Home Pertanian Cara Budidaya Kroto, Pakan Alami Burung Murah Meriah

Cara Budidaya Kroto, Pakan Alami Burung Murah Meriah

Cara Budidaya Kroto

Agrozine.id – Cara budidaya kroto. Ini merupakan istilah dari bahasa Jawa yang digunakan untuk menyebut telur atau larva semut. Sekilas, kroto terlihat seperti butiran nasi karena bentuknya lonjong dan berwarna putih, dengan panjang sekitar 1 cm. Siapa sangka kroto yang dihasilkan dari semut rangrang memiliki banyak khasiat dan dapat digunakan sebagai obat herbal.

Dalam dunia peternakan, telur atau larva semut dapat dibudidayakan sebagai pakan burung karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Dalam artikel ini, kita akan mengetahui lebih lanjut cara mengembangkan kroto, yang banyak digunakan sebagai pakan alami burung yang murah meriah dan memiliki pasar menjanjikan.

Cara Budidaya Kroto

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memulai ternak kroto. Berikut langkah dari cara yang paling populer digunakan, yakni penggunaan media paralon atau toples.

  1. Buatlah model rak bersusun dua tingkat dengan menggunakan paralon sepanjang 50 cm, yang bisa disesuaikan dengan lebar rak.
  2. Letakkan rak di dalam wadah yang berisi air atau oli, agar semut tidak bisa keluar dari paralon. Pastikan pula paralon tidak bersentuhan dengan dinding agar semut tidak dapat merayap keluar.
  3. Taburkan kroto atau bibit koloni semut rangrang dalam kandang.
  4. Berikan makanan pada semut dengan hewan kecil yang telah dihancurkan terlebih dulu. Kamu dapat memberikan pakan seperti cicak, belalang, jangkrik, dan ulat.
  5. Kroto dapat mulai dipanen setelah berusia 15 hingga 20 hari. Kamu juga dapat melakukan panen bila sarang telah dipenuhi telur atau kroto berwarna putih.

Baca Juga : Phronima Suppa, Pakan Alami Ikan dan Udang Berkualitas Tinggi

 

Cara Panen Kroto

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk memanen kroto, serta tips panen agar tangan tidak tergigit kroto. Ini merupakan bagian dari cara budidaya kroto yang tentu saja memiliki potensi tingi dari sisi bisnis. Berikut beberapa cara panennya;

1. Gunakan Sarung Tangan

Agar kulit kamu tidak digigit kroto saat proses pemanenan, gunakan sarung tangan terlebih dulu sebagai perlindungan pertama dari gigitannya. Kamu dapat menggunakan sarung tangan berbahan plastik maupun karet.

2. Oleskan Tepung Kanji, Aromaterapi, atau Lotion di Sarung Tangan

Kroto tidak menyukai aroma dari tepung kanji, aromaterapi, lotion, dan lavender. Meskipun sudah menggunakan sarung tangan, kamu dapat mencegah gigitannya dengan mengoleskan bahan-bahan tersebut. Kandungan dan aroma pada bahan-bahan ini akan membuat kroto lemas sehingga lebih mudah dipanen.

3. Menggunakan Panci Bergagang

Dalam proses pemanenan, kamu dapat memanfaatkan panci yang memiliki gagang. Panci ini dapat membantu kamu mengendalikan kroto agar tidak kabur saat dipanen.

4. Menggunakan Botol Bekas

Kamu pun dapat memanfaatkan botol bekas air mineral agar proses pemanenan kroto lebih mudah. Lubangi botol bekas secukupnya, lalu pasang kawat atau batang kayu kecil sebagai media untuk kroto bisa lewat. Setelah semua kroto lewat dan selesai dipanen, kawat atau batang kayu dapat dilepas.

Cara Budidaya Kroto

Baca Juga : Ternak Semut Kroto, Untung Bisa Berlipat!

Nah, itulah cara budidaya kroto yang mudah dan murah meriah, sehingga dapat menjadi pilihan kamu dalam memberi pakan burung. Bila tengah membudidayakan burung, tidak ada salahnya kamu juga mencoba budidaya ini agar tumbuh kembang burung optimal. Selamat mencoba! (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here