuat media penanaman, siapkan papan, gergaji, dan paku, lalu rakit papan hingga membentuk kotak atau persegi panjang. Ukuran kotak dapat disesuaikan dengan jumlah papan, namun idealnya berukuran panjang 5 meter dan lebar 1 meter. Buatlah kotak serapat mungkin tanpa menyisakan lubang besar, kemudian letakkan karung goni pada bagian dasarnya sebagai alas. Karung goni merupakan media yang baik dan mampu menyerap air, sehingga kelembaban media dapat terjaga.

 

  1. Pembuatan Media

Setelah membuat kotak sebagai media tumbuh jamur, bonggol jagung dapat mulai dimasukkan dan ditumpuk hingga mencapai ketinggian 15 cm. kemudian masukkan bekatul, urea, dan ragi dengan jumlah separuh dari komposisi awal dan taburkan pada permukaan bonggol hingga merata. Setelah itu, susun kembali bonggol diatas tumpukan pertama dan taburkan kembali sisa ragi, urea, dan bekatul diatas permukaannya. Selanjutnya, siram menggunakan air bersih hingga seluruh bonggol basah dan tutup permukaan media menggunakan terpal tanpa menyisakan ruang terbuka.

  1. Perawatan Jamur

Bila misellium jamur mulai tumbuh, segera buka penutup terpal dan lakukan tahap perawatan seperti penyiraman untuk menjaga kelembaban media pada pagi atau sore hari. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan campuran air bersih dan urea setiap 2-3 hari sekali dan dapat dilakukan bila media mulai terlihat kering. Pastikan lokasi media juga mendapat sinar matahari yang cukup dan terhindar dari hujan. Untuk itu, sebaiknya dipilih lantai tanah dan hindari lantai semen atau keramik.

 

Nah, itulah langkah budidaya jamur menggunakan bonggol jagung yang mudah dipraktekkan oleh pemula. Proses pemanenan dapat dilakukan mulai pada hari ke-14 setelah proses pembuatan media, bila perawatan dilakukan dengan intensif. Saat bonggol hancur, maka harus diganti dengan bonggol yang baru. (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here