Home Pertanian Cara Budidaya Kelengkeng, Panen Melimpah Untung Berlipat

Cara Budidaya Kelengkeng, Panen Melimpah Untung Berlipat

cara budidaya kelengkeng

Agrozine.id – Buah kelengkeng yang memiliki nama latin Dinocarpus logan merupakan salah satu buah yang paling disukai oleh masyarakat Indonesia. Buah kelengkeng menjadi komoditas buah yang memiliki harga jual bagus dan sangat prospektif jika dibudidayakan. Buat kamu yang ingin tahu bagaimana cara budidaya kelengkeng, yuk simak artikel berikut ini.

Buah kelengkeng yang memiliki karakteristik rasa buah yang manis tentu memiliki banyak peminat. Inilah yang menjadi salah satu peluang dalam budidaya kelengkeng. Selain itu, perawatan tanaman buah kelengkeng ini terbilang cukup mudah.

Baca juga: Peneliti Fakultas Biologi UGM Kembangkan Varietas Kelengkeng Super Sleman

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam budidaya kelengkeng adalah mengetahui syarat tumbuh. Berikut ini syarat tumbuh tanaman kelengkeng:

  1. Tanaman kelengkeng membutuhkan tanah yang gembur, jenis tanah yang sesuai seperti tanah andosol, vertisol, latosol atau tanah laterit.
  2. pH lingkungan sekitar yang sesuai untuk tanaman kelengkeng sekitar 5,5 – 6,5.
  3. Intensitas curah hujan berkisar antara 2500-3000 mm per tahun dengan penyebaran yang merata selama satu tahun.
  4. Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kelengkeng yaitu 20 sampai 33 derajad Celcius.
  5. Kelembaban udara yang relatif dibutuhkan 65-90% dapat memaksimalkan pertumbuhan tanaman kelengkeng.

Setelah mengetahu bagaimana syarat tumbuh kelengkeng, selanjutnya yang harus diketahui adalah bagaimana cara budidaya kelengkeng yang baik dan benar agar menghasilkan panen yang maksimal. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Pemilihan Benih Unggul

Guna mendapatkan hasil yang baik, maka pilihlah bibit tanaman kelengkeng yang berkualitas. Caranya yaitu bisa dari biji kelengkeng yang sudah tua, atau dengan cara cangkok maupun stek.

Teknik mendapatkan bibit dari biji merupakan teknik yang paling mudah dilakukan, namun bibit ini umumnya pertumbuhannya cenderung lambat. Sedangkan bibit dari cangkok maupun stek umumnya lebih banyak diminati pembudidaya dibandingkan yang berasal dari biji.

  1. Penyemaian Benih

Dalam melakukan penyemaian benih kelengkeng ada dua jenis juga dari penyemaian dari biji dan dari cangkok. Cara penyemaian dari biji sangat mudah. Kamu cukup menanam biji kelengkeng tua yang sebelumnya sudah direndam dalam pupuk cair semalaman ke dalam polybag yang sudah berisi media tanam. Tanam dengan kedalaman 1-2 cm serta letakkan pada tempat yang teduh. Selanjutnya, lakukan perawatan dengan cara menyiraminya secara rutin hingga bibit tumbuh sekitar 30-50 cm.

Kemudian penyemaian dari cangkok yaitu, kamu bisa langsung bungkus benih yang sudah siap disemai dengan menggunakan plastik atau serabut kelapa. Kemudian ikat pada pangkal bagian batang pohon kelengkeng yang sebelumnya dikupas. Setelah itu isi dengan tanah humus yang masih basah selanjutnya tangkup pada ujung atas pembungkus serta ikat dengan kuat kuncup cangkokan pada batang. Amati pertumbuhan akar pada cangkokan dan jangan lupa disirami juga sehingga dalam waktu kurang lebih 2-3 minggu akan muncul akar.

  1. Persiapan Lahan Tanam

Setelah mendapatkan bibit dengan kualitas baik maka langkah selanjutnya adalah mempersiapkan lahan budidaya yang sesuai. Pastikan penyinaran matahari tercukupi. Kemudian, buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm atau sesuaikan dengan besarnya bibit. Kemudian, berikan pupuk pada setiap lubang tanam.

  1. Penanaman Bibit

Hal pertama yang dilakukan dalam proses penanaman yaitu memindahkan bibit tanaman hasil dari biji maupun hasil cangkok pada lubang tanam yang sudah dibuat. Lakukan pada saat pagi maupun sore saat cahaya matahari sedikit redup. Berikan penyangga juga pada bibit tanaman seperti potongan bambu atau kayu seukuran tinggi bibit kelengkeng yang ditanam.

  1. Perawatan

Perawatan tanaman selama pertumbuhannya juga perlu dilakukan agar hasil buahnya bisa maksimal dan berkualitas. Selain melakukan penyiraman secara rutin, umumnya tanaman yang mulai besar, tanah disekilingnya akan mengeras. Jadi, gemburkan tanah disekeliling tanaman agar hara bisa diserap lebih mudah.

Jangan lupa lakukan penyiangan gulma dengan frekuensi tergantung pada banyaknya gulma yang tumbuh di sekeliling tanaman. Pengendalian gulma juga bisa dilakukan menggunakan herbisida selektif.

Baca juga: Tren Budidaya Hortikultura Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Selalu lakukan proses pengamatan pada tanaman kelengkeng untuk mengetahui serangan hama dan penyakit dari awal. Jika serangan hama berada diatas ambang batas ekonomi kendalikan dengan insektisida dan jika ada serangan penyakit kendalikan dengan fungisida ataupun bakterisida.

Selain itu, pohon kelengkeng juga baiknya diberikan pupuk kandang 6 bulan sekali dimulai saat pohon berusia 6 bulan. Berikan pupuk seperti pupuk NPK, urea, TSP dan KCl yang disesuaikan dosisnya dengan umur tanaman.

Agar tanaman lebih produktif maka juga harus rutin dilakukan pemangkasan ranting dan daun. Dengan pemangkasan yang rutin maka nutrisi yang diserap akar akan tersalurkan ke buah lebih maksimal.

  1. Pemanenan

Pemanenan sendiri sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari ketika matahari tidak terlalu terik. Proses pemanenam sendiri dilakukan satu kali pada satu pohon, dan ciri-ciri buah kelengkeng yang sudah bisa dipanen adalah umurnya sudah 4 – 6 bulan setelah berbunga, buahnya mempunyai warna coklat tua, buahnya mempunyai rasa yang manis.

Demikian adalah beberapa hal yang harus diperhatikan mulai dari persiapan benih hingga panen bila ingin memulai budidaya kelengkeng. Semoga informasi pada artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu yang ingin mengetahui cara budidaya kelengkeng ya. (ran)

 

Tonton video menarik berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here