Home Perkebunan Cara Mudah Membuat Vertical Farming Menggunakan Paralon

Cara Mudah Membuat Vertical Farming Menggunakan Paralon

Agrozine – Vertical farming atau vertikultur merupakan metode penanaman yang digunakan pada lahan sempit. Dalam metode ini, media tanam ditempatkan pada wadah yang disusun secara vertikal dan tegak lurus. Vertical farming tergolong praktis dan mudah, kamu bisa menanam ragam jenis sayuran atau tanaman hias di rumah maupun di kantor. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar kamu. Simak cara mudah membuat vertical farming menggunakan paralon!

 

  1. Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum membuat vertical farming menggunakan paralon, kamu perlu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Pipa paralon sebagai wadah tanaman sebaiknya berdiameter 4-6 inci. Selain itu, kamu juga perlu menyiapkan gergaji untuk membuat lubang-lubang pada pipa. Siapkan media tanam tanah, sekam padi dan kompos serta tanaman sayuran ataupun tanaman hias yang tidak terlalu besar dan bersemak. Kamu juga perlu menyiapkan saluran irigasi tetes untuk mengalirkan air dan beberapa kerikil berukuran besar untuk menahan berat.

 

  1. Persiapan Pipa Paralon

Potonglah pipa yang sudah disiapkan sepanjang 1 meter. Untuk membuat lubang tanam untuk tanaman, kamu perlu mengatur jarak tanamnya terlebih dulu. Lubang tanam dapat dibuat menyilang dengan jarak sekitar 60 cm antar tanaman. Selanjutnya, potong paralon dengan gergaji selebar 5 cm dan panaskan area tersebut hingga menjadi lebih lentur. Masukkan kayu runcing yang ujungnya basah untuk membuat lubang di area tersebut, dan dinginkan paralon dengan kain basah. Lalu, masukkan konstruksi paralon ke dalam Setelah selesai melubangi, buatlah dudukan paralon menggunakan semen agar pipa paralon berdiri tegak dan mampu menopang tanaman.

 

  1. Persiapan Menanam

Untuk bercocok tanam dalam metode vertical farming, kamu perlu menyiapkan media tanam yang remah dengan lapisan atas yang gembur. Media tanam juga harus mudah mendistribusi nutrisi dalam paralon. Gunakan campuran tanah, sekam padi, dan kompos atau pupuk organik dengan perbandingannya masing-masing 1:1:1 hingga merata. Kemudian, masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam paralon hingga penuh. Jumlah tanaman yang ada dalam pipa paralon juga tergantung pada jenis tanamannya, yang pasti jangan sampai saling tumpang tindih. Penanaman dapat dilakukan langsung menggunakan benih ataupun memindahkan bibit hasil penyemaian. Untuk menanam benih, buatlah kedalaman 0,5-1 cm sementara untuk menanam bibit sedalam 3 cm.

 

  1. Pemeliharaan Tanaman

Untuk menyiraman tanaman hias maupun sayuran, siramlah media tanam dari bagian atas tengah pipa paralon sebanyak 1-2 gembor air per pipa. Frekuensi penyiraman dapat dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Pada proses pembibitan vertikultur sama dengan proses penyemaian konvensional, bibit yang telah memiliki 2 pasang daun dan berumur 18 hari siap ditanam. Lakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma atau rumput liar karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Selain itu, berikan media tanam pupuk untuk menambah nutrisi zat hara.

 

 

Bagaimana, mudah kan? Itulah cara membuat vertical farming menggunakan paralon yang dapat menambah estetika lingkungan. Selain pemeliharaannya sederhana, vertical farming dapat menjadi solusi bertani di lahan sempit. (rin)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here