Home Perkebunan Cara Budidaya Kelapa Sawit Agar Panen Melimpah

Cara Budidaya Kelapa Sawit Agar Panen Melimpah

agritech.tnau.ac.in

Agrozine – Budidaya kelapa sawit saat ini menjadi salah satu usaha yang paling diminati di sektor perkebunan. Kelapa sawit merupakan bahan baku minyak sawit yang menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia.

Potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar menjadi sumber pendapatan bagi rakyat sekaligus juga mempertahankan Indonesia sebagai negara penghasil minyak sawit  terbesar di dunia bisa dipertahankan.

Bagi kamu yang berminat untuk budidaya kelapa sawit, berikut ini caranya.

SYARAT TUMBUH KELAPA SAWIT

  • Tanah mengandung lempung dan tidak berbatu dengan pH 4–6
  • Tanah Subur dan gembur
  • Memiliki curah hujan 2500 – 3000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun
  • Suhu 25°-27°C dengan lama penyinaran 5 – 7 jam/hari.
  • Tumbuh baik pada ketinggian sekitar 1.500 mdpl
  • Kecepatan angin sekitar 5 – 6 km per jam untuk membantu proses penyerbukan
  • Tingkat kemiringan lahan yang layak tanam yaitu 0 – 30 derajat

PEMILIHAN BIBIT SAWIT UNGGUL

Kamu bisa memperoleh bibit sawit unggul melalui lembaga pemerintah ataupun dengan membeli langsung melalui toko bibit pertanian terdekat. Ciri-ciri bibit sawit unggul:

  • Mata tunas normal dan berwarna putih bersih.
  • Anak daun melebar,tidak kusut atau
  • Memiliki tempurung yang berwarna hitam gelapdan tidak mengalami keretakan atau kerusakan.
  • Akar pada bibit sawit unggul tidak terlalu panjang, sekitar 2 sampai 3 cm. Keadaan akarnya masih terlihat segar. Warna calon akar kekuning-kuningan mendekati hijau.
  • Batangnya pendek dan gemuk sehingga jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan batang yang tinggi dan kurus. Ukuran batang pada bibit sawit unggul antara 2 sampai 3 meter.

PERSIAPAN LAHAN KELAPA SAWIT

Adapun tahapan dari kegiatan persiapan lahan untuk kelapa sawit yaitu:

  • Survei lahan untuk melihat apakah lahan memenuhi syarat tumbuh kelapa sawit.
  • Perencanaan desain blok atau petak-petak lahan tanam
  • Pembersihan lahan
  • Menyusun rumpukan
  • Pembuatan teras dan pancang tanam

PENANAMAN SAWIT

Penentuan Pola Tanaman

Pola menanam yang dapat diterapkan pada budidaya sawit yaitu pola monokultur atau tumpang sari. Tanaman penutup tanah pada areal lahan perkebunan sawit sangat penting adanya untuk memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi pada tanah. Selain itu bermanfaat juga untuk mempertahankan kelembapan, mencegah erosi, dan untuk menekan pertumbuhan tanaman pengganggu atau gulma. Tanaman penutup tanah lebih baik berupa tanaman kacang-kacangan. Tanaman penutup ditanam segera setelah persiapan lahan selesai.

Pembuatan Lubang Tanam

Lubang tanam dibuat beberapa hari sebelum penanaman dilakukan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 40 cm dengan kedalaman 40 cm. Jarak antar lubang tanam yaitu 9 x 9 x 9 m. Apabila kebun kelapa sawit berupa area berbukit, harus dibuat teras melingkari bukit dengan jarak 1,5 m dari sisi lereng.

Cara Menanam

Waktu paling baik untuk menanam yaitu pada musim hujan, setelah hujan turun agar cukup air untuk tumbuh. Lepaskan plastik polybag yang berisi bibit sawit dengan hati-hati jangan sampai bola tanahnya rusak karena dapat merusak perakaran bibit sawit. Kemudian, masukkan bibit ke dalam lubang tanam. Tebarkan  pupuk kandang pada sekitar perakaran tanaman selama 1 minggu. Setelah itu, segera timbun dengan tanah galian bagian atas. Setelah selesai penanaman bibit, siramkan pupuk organik cair.

PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT

Pemeliharaan kelapa sawit diperlukan agar produksi budidaya kelapa sawit menjadi optimal. Ada 3 proses pemeliharaan, yaitu:

Penyulaman dan Penjarangan

Jika terdapat bibit yang memiliki pertumbuhan tidak normal, terkena penyakit, atau mati maka bibit sawit tersebut harus disulam, diganti dengan bibit yang sehat. Penyulaman dilakukan ketika bibit berumur 10 hingga 14 bulan.

Penyiangan

Penyiangan yaitu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kelapa sawit. Gulma merupakan tanaman pengganggu yang dapat mengambil nutrisi pokok pohon sawit.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan untuk memberikan makanan pada tanaman sawit. Pemupukan kelapa sawit dilakukan sesuai umur, dengan menggunakan setengah dari dosis pupuk kimia ditambah pupuk organik cair.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT KELAPA SAWIT

Hama dan penyakit merupakan kendala yang dihadapi oleh pelaku budidaya kelapa sawit. Serangan hama dan penyakit dapat membuat kelapa sawit tidak berproduksi secara maksimal, bahkan bisa gagal panen. Berikut adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit.

Hama Kelapa Sawit

  • Hama Ulat. Pada umumnya hama ulat yang menyerang tanaman kelapa sawit adalahhama ulat kantung dan ulat api. Ulat kantung dan ulat api menyerang bagian daun kelapa sawit sehingga membuat daun berlubang dan habis, yang tersisa hanya tulang daun. Hal ini dapat menurunkan produktivitas budidaya kelapa sawit hingga 60%. Jika jumlah ulat ini mencapai 5 hingga 10 per pelepah maka harus dikendalikan. Pada tanaman kelapa sawit yang masih rendah, pengendalian ulat api dilakukan dengan menyemprotkan larutan insektisida berbahan aktif Deltametrin dengan dosis 2cc/liter air. Pada tanaman yang sudah tinggi, pengendalian ulat api dengan insektisida berbahan aktif Deltrametrin dilakukan dengan cara fogging pada malam hari dan tidak hujan.
  • Hama Kumbang. Pada umumnya hama kumbang yang menyerang tanaman kelapa sawit adalahOryctec Rhinoceros. Kumbang ini menjadi hama saat fase larva. Pada saat fase larva, kumbang ini akan memakan daun muda yang mengakibatkan daun berbentuk seperti segitiga pada saat dewasa. Hama kumbang ini dapat menurunkan produksi tandan buah segar (TBS) hingga 69% ditahun pertama. Pengendalian hama kumbang dapat dilakukan dengan menggunakan feromon sebagai penarik serangga. Kemudian, kumbang yang terkumpul langsung dibasmi .
  • Hama Tikus. Hama tikus yang menyerang budidaya kelapa sawit yaitu tikus pohon (Rattus tiomanicus). Tikus akan membuat lubang pada buah yang telah masak.Pengendalian hama tikus dapat menggunakan musuh alami dari tikus itu sendiri, yaitu burung hantu (Tyto alba).

Penyakit Kelapa Sawit

  • Penyakit Akar/Busuk Akar. Penyakit akar disebabkan oleh jamur Rizoctonia lamellifera dan Phytium sp. Penyakit ini menyerang sistem perakaran tanaman kelapa sawit yang dapat menyebabkan akar tanaman membusuk sehingga mengakibatkan tanaman kelapa sawit mengalami pertumbuhan yang tidak normal, bahkan bisa mati. Upaya pencegahan penyakit busuk akar yaitu dengan melakukan budidaya kelapa sawit yang baik dan benar.
  • Penyakit Busuk Pangkal Batang. Penyakit busuk pangkal batang atau Ganoderma disebakan oleh jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidu, dan Ganoderma pseudofferum. Penyakit ini menyerang pangkal batang tanaman kelapa sawit yang dapat membuat membusuk dan lunak. Penyakit ini dapat menular ketanaman lainnya. Upaya pencegahan penyakit ini adalah dengan membersihkan lahan dari sisa-sia pelapukan kayu.

Panen Buah Sawit. Pada umumnya kelapa sawit mulai berbuah setelah umur 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Buah sawit dapat dipanen ketika berumur 31 bulan. Namun, tidak semua buah kelapa sawit bisa dipanen secara bersamaan. Buah sawit yang baik untuk dipanen, yaitu buah sawit pada tingkat fraksi dua, dengan ciri-ciri :

  • Terdapat 5 hingga 10 brondolan di piringan
  • Buah sawit berubah warna dari kuning menjadi oranye
  • Sebanyak 25% hingga 75% buah luar membrondol

Demikian cara budidaya kelapa sawit, semoga bermanfaat dan semoga sukses!

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here