Home Perikanan Cara Budidaya Teripang Pasir Biota Laut Bernilai Ekonomis Tinggi

Cara Budidaya Teripang Pasir Biota Laut Bernilai Ekonomis Tinggi

Agrozine.id – Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu biota laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Secara umum teripang diperdagangkan sebagai bahan pangan. Biota laut ini memiliki senyawa bioaktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Teripang pasir dikenal juga dengan istilah teripang gosok atau sandfish. Kali ini akan dibahas cara budidaya teripang pasir, biota laut yang bermanfaat dan bernilai ekonomi tinggi.

Teripang pasir banyak ditemukan di daerah berpasir atau campuran pasir dan lumpur pada kedalaman 1-40 meter dan sering pula ditemukan di perairan dangkal yang banyak ditumbuhi lamun.

Nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan pasar yang terus berkembang menyebabkan usaha budidaya teripang pasir menjadi sangat menjanjikan. Untuk melakukan usaha budidaya teripang pasir, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1.Pemilihan Benih

Benih yang digunakan untuk budidaya teripang pasir adalah benih yang berkualitas baik. Benih ini bisa diperoleh dari alam atau melalui usaha pembenihan reproduksi (seksual/aseksual). Dalam memilih benih yang akan digunakan untuk budidaya, sebaiknya gunakalah benih yang seragam baik jumlah dan ukurannya .

2. Menentukan Lokasi Budidaya

Langkah kedua adalah menentukan lokasi budidaya teripang pasir. Lokasi budidaya bisa berupa keramba yang dibangun di laut namun harus terlindung dari hempasan ombak dan angin kencang. Model keramba yang digunakan untuk budidaya teripang pasir adalah wadah keramba tancap yang dibuat dengan bahan jaring dan waring hitam, ukuran mata jaring 1 cm, rangkanya terbuat dari potongan kayu yang tahan lapuk dengan panjang antara 2-3 meter dan diameter 10-15 cm.

3. Pemeliharaan dan Pemberian Pakan

Langkah selanjutnya adalah pemeliharaan dan pemberian pakan teripang pasir. Pakan alami teripang pasir adalah bentos, makroalga dan detritus. Pakan alami tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara memasukkan pupuk kandang ke dalam media air untuk menyuburkan perairan.

4. Pemanenan

Langkah terakhir adalah pemanenan. Teripang pasir dapat dipanen ketika sudah berusia antara 4-5 bulan. Ukuran ideal teripang untuk dipanen adalah 300-500 gram per ekornya atau panjangnya sudah mencapai 15-20 cm per ekornya. Pemanenan dapat dilakukan ketika air sedang surut.

Agar teripang hasil panen tahan lama sebelum dipasarkan, maka tusuk teripang yang masih segar menggunakan lidi pada bagian anus untuk membersihkan isi perutnya. Kemudian belah bagian perut untuk membersihkan isinya dan bilas sampai bersih.

Dalam budidaya teripang pasir terdapat beberapa kendala yang kerap dihadapi. Pasalnya teripang ini adalah hewan yang banyak mengandung air sehingga riskan terhadap himpitan. Selain itu serangan hama bulu babi dan kepiting juga kerap kali menjadi kendala dalam budidaya.

Demikian cara budidaya teripang pasir. Semoga informasi ini bermanfaat dan memberikan gambaran cara yang mudah untuk membudidayakan biota laut bernilai ekonomis tinggi ini karena peluang usahanya cukup menjanjikan. (ira)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here