Home Perkebunan Cara Budidaya Nilam, Tanaman Penghasil Minyak Bernilai Ekspor

Cara Budidaya Nilam, Tanaman Penghasil Minyak Bernilai Ekspor

Budidaya Nilam

Agrozine – Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu kelompok tanaman penghasil minyak atsiri. Dikenal pula dengan nama dilem wangi, tanaman ini merupakan komoditi ekspor non migas yang telah populer di kancah internasional. Sayangnya, tanaman ini belum banyak dikenal masyarakat luas maupun dibudidayakan padahal berperan cukup penting sebagai sumber devisa negara.

Cara Budidaya Nilam

Dalam artikel ini, kita akan mengetahui lebih lanjut cara budidaya tanaman nilam yang kerap diekspor ke berbagai negara seperti Singapura, Amerika Serikat, dan Spanyol. Simak ulasannya!

1. Mengenal Syarat Tumbuh

Sebelum memulai budidaya nilam, baiknya kamu memahami lebih dulu syarat tumbuh tanaman sehingga pertumbuhannya optimal. Nilam idealnya dibudidayakn pada lahan sawah, tegalan, pekarangan, ataupun tanah hutan dengan ketinggian 200-600 mdpl.

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya adalah regosol, latosol, merah atau aluvial yang memiliki struktur gembur dan mengandung bahan organik. Pastikan pula air tanah dan drainase baik, dengan tingkat keasaman (pH) 6-7 pada lahan bersuhu maksimum 32 derajat celcius.

2. Varietas Nilam

Terdapat beberapa varietas tanaman nilam yang sangat potensial untuk diambil minyak atsirinya, yakni varietas nilam sidikalang, nilam lhokseumawe, dan nilam tapaktuan.

  • Nilai sidikalang biasanya terdapat di Filipina, Brazil, Paraguai, Madagaskar, dan Indonesia. Daunnya agak membulat seperti jantung dan pada bagian bawahnya terdapat bulu-bulu rambut, sehingga berwarna pucat. Varietas nilam ini jarang berbunga namun memiliki kualitas minyak yang sangat tinggi, dengan kadar minyak 2,5 hingga 5 persen.
  • Nilam lhokseumawe tumbuh secara liar di pekarangan rumah dan dikenal pula dengan nama nilam hutan atau nilam jawa. Varietas ini berbunga dan memiliki daun yang tipis, dengan ujung daun agak runcing. Hanya saja, nilam lhokseumawe hanya memiliki kadar minyak 0,5 hingga 1,5 persen dari berat daun kering.
  • Nilam tapaktuan kerap memiliki daun tipis, dengan ujungnya agak runcing dan tidak berbunga. Kadar minyaknya tergolong rendah yakni 0,5 hingga 1,5 persen dari berat daun kering. Namun, varietas nilam ini kerap digunakan sebagai sabun.

3. Pembibitan Nilam

Penggunaan bibit unggul yang sehat diperlukan untuk budidaya nilam yang berkelanjutan. Nilam umumnya dibudidayakan secara vegetatif menggunakan cabang-cabang tanaman yang telah dipotong. Namun, bibit nilam juga dapat diperoleh dari sentra produksi nilam ataupun toko pertanian. Berikut ini kriteria pembibitan untuk memperoleh stek nilam yang baik.

  • Tanaman induk harus sehat, terbebas dari hama dan penyakit
  • Tanaman induk berumur sekitar 6-12 bulan dan harus dipilih cabang-cabang muda yang sudah berkayu dan memiliki ruas-ruas pendek
  • Pisau pemotong yang digunakan harus tajam, bersih dan steril. Lakukan pemotongan pada pagi hari dengan cara memotong runcing.
  • Panjang stek antara 20-30 cm, mempunyai 3-4 mata tunas, sehingga satu tanaman induk dapat diperoleh sekitar 40 – 60 stek bibit.

4. Persemaian Bibit

Stek nilam harus segera disemaikan sebelum layu dan mengering. Bibit dapat disemaikan dalam polybag berukuran 8 x 12 cm x 0,05 mm yang telah dilubangi pada bagian dasarnya. Gunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 sebagai media tanam, lalu masukkan ke dalam polybag hingga terisi ¾ bagiannya. Selanjutnya, tanamkan stek ke dalam polybag pada sore hari. Pada umur 2-3 minggu, biasanya tunas-tunas baru sudah tumbuh. Pada umur 4 minggu, stek sudah siap ditanam di lahan bedengan.

5. Persiapan Lahan

Dalam proses budidaya nilam, pengolahan tanah dilakukan 1-2 bulan sebelum penanaman, dengan mencangkul tanah sedalam 30 cm. Pengolahan tanah dilakukan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur dan remah, sekaligus membersihkan rumput liar atau gulma. Setelah itu, buatlah bedengan berukuran tinggi 20-30 cm, dengan lebar -1,5 meter dan panjang yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Jangan lupa untuk memberikan jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm.

6. Penanaman

Setelah membuat bedengan yang dibiarkan selama 2 minggu, cangkul kembali tanah dan lakukan pemupukan menggunakan pupuk organik. Dalam budidaya nilam, buatlah lubang tanam pada bedengan berukuran 15 x 15 x 15 cm, dengan jarak tanam 40 x 40 cm atau 40 x 50 cm atau 50 x 50 cm. Waktu tanam terbaik budidaya nilam ialah awal musim hujan. Setiap lubang tanam dapat diisi 1-2 stek, namun penanaman jangan terlalu dangkal karena tanaman bisa mudah roboh.

7. Perawatan

  • Penyulaman: Segera lakukan penyulaman setelah tanaman mati, layu, dan kurang segar. Penyulaman dilakukan untuk menjaga produktivitas lahan, sehingga produksinya tidak berkurang jauh dari estimasi yang telah ditetapkan.
  • Penyiraman: Pada masa pertumbuhan, tanaman nilam membutuhkan pengairan yang cukup, serta kelembaban tanah pada musim kemarau. Penyiraman air dapat dilakukan dengan memasukkan air melalui sela-sela bedengan, kemudian dibiarkan meresap kedalam tanah. Usahakan jangan sampai ada air yang menggenang.
  • Penyiangan: Gulma atau rumput liar di sekeliling tanaman harus dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman induknya. Waktu penyiangan dilakukan sebelum pemupukan, yakni menjelang umur 1 bulan, 3 bulan dan 5 bulan.
  • Pemupukan: Dalam budidaya nilam, kamu perlu melakukan pemupukan untuk memenuhi kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanah. Pemupukan dilakukan pada tanaman berumur 1, 2, 3 dan 3 bulan menggunakan urea, ZA, TSP, dan KCl.

8. Panen Nilam

Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 6 bulan, selanjutnya dipanen setiap 4 bulan sampai tanaman berumur tiga tahun, karena setelah itu harus diremajakan. Untuk diingat, kandungan minyak tertinggi terdapat pada tiga pasang daun termuda yang masih berwarna hijau. Lakukan pemanenan pada pagi atau sore hari saat matahari tidak terlalu dengan cara memangkas tanaman pada ketinggian 20 cm menggunakan sabit.

Nah, sekarang kita telah mengenal lebih lanjut cara budidaya nilam yang dibutuhkan dalam industri kosmetik, serta kerap diolah menjadi parfum dan antiseptik.

Baca Juga : Pengaruh Ekstraksi dan Pelarut Terhadap Rendemen Minyak Biji Ketapang

Adapun wilayah penyebaran nilam yakni di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Nilam memiliki prospek budidaya yang menjanjikan dengan nilai jual yang tinggi. Selain itu, sampai saat ini minyaknya belum dapat dibuat dalam bentuk sintesis. Produksi minyak nilam di Indonesia juga masih terbatas karena produksinya belum optimal. Bagaimana? Tertarik membudidayakan nilam?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here