Home Pertanian Cara Budidaya Okra di Pekarangan Rumah

Cara Budidaya Okra di Pekarangan Rumah

Agrozine – Tahukah kamu dengan sayuran satu ini? Okra mungkin terdengar asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun, di beberapa negara seperti Jepang, okra disebut okura dan disantap bersama nasi hangat. Sayuran ini biasa diolah menjadi menu oseng-oseng, kari, balado, tumis, bahkan dimakan mentah.

Selain rasanya lezat, okra memiliki kandungan serat, antioksidan, dan vitamin C yang baik bagi tubuh. Khasiat sayuran ini dapat mengatasi sembelit, menetralkan asam lambung, dan meningkatkan daya ingat otak. Budidaya okra juga tergolong mudah dan masih jarang ditemui di pasaran. Untuk itu, tidak ada salahnya kamu mencoba menanam sayuran berbunga ini dan dijadikan peluang bisnis. Yuk simak cara budidaya okra di pekarangan rumah!

Bendi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

  1. Persiapan Benih

Sebelum mulai budidaya okra di pekarangan rumah, kamu perlu menyiapkan benihnya terlebih dulu. Tanaman okra dapat diperbanyak menggunakan biji nya. Kamu dapat membeli biji okra langsung di toko pertanian ataupun membuatnya sendiri. Carilah tanaman okra yang sudah tua dan berbuah. Sebelum mengambil bijinya, pastikan pohon tersebut berbuah lebat dan sehat.

 

  1. Penyemaian Benih

Kamu perlu memastikan biji yang digunakan akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan. Siapkan alat dan bahan seperti polybag, tanah gembur, pupuk kandang, dan air. Kemudian, campurkan media tanam tanah dan pupuk kandang dengan perbandingannya masing-masing 2:1. Jika sudah, isilah media tanam ke dalam polybag hingga terisi ¾ bagiannya. Kamu dapat memasukkan 2 benih okra dalam 1 polybag, lalu siramlah secara rutin setiap pagi dan sore hari. Bila tanaman okra telah mencapai tinggi 15-20 cm, maka bibit sudah siap dipindah tanam ke lahan yang lebih luas.

 

  1. Persiapan Lahan

Sambil menunggu bibit okra tumbuh, kamu dapat melakukan persiapan lahan sebagai langkah selanjutnya. Tanaman okra ini sangat cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia dan dapat tumbuh optimal di dataran tinggi hingga rendah. Namun, kamu perlu memastikan tanah yang digunakan gembur dan tidak keras. Lakukan pembajakan dengan cara menggali tanah dan bersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar lahan. Selanjutnya, kita dapat membuat bedengan dengan lebar 90-100 cm, tinggi 30 cm, dan panjang yang bisa disesuaikan dengan lahan. Tanaman okra perlu mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh. Pastikan tidak ada pohon besar atau bangunan tinggi yang menghalangi tanaman kamu.

 

  1. Penanaman Okra

Bibit tanaman yang sudah tinggi dan siap tanam sekarang dapat kita pindahkan ke bedengan. Buatlah jarak tanam sebesar 70 x 100 cm atau 70 x 80 cm yang disesuaikan dengan ukuran bibit tanaman okra. Kemudian, keluarkan bibit tersebut dari polybag secara perlahan dan bersihkan sedikit tanah yang menempel di akar. Setelah bibit okra dimasukkan, timbun kembali lubang tanam menggunakan tanah di bedengan. Siramlah tanaman tersebut dengan air secukupnya dengan bantuan sprayer.

 

  1. Perawatan Okra

Agar budidaya okra di pekarangan rumah optimal dan tanaman tumbuh sehat, lakukan beberapa langkah berikut.

  • Penyiraman: Lakukan penyiraman 2 kali sehari pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban tanah. Kurangi intensitas penyiraman saat musim hujan.
  • Pengendalian HPT: Hama pengganggu tanaman okra antara lain kutu busuk dan ulat jagung. Kamu dapat mensiasatinya dengan menyemprot larutan sabun pada tanaman.
  • Pemupukan: Berikan pupuk kompos untuk menutrisi tanaman okra. Pastikan pupuk tidak mengenai batang dan daun tanaman.
  • Penyiangan: Cabutlah rumput liar atau gulma yang tumbuh di sekitar bedengan yang dapat menghambat pertumbuhan okra.

 

Nah, mudah kan cara budidaya okra di pekarangan rumah! Buah okra bisa dipanen saat muda dan berukuran 5 hingga 7 cm. Kamu bahkan bisa memanen okra 2 hingga 3 kali sehari selama beberapa bulan. (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here