Home Populer Cara Budidaya Rambutan Dalam Pot

Cara Budidaya Rambutan Dalam Pot

Agrozine.id – Rambutan (Nephelium lappaceum) berasal dari Asia Tenggara dan termasuk tumbuhan asli Indonesia.  Beberapa varietas unggul rambutan antara lain rambutan rapiah, lebak bulus, garuda, antalagi, binjai, dan sitangkue. Tanaman ini dapat tumbuh dengan optimal di dataran rendah hingga dataran menengah dengan ketinggian 600 m dpl. Kamu tertarik membudidayakan rambutan di halaman rumah? Perawatannya tergolong mudah. Berikut ini cara budidaya rambutan dalam pot agar mampu tumbuh optimal dan dapat cepat berbuah.

Pemilihan Bibit
Pilih varietas binjai untuk ditanam di dalam pot. Sebab, varietas ini lebih cepat berbuah dibandingkan varietas lain. Varietas binjai juga memiliki keindahan tersendiri dan lebih rimbun. Buahnya ngelotok dan manis. Pilih bibit dari hasil perbanyakan okulasi agar tanaman bisa lebih cepat berbuah.

Penanaman Bibit 

  • Siapkan media tanam berupaTanah : Pupuk Kandang : Sekam = 2:1:1.
  • Siapkan bibit yangberasal dari okulasi yang telah berumur delapan bulan dengan tinggi sekitar 60 – 75 cm.
  • Siapkan pot berdiameter minimal 60 cm dengan bagian dasarnya dilubangi kecil-kecil.
  • Masukkan pecahan batu bata, genteng, atau batako ke dasar pothingga mencapai 10 cm, lalu lapisi dengan ijuk, humus, atau daun-daun kering.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot hingga mendekati bibir pot, lalu buat lubang tanam di tengah-tengahnya.
  • Keluarkan bibit bersama media tanamnya dari polybag, masukkan bibit ke lubang dalam pot, lalu timbun dengan media tanam dan padatkantanah pada bagian pangkal bibit.
  • Siram tanaman dan media tanam sampai cukup basah, lalu letakkan tanaman di tempat yang teduh.
  • jika sudah tumbuh tunas-tunas baru, pindahkan tanaman ke tempat yang terkena sinar matahari

Pemeliharaan 

  • Lakukan penyiraman terutama saat awal penanaman dan musim kemaraupada sore hari.
  • Pada umur Satu bulan setelah tanam,berikan pupuk NPK. Pemberian pupuk dengan frekuensi 3 bulan sekali. Pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali sebanyak lima kilogram per pot.
  • Lakukan pemangkasan agar cabang dan pertumbuhannya seimbang. Pemangkasan pertama kali dilakukan saat tanaman berumur kurang dari setahun (tinggi batang sekitar 60 – 70 cm). Cara pemangkasannya dengan memilih dan memelihara tiga cabang primer. Jika panjang cabang primer mencapai 50 cm, pangkas ujungnya hingga tumbuh cabang-cabang sekunder. Selanjutnya, pilih hanya tiga cabang sekunder per cabang primer. Setelah itu, pangkas ujung cabang sekunder sampai tumbuh cabang tersier dan pilih hanya tiga cabang tersier. Ketiga cabang tersier ini akan mengalami pembungaan dan pembuahan. Pemangkasan selanjutnyadilakukan sesudah pemanenan buah.
  • Tanamanrambutan tidak menyukai media tanam yang pa Untuk mengatasinya, lakukan penggemburan media tanam menggunakan sekop kecil.

Pemanenan

Pohon rambutan dapat tumbuh hingga 2 – 3 m di dalam pot. Dengan perawatan yang teratur, dapat mulai berbuah pada umur 2 – 3 tahun. Jika Anda sudah melihat bunga atau bakal buah, buah rambutan bisa dipanen sekitar 4 bulan dari munculnya bunga.

Demikianlah cara budidaya pohon rambutan dalam pot.  Semoga informasi tersebut menjadi dasar pengetahuanmu dalam membudidayakan tanaman buah rambutan dalam pot. Selamat mencoba dan semoga sukses! (das)

(Sumber Foto: tokopedia.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here