Home Pet Cara Budidaya Tarantula, Laba-laba Eksotis untuk Dipelihara

Cara Budidaya Tarantula, Laba-laba Eksotis untuk Dipelihara

Budidaya Tarantula

Agrozine – Tarantula merupakan salah satu jenis laba-laba berukuran besar yang umumnya berbulu. Laba-laba ini termasuk pada keluarga theraphosidae dengan jumlah 800 spesies yang telah berhasil diidentifikasi.  Nama Tarantula berasal dari salah satu kota di Italia, yakni Taranto. Sebagian besar spesiesnya tidak berbahaya bagi manusia, karena itu hewan ini banyak diperdagangkan sebagai hewan peliharaan yang eksotis. Dalam artikel ini, kita akan mengetahui lebih lanjut cara budidaya laba-laba tarantula yang memiliki prospek menjanjikan dan mudah dipraktekkan pemula. Simak ulasannya!

 

  1. Persiapan Habitat

Sebelum memulai proses budidaya, kamu perlu mengetahui tiga jenis tarantula yang dibedakan berdasarkan caranya hidup.

  • Tarantula burrow, hidup di dalam tanah
  • Tarantula terrestrial, hidup di permukaan tanah
  • Tarantula arboreal, hidup memanjat di dahan dan ranting pepohonan

Pada dasarnya, ketiga jenis tarantula mudah dipelihara, hanya saja kamu perlu menyesuaikan tiap jenis dengan habitatnya. Bila memilih tarantula burrow, siapkan media serupa tanah yang bisa digalinya. Salah satu media yang dapat dipilih untuk dimasukkan dalam kandang adalah cocopeat. Media ini mudah didapat, tergolong murah, dan memiliki tingkat kelembaban yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tarantula.

Tambahkan pula beberapa aksesori seperti batu, ranting kayu, arang, tanaman plastik, dan corkbark untuk mempercantik kandang. Tarantula termasuk hewan nocturnal yang aktif pada malam hari dan sensitif pada cahaya, untuk itu kamu juga perlu menyiapkan hiding cave sebagai tempat persembunyiaannya.

 

  1. Pembiakan Tarantula

Untuk memulai budidaya tarantula, kamu perlu mempersiapkan proses breeding atau pembiakan. Laba-laba ini berkembangbiak dengan cara bertelur, dengan telur yang terbungkus oleh jaring (web) dan memiliki tebal 0,1 hingga 0,2 cm yang disebut Eggsack. Didalamnya, terdapat ratusan hingga telur tarantula. Perkawinan (mating) pada tarantula adalah ritual yang cukup berbahaya, terutama bagi pejantan karena memiliki risiko besar dimangsa oleh betina setelah mating.

Adapun hal yang perlu dipersiapkan dalam pembiakan tarantula, seperti:

  • Sepasang tarantula dewasa. Tarantula jantan dewasa ditandai dengan sepasang tibial hook pada kaki depannya, sedangkan betina dewasa memiliki spermathecal diantara anterior book lung.
  • Tarantula jantan dewasa yang telah membuat sperm web (jaring sperma) berarti sudah kawin, sedangkan betinanya harus memiliki ukuran lebih dari 75 persen ukuran maksimal dewasa.
  • Pindahkan tarantula betina di kandang yang lebih besar. Biarkan menetap lalu beri pakan dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya.
  • Seminggu sebelum pairing (pemasangan), tempatkan tarantula jantan pada wadah yag lebih kecil dan tersembunyi. Lalu, masukkan tarantula jantan ke dalam kandang betina.
  • Berikan tarantula betina pakan dua hari sebelum jantan dikeluarkan dari kandang, lalu berikan kembali pakannya sebelum proses pairing. Bila tarantula jantan dan betina sudah drumming, artinya mereka telah siap untuk mating. Pastikan untuk memberi tarantula betina sebelum memasukkan pejantan ke dalam kandang.
  • Setelah proses mating, segera keluarkan tarantula jantan dari kandang secara perlahan. Pisahkan kedua indukan dengan kuas atau pinset bila terjadi perkelahian, sehingga betina tidak sampai memangsa pejantan.
  • Sandingkan kembali tarantula jantan dan betina bila proses mating belum berhasil.

 

  1. Pemberian Pakan

Tarantula merupakan hewan yang jarang makan. Pada habitat aslinya, hewan ini biasanya hanya makan satu hingga dua minggu sekali. Pada budidaya tarantula, berikan makanan setidaknya seminggu sekali untuk menjaga proses molting atau pergantian kulitnya berjalan dengan baik. Tarantula dapat diberi pakan berupa ulat hongkong, jangkrik, kecoa madagaskar, ataupun kecoa dubia. Bila hendak memberi pakan kecoa, hindari yang memilih sudah dewasa karena memiliki tempurung yang keras dan dapat mematahkan taring tarantula saat memakannya.

  1. Perawatan Tarantula

Dalam budidaya tarantula, kamu juga perlu melakukan perawatan untuk membantu laba-laba dalam proses molting. Tarantula mengalami pergantian kulit selama beberapa bulan sekali dalam hidupnya. Pastikan peliharaan memiliki asupan makanan yang cukup, namun jangan sering dilihat atau diberi pakan terus-menerus. Tarantula biasanya akan berada posisi terbalik untuk melepaskan kulit lamanya, dan memiliki kemungkinan terkena kutu pada bulu tubuhnya. Jika hal ini terjadi, segera obati dengan cara memberikan lotion pada tubuhnya, sehingga kutu tersebut akan mati.

Nah, sekarang kita telah mengetahui cara budidaya laba-laba tarantula yang mudah dan praktis. Bila memiliki hobi memelihara hewan eksotis, kamu juga dapat memanfaatkannya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Pastikan untuk selalu menjadi kebersihan kandang dan memenuhi asupan nutrisinya. (rin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here