Home Pertanian Cara Mudah Budidaya Labu Madu dan Manfaatnya

Cara Mudah Budidaya Labu Madu dan Manfaatnya

Agrozine.id – Labu madu memiliki nama ilmiah Cucurbita moschata dikenal dengan nama waluh di Indonesia. Labu madu memiliki bentuk seperti bohlam dan memiliki rasa yang manis serta tekstur yang lembut. Tanaman ini baik digunakan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi karena tinggi kandungan serat, antioksidan dan vitamin A dan B kompleks. Dalam artikel ini akan dibahas cara mudah budidaya labu madu.

Budidaya labu madu mulai banyak digandrungi masyarakat Indonesia dan permintaannya yang tinggi di pasaran menjadikan harga labu madu tergolong tinggi. Selain itu manfaat yang terkandung dalam labu madu juga membuat harga jualnya lumayan tinggi.

 

Manfaat Labu Madu

Berikut adalah berbagai manfaat labu madu:

  • Melancarkan pencernaan dan mempermudah kerja usus. Kandungan seratnya yang tinggi juga baik untuk digunakan sebagai makanan diet
  • Baik untuk kesehatan mata karena mengandung vitamin A
  • Kaya antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas yang membuat daya tahan tubuh menurun.
  • Mengobati gejala anemia dengan kandungan zat besi yang terkandung di dalam labu madu dapat membantu proses metabolisme dalam tubuh sehingga membantu perkembangan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Digunakan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI) karena tinggi kandungan folat yang baik untuk bayi yang sedang belajar makan atau mengunyah.

 

Cara Budidaya Labu Madu

Budidaya labu madu tergolong mudah,dapat dikembangbiakkan dengan biji. Berikut adalah  cara budidaya labu madu:

1. Persiapan Lahan Tanam

Hal pertama yang harus dipersiapkan jika ingin budidaya labu madu adalah lahan tanam. Sebaiknya gemburkan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam dalam lahan budidaya labu madu terlebih dahulu. Setelah tanah digemburkan, buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan tingginya sekitar 15-20 cm. Beri jarak antar bedengan sejauh 4 meter.

Untuk tanah yang kurang subur, lakukan pengapuran dan pemupukan dasar lalu diamkan lahan sekitar satu minggu. Selanjutnya buatlah para-para atau tempat merambat untuk labu madu.

2. Penanaman

Sebelum disemaikan sebaiknya rendam benih terlebih dahulu untuk memisahkan biji yang masih bagus dan yang sudah rusak. Selanjutnya tanamlah benih dengan jarak tanam antar baris sekitar 50 cm.

3.Pengajiran

Labu madu merupakan tanaman merambat sehingga membutuhkan ajir untuk pertumbuhannya.Ajir yang digunakan bisa terbuat dari bambu atau kayu kecil yang disusun berbentuk V terbalik atau bisa dibentuk seperti para-para sehingga buah tanaman tidak jatuh ke tanah. Idealnya pengajiran dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan.

4. Perawatan

Perawatan tanaman labu madu dapat dilakukan dengan penyiraman, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika sedang musim hujan sebaiknya labu tidak perlu disiram lagi karena labu madu rentan mengalami kebusukan ketika musim hujan.

Pemupukan dilakukan setiap 1 bulan sekali menggunakan pupuk organik. Pada fase awal pertumbuhan labu madu, pemupukan dapat dilakukan dengan NPK 3 gram per tanaman untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

Sedangkan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman labu kuning dapat dilakukan dengan pestisida yang mengandung bahan aktif mankozeb . Sementara untuk serangan hama seperti lalat buah dapat dikendalikan dengan petrogenol atau pembungkusan buah pasca pembungaan.

5.Pemanenan

Labu madu dapat dipanen setelah berumur 3 bulan sejak tanam. Setelah 1-3 minggu setelah munculnya bunga, tanaman sudah dapat dipanen. Buah yang sudah siap dipanen memiliki warna kecoklatan, warna kulit menjadi kekuningan dan jika dipukul akan mengeluarkan bunyi dentingan.

 

Demikian cara mudah budidaya labu kuning. Kamu dapat mempraktekkannya sendiri. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here