Home Pertanian Cara Mudah Menetralkan pH (Tingkat Keasaman) Tanah

Cara Mudah Menetralkan pH (Tingkat Keasaman) Tanah

Agrozine.id – Derajat keasaman atau pH tanah merupakan salah satu persyaratan yang perlu dipenuhi agar tanaman dapat tumbuh subur. Sebab, hampir semua jenis tanaman membutuhkan tanah dengan kondisi pH yang netral. Tanah basa biasanya kandungan hara dan mikroorganismenya sangat sedikit sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Sedangkan pada tanah asam, tanaman akan mudah keracunan oleh unsur logam serta kekurangan hara.

Unsur hara dan mineral akan mudah diserap oleh tanaman ketika berada pada kondisi netral. Oleh karena itu, pengukuran pH menjadi langkah pertama saat pengolahan tanah. Setelah dilakukan pengukuran, kamu baru dapat menetralkan pH tanah dengan cara yang tepat.

Kondisi tanah dikatakan basa jika skala pH-nya mencapai lebih dari 7 dan asam jika skala pH kurang dari 7. Sementara itu, tanah yang netral memiliki pH sebesar 7.

Tanah yang basa  membutuhkan perlakuan yang berbeda dengan tanah asam untuk dinetralkan. Berikut ini cara mudah untuk menetralkan pH tanah.

Tanah Basa

Tanah basa dapat dinetralkan  dengan tiga cara berikut.

  • Pemberian sulfur atau belerang. Belerang yang digunakan berupa bubuk belerang atau bubuk sulfur murni.Memberikan bubuk belerang atau sulfur terbukti dapat menurunkan tingkat keasaman tanah. Namun, ada beberapa faktor yang mempengaruhi keefektifan belerang, yaitu suhu, bakteri pengurai, kelembapan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, pemberian sulfur pada tanah basa membutuhkan waktu yang cukup lama sampai tanah menjadi netral.
  • Pemberian pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang.Cara ini sangat sesuai bagi petani yang menerapakan sistem perkebunan organik. Selain menurunkan pH tanah, pupuk organik dapat memperbaiki sistem drainase serta aerasi di dalam tanah.
  • Pemberian ampas teh ataupun kopi. Ampas dari kedua bahan tersebut dapat menurunkan pH tanah meskipun tidak secara signifikansehingga perlu dilakukan secara teratur agar mendapatkan hasil yang maksimal. Cara ini dilakukan pada lahan skala kecil saja.

Tanah Asam

Tanah asam dapat dinetralkan dengan tiga cara berikut.

  • Pemberian kapur pertanian(dolomit) untuk menambah unsur Ca dan Mg. Pada umumnya, kapur dolomit berbentuk halus, bersifat homogen, dan berwarna putih kecokelatan dengan kadar kelarutan 0,15 miligram per liter serta kerapatan jenisnya mencapai 0,762 ton per meter kubik. Ada 2 tahap pemberian kapur dolomit  untuk menetralkan pH tanah. Pada tahap pertama, taburkan kapur dolomit secara merata setelah pengolahan tanah, kemudian pada tahap kedua kapur dicampurkan ke tanah melalui mekanisme pengolahan tanah. Waktu pemberian kapur sebaiknya dilakukan paling cepat dua pekan sebelum waktu penanaman bibit dimulai, yaitu pada awal musim hujan sehingga reaksinya dapat berjalan dengan baik.
  • Pemberian serbuk kayu (mengandung potasium). Penggunaannya jangan bersamaan dengan urea karena percampuran kedua bahan tersebut bisa menghasilkan gas amonia.
  • Pemberian abu kayu.  Abu kayu yang berasal dari pembakaran kayu dapat meningkatkan pH tanah secara drastis meskipun membutuhkan waktu lama. Abu kayu memang tidak seefektif kapur,akan tetapi abu kayu dapat menambahkan mikronutrien seperti potasium, fosfat, kalsium, serta boron pada tanah. Pengaplikasiannya jangan sampai mengenai akar tanaman/bibit tanaman agar tidak merusaknya. Cara ini efektif di lahan berpasir.

Demikian cara menetralkan pH tanah yang asam ataupun basa.  mudah bukan? Selamat mempraktikkan. Kamu pasti bisa! (das)

(Sumber Foto: www.instrumentchoice.com.au)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here